Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
Memasuki tahun 2026, hubungan bilateral antara Spanyol dan Iran menjadi salah satu anomali paling menarik dalam geopolitik global. Sebagai anggota NATO dan Uni Eropa, Spanyol secara teoritis berada di kubu Barat. Namun, dalam praktiknya, Madrid sering kali mengambil jalan tengah yang lebih moderat dan pragmatis terhadap Teheran.
Sikap Spanyol terhadap Iran sangat dipengaruhi oleh memori kolektif bangsa tersebut. Perdana Menteri Pedro Sanchez secara tegas mengusung slogan "No to War", sebuah sentimen yang berakar kuat dari trauma nasional Spanyol saat terlibat dalam Perang Irak 2003.
Pada Maret 2026, ketegangan mencapai puncaknya ketika pemerintah Spanyol secara resmi menolak permintaan Amerika Serikat untuk menggunakan pangkalan militer bersama di Rota dan Moron de la Frontera untuk melancarkan serangan udara ke Iran. Madrid berargumen bahwa tindakan militer tanpa mandat PBB melanggar hukum internasional.
Meskipun dibayangi sanksi internasional, hubungan ekonomi Spanyol-Iran tetap bertahan di sektor-sektor non-sanksi. Iran tetap menjadi eksportir utama rempah-rempah (terutama saffron) dan produk pertanian ke Spanyol. Sebaliknya, Spanyol menjadi pemasok penting untuk produk farmasi dan teknologi industri bagi Teheran.
Berdasarkan data Observatory of Economic Complexity (OEC) per November 2025, Spanyol mencatat kenaikan impor dari Iran sebesar 156% dibandingkan tahun sebelumnya, yang didominasi oleh produk laboratorium dan bahan pangan, menunjukkan ketergantungan yang tetap terjaga di tengah tekanan politik.
Menteri Pertahanan Margarita Robles menegaskan bahwa pangkalan militer di wilayah Spanyol berada di bawah kedaulatan Madrid. Spanyol menolak menjadi bagian dari aksi militer sepihak (unilateral) yang tidak memiliki dasar hukum internasional yang kuat, guna menghindari eskalasi konflik yang lebih luas di Timur Tengah.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian memuji langkah Madrid sebagai sikap yang bertanggung jawab. Iran memandang Spanyol sebagai salah satu mitra paling rasional di Eropa yang masih menghargai kedaulatan dan dialog multilateral.
Pemerintah Spanyol memandang Iran sebagai aktor kunci yang tidak bisa diabaikan. Spanyol menyebut bahwa keseimbangan antara Iran dan Arab Saudi adalah kunci utama untuk meredam konflik di Timur Tengah, termasuk penyelesaian krisis di Suriah dan Yaman.
Iran menggunakan kekuatan soft power melalui media seperti HispanTV, saluran berita 24 jam berbahasa Spanyol. Meskipun kehadirannya sering diperdebatkan di panggung politik domestik Spanyol, media ini menjadi alat diplomasi bagi Teheran untuk menyampaikan perspektifnya langsung kepada audiens berbahasa Spanyol.
Pascakembalinya Taliban berkuasa di Afghanistan, hubungan Spanyol-Iran semakin intensif di bidang kemanusiaan. Spanyol mengakui peran besar Iran dalam menampung jutaan pengungsi Afghanistan. Kedua negara terus berkoordinasi terkait bantuan kemanusiaan dan upaya pencegahan penyelundupan narkoba yang menuju ke Eropa.
Tantangan terbesar bagi hubungan unik ini adalah ancaman embargo dari Washington. Pada Maret 2026, Gedung Putih mengancam akan menghentikan seluruh hubungan dagang dengan Spanyol. Namun, posisi Spanyol sebagai anggota Uni Eropa memberikan perlindungan kolektif, karena kebijakan perdagangan berada di bawah wewenang Komisi Eropa, bukan negara individu.
| Sektor Kerjasama | Status di Tahun 2026 |
|---|---|
| Militer | Penolakan penggunaan pangkalan pangkalan udara untuk operasi ofensif. |
| Perdagangan | Fokus pada komoditas pangan (Saffron, Kacang) dan Farmasi. |
| Diplomasi | Mendorong de-eskalasi dan kembali ke meja perundingan JCPOA. |
Penulis: MI-Studio
Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, tegas menolak perang di Iran. Madrid mengutamakan diplomasi dan kemanusiaan meski menghadapi tekanan dari Amerika Serikat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved