Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Serangan Israel di Gaza Tewaskan Belasan Warga, Negosiasi Damai Berlanjut

Ferdian Ananda Majni
16/2/2026 13:30
Serangan Israel di Gaza Tewaskan Belasan Warga, Negosiasi Damai Berlanjut
Ilustrasi(Xinhua)

SEBANYAK 11 orang dilaporkan tewas akibat serangan Israel di Jalur Gaza pada Minggu (15/2) pagi, demikian menurut pejabat pertahanan sipil dan otoritas kesehatan Palestina. 

Insiden terbaru ini kembali menambah daftar korban di tengah rapuhnya gencatan senjata antara Israel dan Hamas.

Bulan Sabit Merah Palestina menyatakan serangan yang menghantam perkemahan tenda di Gaza utara menewaskan sedikitnya enam orang. 

Sementara itu, lima korban lainnya dilaporkan tewas dalam serangan terpisah di wilayah selatan Jalur Gaza.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan serangan tersebut menyasar target teror sebagai respons atas dugaan pelanggaran gencatan senjata oleh Hamas. 

Militer Israel juga menyebut sejumlah militan tewas setelah keluar dari terowongan menuju area Gaza yang berada di bawah kendali pasukan Israel.

Sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober, Israel dan Hamas hampir setiap hari saling menuding melakukan pelanggaran kesepakatan.

Pertahanan Sipil Gaza mencatat total 11 korban jiwa dalam serangan udara tersebut. Namun, staf di Rumah Sakit Al-Shifa menyebut jumlah korban bertambah menjadi 12 orang setelah satu orang lainnya tewas dalam baku tembak yang terpisah dari serangan udara.

Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas mengungkapkan bahwa sedikitnya 600 orang telah meninggal dunia sejak gencatan senjata diberlakukan. 

Awal bulan ini saja, sedikitnya 32 orang dilaporkan tewas dalam rangkaian serangan udara Israel, menurut pejabat setempat.

Serangan terbaru terjadi di tengah persiapan implementasi fase kedua perjanjian gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat.

Bulan lalu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan pembentukan badan baru bernama Dewan Perdamaian. 

Lembaga tersebut mendapat mandat dari Dewan Keamanan PBB untuk membentuk pasukan internasional yang bertugas mengamankan wilayah perbatasan Gaza serta mengawasi proses pelucutan senjata Hamas.

Dewan itu dijadwalkan menggelar pertemuan perdana di Washington pada 19 Februari. Selain aspek keamanan, badan tersebut juga akan mengawasi pembentukan pemerintahan teknokrat Palestina yang baru di Gaza serta proses rekonstruksi pascaperang.

Menjelang pertemuan tersebut, Trump menyampaikan bahwa anggota dewan telah menjanjikan dana sebesar 5 miliar dolar AS untuk rekonstruksi wilayah Palestina. 

Dalam unggahan di platform Truth Social miliknya, ia kembali menyerukan agar Hamas melanjutkan proses pelucutan senjata. Namun, Hamas sebelumnya menegaskan hanya akan melucuti senjata setelah negara Palestina resmi didirikan.

Pekan lalu diumumkan bahwa Indonesia, yang menjadi anggota Dewan Perdamaian, akan mengirimkan 8.000 personel militer ke Gaza guna membantu pelaksanaan fase kedua gencatan senjata.

Perang di Gaza dipicu oleh serangan yang dipimpin Hamas ke Israel selatan pada 7 Oktober 2023. Dalam serangan tersebut, sekitar 1.200 orang tewas dan 251 lainnya disandera.

Israel kemudian melancarkan operasi militer besar-besaran di Gaza. Menurut Kementerian Kesehatan wilayah tersebut, lebih dari 71.820 orang telah tewas sejak konflik pecah.

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melakukan kunjungan ke Washington pada Rabu untuk bertemu Presiden Donald Trump. 

Dalam pertemuan itu, keduanya membahas upaya membatasi program nuklir Iran, yang oleh Teheran ditegaskan semata-mata untuk tujuan sipil.

Netanyahu diperkirakan mendorong tercapainya kesepakatan yang menghentikan pengayaan uranium Iran serta membatasi program rudal balistiknya. 

Namun, Trump kemudian menyatakan bahwa tidak ada kesepakatan pasti yang tercapai dan menegaskan pembicaraan dengan Iran akan terus berlanjut.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran mengatakan kepada BBC News bahwa perundingan lanjutan akan digelar di Jenewa pada Selasa (17/2).

Seorang pejabat Amerika Serikat yang tidak disebutkan namanya turut mengonfirmasi jadwal tersebut. (BBC/Fer/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik