Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH perlu merespon dengan cepat terkait situasi yang kian memanas di Timur Tengah. Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM), Rimawan Pradiptyo mengatakan, pemerintah perlu mengevaluasi dan menata kembali kebijakan keuangan.
"Pemerintah perlu mengantisipasi gejolak perekonomian global pascaserangan Israel dan Amerika Serikat ke Iran," ungkap dia di Gedung Pusat UGM, Senin (2/3). Evaluaai yang perlu dilakukan adalah terkait kebijakan yang selama ini mungkin terlalu menghabiskan banyak anggaran.
Kewaspadaan itu penting karena dampak konflik bisa akan meluas. Terlebih lagi, lanjut dia, kondisi ekonomi global saat ini sedang mengalami kontraksi sehingga menjadi lebih sulit.
Untuk Indonesia, hal tersebut semakin sulit karena penerimaan negara yang tidak tinggi dan masih ada kemungkinan kontraksi ekonomi akibat perang dan lain sebagainya. Selain itu, pada Maret 2026 Indonesia perlu membayar cicilan utang luar negeri.
"Ini kan kita harus memikirkan untuk mengencangkan ikat pinggang,” kata dia.
Pemerintah seharusnya membuat kebijakan yang lebih baik dengan merealokasi anggaran. “Mestinya (agenda janji politik di masa lalu) diganti karena situasinya sudah berbeda sekarang. Dengan perang, (situasi) sekarang itu sudah berbeda,” terang dia.
Semua orang akan paham kalau pemerintah menghentikan beberapa kebijakan yang selama ini membutuhkan dana yang besar. Pemerintah perlu memikirkan untuk mengerem dan merelokasi anggaran tersebut dengan cara yang lebih baik. (AT/E-4)
DIKSI “Siaga Satu” dalam pekan-pekan terakhir ramai diperbincangkan publik setelah Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengumumkan Indonesia dalam status Siaga Satu.
ESKALASI konflik di Timur Tengah pasca serangan Amerika Serikat ke Iran memicu sentimen risk off di pasar keuangan global.
Pada tahun anggaran 2026, IPDN akan mendapatkan penambahan alokasi dana dari APBN melalui bantuan Presiden RI.
Azis mengusulkan pemerintah provinsi memetakan prioritas layanan dasar agar kabupaten/kota memiliki rujukan yang sama dalam memperbaiki titik kerusakan paling mendesak.
Belanja negara tumbuh signifikan sebesar 25 persen, sementara pendapatan negara tercatat Rp172,7 triliun dengan pertumbuhan di kisaran satu digit.
Dalam rangka penanganan bencana Sumatra, Abdul Mu’ti menekankan bahwa Kemendikdasmen memerlukan anggaran sebesar Rp5,03 triliun.
Alokasi anggaran sebesar Rp200 juta untuk mendukung berbagai program kebersihan, meskipun saat ini teknis pelaksanaan masih akan dibahas lebih lanjut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved