Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
Di tengah eskalasi konflik besar yang mengguncang Timur Tengah pada awal 2026, nama Mahmoud Ahmadinejad kembali mencuat ke permukaan. Mantan Presiden Iran yang menjabat selama dua periode (2005–2013) ini sempat dikabarkan menjadi salah satu korban dalam serangan udara gabungan yang menargetkan wilayah Tehran. Namun, verifikasi faktual terbaru mengonfirmasi bahwa sosok kontroversial ini masih hidup dan dalam kondisi aman.
Pada awal Maret 2026, beredar kabar simpang siur mengenai kematian Ahmadinejad akibat serangan rudal di kediamannya. Namun, informasi ini segera dibantah oleh pihak-pihak terdekatnya. Melansir laporan dari Anadolu Agency, seorang ajudan senior Ahmadinejad mengonfirmasi bahwa sang mantan presiden dalam keadaan sehat.
Meskipun sebuah bangunan yang digunakan oleh tim pengamanan pribadinya terkena dampak serangan yang menewaskan tiga pengawal dari unsur IRGC, rumah pribadi Ahmadinejad di distrik Narmak, Tehran Timur, dilaporkan tidak menjadi target langsung dan tetap utuh.
Mahmoud Ahmadinejad dikenal dunia karena retorikanya yang keras terhadap Barat dan program nuklir Iran yang ambisius selama masa jabatannya. Setelah meninggalkan kursi kepresidenan pada 2013, perannya berubah menjadi sosok pengkritik internal yang sering kali merepotkan pemerintahan petahana.
Pasca-jabatan, Ahmadinejad kembali mengajar di Universitas Sains dan Teknologi Iran (IUST). Ia sering terlihat menggunakan transportasi umum dan menjaga citra sebagai "pemimpin rakyat" yang sederhana.
Hingga tahun 2026, ia masih memegang posisi di Dewan Kebijaksanaan (Expediency Discernment Council), sebuah lembaga yang bertugas menengahi perselisihan antara Parlemen dan Dewan Garda di Iran.
Hubungan Ahmadinejad dengan Pemimpin Tertinggi Iran sering kali mengalami pasang surut. Hal ini terbukti dari beberapa kali penolakan pencalonannya dalam pemilu presiden oleh Dewan Garda, yang dianggap sebagai upaya untuk membatasi pengaruh populisnya yang masih kuat di akar rumput.
Ahmadinejad tetap menjadi magnet berita karena basis pendukungnya yang besar di kalangan warga berpenghasilan rendah. Program-program populisnya di masa lalu, seperti subsidi langsung dan pembangunan perumahan, membuatnya tetap memiliki pengaruh politik yang tidak bisa diabaikan begitu saja oleh pemerintah Iran saat ini.
Meskipun situasi keamanan di Iran pada tahun 2026 sangat fluktuatif, Mahmoud Ahmadinejad dipastikan masih hidup dan tetap menjadi figur penting dalam dinamika politik domestik Iran. Keberadaannya di tengah krisis menjadi simbol bahwa faksi politik lama masih memiliki daya tahan di tengah gempuran konflik eksternal.
| Apakah Mahmoud Ahmadinejad masih hidup di tahun 2026? |
| Ya, per Maret 2026, Ahmadinejad dilaporkan selamat dari serangan udara dan dalam kondisi sehat. |
| Apa penyebab rumor kematian Ahmadinejad? |
| Rumor muncul setelah serangan udara mengenai gedung keamanan di dekat rumahnya di Narmak, Tehran. |
Ahmadinejad ditahan pada 2018 karena didakwa menghasut unjuk rasa dan mengkritik kebijakan ekonomi serta keamanan pemerintah secara terbuka.
Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dilaporkan selamat dari upaya pembunuhan di tengah serangan Israel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved