Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Rudal THAAD, Malaikat Pelindung AS yang Jumlahnya Kian Menipis di Perang Iran

mediaindonesia.com
05/3/2026 14:18
Rudal THAAD, Malaikat Pelindung AS yang Jumlahnya Kian Menipis di Perang Iran
Puing-puing itu terlihat di Teheran, Iran, 3 Maret 2026. Operasi militer gabungan AS-Israel terhadap Iran memasuki hari keempat.(Xinhua/Shadati)

Mengenal Rudal THAAD: Spesifikasi, Cara Kerja, dan Keunggulannya

Di tengah dinamika geopolitik global tahun 2026, sistem pertahanan udara menjadi aset paling krusial bagi kedaulatan sebuah negara. Salah satu teknologi yang paling sering dibicarakan adalah THAAD atau Terminal High Altitude Area Defense. Sistem ini bukan sekadar peluncur roket biasa; ia adalah perisai canggih yang dirancang khusus untuk mencegat ancaman rudal balistik di fase akhir penerbangannya.

Apa Itu Rudal THAAD?

THAAD adalah sistem pertahanan rudal balistik yang dikembangkan oleh Lockheed Martin untuk Angkatan Darat Amerika Serikat. Berbeda dengan sistem Patriot yang fokus pada pertahanan titik di atmosfer rendah, THAAD dirancang untuk mencegat rudal balistik jarak pendek, menengah, dan intermediate pada ketinggian yang lebih tinggi—baik di dalam maupun di luar atmosfer Bumi (endo-atmospheric dan exo-atmospheric).

Spesifikasi Teknis Utama (Data 2026)

  • Kecepatan: Melesat lebih dari Mach 8,2 (sekitar 2,8 km per detik).
  • Jangkauan Operasional: Hingga 200 kilometer.
  • Ketinggian Intersepsi: Mencapai 150 kilometer.
  • Teknologi Radar: Menggunakan Radar AN/TPY-2 (X-band) yang mampu mendeteksi ancaman dari jarak ribuan kilometer.
  • Mekanisme Penghancuran: Hit-to-Kill (Energi Kinetik murni tanpa hulu ledak peledak).

Bagaimana Cara Kerja THAAD?

Banyak yang bertanya, bagaimana THAAD bisa menjatuhkan rudal yang melaju sangat cepat? Jawabannya terletak pada empat langkah utama:

  1. Deteksi: Radar AN/TPY-2 memindai langit dan mengidentifikasi ancaman rudal balistik yang datang.
  2. Peluncuran: Setelah ancaman dikonfirmasi, satu unit pencegat diluncurkan dari truk peluncur mobile.
  3. Pemanduan: Rudal pencegat menggunakan sensor inframerah untuk mengunci posisi hulu ledak musuh.
  4. Intersepsi: Menggunakan teknologi hit-to-kill, pencegat menabrak rudal musuh secara langsung. Energi kinetik dari tabrakan kecepatan tinggi ini cukup untuk menghancurkan target tanpa perlu ledakan tambahan.

Perbedaan THAAD vs Patriot vs S-400

Dalam doktrin militer modern, THAAD sering bekerja sama dengan sistem lain dalam skema pertahanan berlapis:

|

Fitur THAAD (AS) Patriot PAC-3 (AS) S-400 (Rusia)
Fungsi Utama Anti-Rudal Balistik Anti-Pesawat, 

Anti-aircraft dan anti-missile (termasuk ballistic missile terminal phase), 

Rudal
Multi-peran (All-rounder)
Ketinggian Sangat Tinggi (Eksosfer) Rendah-Menengah Rendah-Tinggi

Kesimpulan

Rudal THAAD tetap menjadi standar emas dalam teknologi pertahanan rudal balistik dunia hingga tahun 2026. Dengan kemampuan mobilitas tinggi dan teknologi hit-to-kill yang presisi, sistem ini memberikan rasa aman bagi negara-negara penggunanya dari ancaman serangan udara jarak jauh yang semakin kompleks.

FAQ (People Also Ask)

1. Apakah THAAD bisa menembak jatuh pesawat?
Tidak, THAAD dirancang khusus untuk mencegat rudal balistik, bukan pesawat tempur atau drone kecil.

2. Negara mana saja yang menggunakan THAAD?
Selain Amerika Serikat, pengguna utamanya termasuk Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Korea Selatan.

3. Mengapa THAAD tidak menggunakan hulu ledak ledak?
Untuk mengurangi risiko ledakan hulu ledak nuklir atau kimia di udara; tabrakan fisik (energi kinetik) jauh lebih aman untuk menghancurkan target balistik.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya