Headline
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Kumpulan Berita DPR RI
JAUH sebelum penangkapannya pada Juli 2019, mendiang miliarder Jeffrey Epstein ternyata memiliki jalur komunikasi langsung dan intim dengan pejabat tertinggi di Kepulauan Virgin Amerika Serikat (USVI). Serangkaian pesan singkat dan email yang ditinjau CNN mengungkap bagaimana Epstein melobi Gubernur Albert Bryan Jr untuk menghentikan investigasi lingkungan terhadap properti pribadinya.
Pada awal 2019, otoritas lingkungan USVI mengeluarkan perintah penghentian kerja atas konstruksi tanpa izin di pulau pribadi milik Epstein. Merasa terdesak potensi denda dan pemberitaan negatif, Epstein berpaling langsung kepada Gubernur Bryan untuk meminta perlindungan.
Dalam pesan singkat yang dikirim tahun 2019, Gubernur Bryan yang berasal dari Partai Demokrat terlihat memberikan jaminan khusus kepada sang predator seksual. Ketika Epstein mengeluh tentang tekanan dari regulator, Bryan membalas dengan nada menenangkan.
"Kami membantumu (We got u)," tulis Bryan dalam salah satu pesan singkatnya.
Gubernur juga meyakinkan Epstein bahwa ia telah menginstruksikan komisaris lingkungan yang menangani kasus tersebut untuk mundur. "Saya memintanya untuk mengundurkan diri dan mengalah pada semua permintaan izin sebelumnya," tulis Bryan lagi.
Pesan-pesan tersebut memperlihatkan cara Epstein beroperasi, menggunakan kekayaannya dan janji investasi sebagai pengungkit politik. Ia bahkan sempat mengancam akan memindahkan para investor ke Puerto Rico jika pemerintah Kepulauan Virgin terus "mengganggu" proyeknya.
Hubungan ini disinyalir telah terjalin sejak Bryan masih berkampanye untuk kursi gubernur pada 2018. Dokumen menunjukkan adanya pertemuan antara tim kampanye Bryan dengan asisten pribadi serta pengacara pajak Epstein untuk membahas pembangunan ekonomi di wilayah tersebut.
Epstein bahkan tidak segan meminta waktu gubernur di sela-sela jadwal publiknya.
"Bisa luangkan waktu 15 menit?" tulis Epstein pada April 2019.
"Untukmu, tentu saja," balas Bryan.
Dalam kesaksian di bawah sumpah pada 2023, Gubernur Bryan membantah telah memberikan perlakuan khusus kepada Epstein. Namun, ia sempat menuai kecaman keras setelah menyebut korban Epstein sebagai "pelacur di bawah umur" dalam deposisinya, sebuah pernyataan yang kemudian ia tarik kembali dengan permintaan maaf.
Meski lobi tersebut tampak intens, belum jelas apakah ada tindakan administratif resmi yang benar-benar berubah akibat campur tangan gubernur. Tak lama setelah rangkaian pesan itu berakhir pada Mei 2019, Epstein ditangkap atas tuduhan perdagangan seks federal dan ditemukan tewas di sel penjara Manhattan pada Agustus di tahun yang sama.
Pasca kematiannya, pemerintah Kepulauan Virgin justru berbalik menggugat harta peninggalan Epstein, menuduhnya menggunakan wilayah tersebut sebagai markas operasi perdagangan seks internasional selama puluhan tahun. (CNN/Z-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved