Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
MILIARDER sekaligus tokoh bisnis Amerika Serikat, Lex Wexner, memberikan kesaksian krusial terkait hubungannya dengan mendiang terpidana kasus kejahatan seksual, Jeffrey Epstein. Di hadapan komite Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS, mantan CEO Victoria's Secret ini menggambarkan dirinya sebagai sosok yang "naif dan bodoh" karena telah menaruh kepercayaan pada Epstein.
Kesaksian ini dilakukan sebagai bagian dari penyelidikan mendalam terhadap jaringan kekayaan Epstein yang diduga kuat dibangun melalui koneksinya dengan Wexner. Meskipun dokumen FBI tahun 2019 sempat menyebut Wexner sebagai "potensial rekan konspirator", hingga kini tidak ada tuntutan hukum yang dijatuhkan kepadanya.
Wexner secara tegas membantah mengetahui atau terlibat dalam aksi kriminal yang dilakukan Epstein. Sebaliknya, ia meluncurkan tuduhan balik dengan menyebut Epstein telah mencuri uang dalam jumlah besar dari keluarganya saat bekerja sebagai penasihat keuangan.
"Saya naif, bodoh, dan mudah tertipu karena memberikan kepercayaan apa pun kepada Jeffrey Epstein," ujar Wexner dalam pernyataan pembukaannya. "Dia adalah seorang penipu. Dan meskipun saya tertipu, saya tidak melakukan kesalahan apa pun dan tidak ada yang perlu disembunyikan."
Wexner menjelaskan bahwa hubungannya dengan Epstein dimulai pada era 1980-an, namun ia mengklaim telah memutus hubungan tersebut setelah Epstein pertama kali dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur di Florida. Ia juga mengakui pernah mengunjungi pulau pribadi Epstein, namun hanya selama "beberapa jam" bersama keluarganya.
Meski Wexner menyatakan diri sebagai korban, sejumlah anggota dewan memberikan kritik pedas. Anggota Kongres dari California, Robert Garcia, menekankan bahwa kekayaan yang digunakan Epstein untuk menjalankan aksi kejahatannya tidak akan ada tanpa dukungan finansial dari Wexner.
"Kita harus sangat jelas bahwa tidak akan ada pulau Epstein, tidak akan ada pesawat Epstein, tidak akan ada uang untuk memperdagangkan perempuan dan anak perempuan," tegas Garcia. "Tuan Epstein tidak akan menjadi orang kaya seperti itu tanpa dukungan dari Lex Wexner."
Deputi Jaksa Agung AS, Todd Blanche, sebelumnya menyatakan nama Wexner muncul "ribuan kali" dalam berkas-berkas penyelidikan. Namun, tim pengacara Wexner membela klien mereka dengan menyatakan pada 2019, pihak kejaksaan hanya memandang Wexner sebagai sumber informasi, bukan target penyelidikan.
Wexner menyatakan dirinya "senang bisa bersaksi" demi meluruskan fakta yang berkembang di publik. Kesaksian yang berlangsung di Ohio ini hanya dihadiri oleh anggota dewan dari Partai Demokrat, sementara perwakilan dari Partai Republik hanya mengirimkan staf ahli mereka. (CNN/Z-2)
Richard Kahn, akuntan Jeffrey Epstein, diperiksa 7 jam oleh DPR AS. Ia klaim tak tahu soal perdagangan seks meski kelola ribuan dokumen keuangan.
Terungkap! PM Keir Starmer diperingatkan soal risiko reputasi Lord Mandelson dan Jeffrey Epstein sebelum penunjukan Dubes AS.
Terungkap peran asisten, pengacara, hingga pilot dalam membantu operasional harian Jeffrey Epstein.
Putri Eugenie resmi mengakhiri masa jabatannya sebagai pelindung Anti-Slavery International. Keputusan ini muncul di tengah mencuatnya dokumen baru Jeffrey Epstein.
Komite Pengawas DPR AS resmi mengeluarkan somasi (subpoena) terhadap Jaksa Agung Pam Bondi terkait dugaan penutupan informasi dalam skandal Jeffrey Epstein.
Howard Lutnick setuju memberikan kesaksian sukarela terkait skandal Jeffrey Epstein setelah dokumen pengadilan mengungkap kunjungannya ke pulau pribadi sang predator seks.
Empat anggota TWICE, Nayeon, Jihyo, Momo, dan Tzuyu, tampil memukau dalam Victoria’s Secret Fashion Show 2025,
Victoria's Secret Fashion Show 2025 menjadi salah satu ajang paling dinanti di dunia fashion dan hiburan. Berikut daftar empat penampil tahun ini, selain grup K-pop Twice.
Grup K-pop kenamaan Twice tampil memukau di Victoria Secret Fashion Show 2025 di New York pada Rabu (waktu setempat). Penampilan mereka pun menarik perhatian dunia
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved