Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Presiden Prabowo Siap Terbang ke Teheran Damaikan Iran-AS

Irvan Sihombing
28/2/2026 19:13
Presiden Prabowo Siap Terbang ke Teheran Damaikan Iran-AS
Presiden Prabowo Subianto (tengah) menjawab pertanyaan wartawan setelah acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) Gaza di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026).(Antara)

PEMERINTAH Indonesia menyatakan keprihatinan mendalam atas eskalasi militer yang menyusul kegagalan perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Dalam pernyataan resmi yang dirilis melalui akun X @Kemlu_RI, Sabtu (28/2/2026), Presiden Prabowo Subianto, menyatakan kesiapannya untuk bertolak ke Teheran guna memediasi konflik tersebut.

Mediasi dan Diplomasi Damai

Indonesia sangat menyesalkan kegagalan perundingan yang memicu ketegangan bersenjata di kawasan. Sebagai bentuk komitmen terhadap perdamaian dunia, Pemerintah Indonesia menawarkan diri untuk memfasilitasi dialog demi menciptakan kembali kondisi keamanan yang kondusif.

"Apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi," tulis keterangan resmi Kementerian Luar Negeri RI tersebut.

Indonesia kembali menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara. Pemerintah menyerukan kepada seluruh pihak yang bertikai untuk menahan diri dan mengedepankan cara-cara damai dalam menyelesaikan perbedaan.

Ancaman Stabilitas Global

Peningkatan suhu politik dan militer di Timur Tengah dinilai berpotensi besar mengganggu stabilitas kawasan serta mengancam perdamaian dan keamanan dunia. Agresi militer yang terjadi pada Sabtu pagi waktu Teheran sebelumnya dilaporkan telah menyasar lokasi-lokasi sipil dan infrastruktur vital di beberapa kota di Iran.  

Pihak Kedutaan Besar Iran di Jakarta sendiri telah mengecam keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran nyata terhadap Pasal 2 ayat (4) Piagam PBB.  

Keselamatan WNI Jadi Prioritas

Di tengah situasi yang tidak menentu, perlindungan terhadap warga negara Indonesia (WNI) menjadi prioritas utama. Hingga saat ini, tercatat ada 329 WNI yang melapor diri secara resmi di KBRI Teheran.

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Iran dan Turkmenistan, Rolliansyah "Roy" Soemirat, memastikan bahwa hingga pukul 14.30 waktu setempat, seluruh simpul WNI di berbagai kota melaporkan tidak adanya ancaman langsung terhadap keselamatan mereka.

Ia menambahkan, KBRI Teheran terus melakukan asesmen keamanan secara berkala dan berkoordinasi langsung dengan Jakarta guna memastikan langkah perlindungan yang tepat bagi para WNI.

Di sisi lain, Kemenlu RI mengimbau seluruh WNI di wilayah terdampak untuk:

  • Tetap tenang dan waspada terhadap perkembangan situasi.
  • Mengikuti seluruh arahan dari otoritas setempat.
  • Menjaga komunikasi intensif dengan Perwakilan RI terdekat. (I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya