Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
PERU kembali terperosok dalam ketidakpastian politik setelah Kongres resmi memakzulkan Presiden Interim Jose Jeri pada Selasa waktu setempat. Pemakzulan ini menandai pergantian pemimpin kedelapan di negara Amerika Latin tersebut dalam kurun waktu hampir satu dekade terakhir.
Kongres Peru menyetujui mosi tidak percaya terhadap Jeri dengan perolehan 75 suara setuju dan 24 menolak. Keputusan ini mengejutkan publik karena Jeri baru menjabat selama empat bulan dan hanya terpaut dua bulan dari jadwal pemilihan umum mendatang.
Kejatuhan Jeri dipicu dugaan pertemuan ilegal dengan pengusaha asal Tiongkok, Zhihua Yang. Skandal yang dijuluki "Chifa-gate" ini mencuat setelah foto-foto Jeri yang mencoba menyamar saat bertemu Yang beredar luas.
Pada 26 Desember lalu, Jeri tertangkap kamera memasuki sebuah restoran Tiongkok (chifa) di Lima dengan mengenakan penutup kepala (hoodie). Pertemuan kedua terjadi pada 6 Januari di sebuah toko barang-barang Tiongkok, di mana ia datang mengenakan kacamata hitam. Kedua pertemuan tersebut tidak terdaftar dalam catatan resmi kepresidenan.
Jose Jeri, 39, sempat menyampaikan permohonan maaf terbuka atas tindakannya tersebut sebelum pemakzulan terjadi.
"Saya mengakui kesalahan saya dan meminta maaf secara publik karena masuk dengan cara seperti itu, menggunakan penutup kepala, yang menimbulkan kecurigaan dan keraguan atas perilaku saya," ujar Jeri.
Meski demikian, Kejaksaan Agung tetap melanjutkan penyelidikan atas dugaan pemberian sponsor ilegal dan perdagangan pengaruh.
Jose Jeri hanyalah nama terbaru dalam daftar panjang pemimpin Peru yang berakhir tragis. Sejak tahun 2000, hampir seluruh mantan Presiden Peru terjerat kasus hukum, mulai dari tuduhan korupsi, pelanggaran HAM, hingga suap dari perusahaan konstruksi Brasil, Odebrecht.
Sebelum Jeri, Dina Boluarte dimakzulkan karena "ketidakmampuan moral," menggantikan Pedro Castillo yang ditangkap atas tuduhan pemberontakan. Bahkan, mantan Presiden Alan Garcia memilih mengakhiri hidupnya saat hendak ditangkap polisi pada 2019 lalu.
Skandal ini juga memperparah ketegangan diplomatik di Peru. Sebagai mitra dagang besar, pengaruh China yang kian kuat di Peru, terutama dalam proyek infrastruktur seperti Pelabuhan Chancay, memicu kekhawatiran Amerika Serikat. Pihak AS bahkan memperingatkan bahwa ketergantungan pada modal Tiongkok dapat mengancam kedaulatan Peru.
Saat ini, pimpinan Kongres telah menyatakan kursi kepresidenan kosong. Berbagai blok politik dijadwalkan bertemu pada Rabu untuk menentukan presiden interim baru yang akan mengawal negara hingga pemilihan umum pada 12 April mendatang. (CNN/Z-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved