Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 52.626 jemaah umrah asal Indonesia masih berada di Arab Saudi. Pemerintah memastikan kondisi para jemaah tetap aman sekaligus mengimbau calon jemaah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda perjalanan hingga situasi kawasan Timur Tengah kembali kondusif.
Kepala Biro Humas Kementerian Haji dan Umrah, Hasan Affandi, mengatakan jumlah tersebut merupakan bagian dari total 58.873 jemaah umrah Indonesia yang tercatat berada di Arab Saudi per 28 Februari 2026. Hingga Selasa (3/3), sebanyak 6.247 jemaah dilaporkan telah kembali ke Tanah Air melalui penerbangan langsung.
“Masih ada jemaah umrah yang di Arab Saudi. Pada 28 Februari, kami catat ada 58.873 jemaah umrah yang ada di Arab Saudi. hingga saat ini, laporan ke kami sudah ada 6.247 jemaah yang pulang melalui penerbangan langsung,” ungkap Hasan kepada Media Indonesia, Selasa (3/3).
Ia menambahkan, kondisi di kota-kota utama tujuan ibadah, yakni Mekkah, Madinah, dan Jeddah, hingga kini dilaporkan masih aman.
“Kemenhaj memastikan PPIU/travel umrah memenuhi kewajibannya untuk melayani jemaah sejak keberangkatan, saat di Arab Saudi, hingga kepulangan ke Tanah Air,” ujar Hasan.
Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah Ichsan Marsha menyampaikan bahwa calon jemaah umrah yang direncanakan berangkat hingga sebelum musim haji pada 18 April 2026 berjumlah 43.363 orang yang berasal dari 439 Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).
“Kami memastikan setiap PPIU menjalankan kewajibannya secara penuh, mulai dari pemberangkatan, pelayanan selama di Arab Saudi, hingga kepulangan jemaah. Tanggung jawab itu tidak boleh diabaikan,” tegas Ichsan.
Pemerintah juga meminta komunikasi antara PPIU dan jemaah terus dijalin dengan baik.
“Kami mengajak jemaah dan PPIU untuk saling memahami. Yang utama adalah memastikan seluruh jemaah tetap aman, terlayani, dan mendapatkan kepastian,” lanjutnya.
Terkait aspek pelindungan, pemerintah menegaskan negara hadir bagi jemaah yang menghadapi kendala perlindungan, persoalan hukum, maupun kondisi darurat di Arab Saudi atau negara transit. Jemaah diminta segera menghubungi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) atau Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) setempat apabila membutuhkan bantuan.
“Kami bersama Kementerian Luar Negeri terus berkoordinasi dengan perwakilan RI di luar negeri untuk memastikan setiap persoalan jemaah ditangani cepat dan tepat. Kami meminta seluruh jemaah tetap tenang dan mengikuti arahan resmi,” pungkas Ichsan.
Demi mengutamakan aspek keselamatan dan pelindungan jemaah, Kementerian Haji dan Umrah mengimbau jemaah umrah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya hingga kondisi di Timur Tengah kembali kondusif. (Des/I-1)
PEMERINTAH perlu merespon dengan cepat terkait situasi yang kian memanas di Timur Tengah.
SITUASI keamanan di kawasan Timur Tengah yang kian memanas mulai, berdampak pada sektor perjalanan ibadah umrah.
HARGA bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri berpotensi mengalami kenaikan apabila konflik di Timur Tengah terus berlanjut.
Indonesia mendesak penghentian korban jiwa warga sipil dalam konflik Iran dan menawarkan diri sebagai mediator dialog guna meredam eskalasi perang di Timur Tengah.
Indonesia tawarkan peran mediasi di tengah memanasnya situasi Timur Tengah Maret 2026. Menlu RI desak de-eskalasi dan penghormatan hukum internasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved