Headline

YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.

3 Pekerja Perusahaan Kanada di Meksiko Ditemukan Tewas Usai Diculik Kartel

Thalatie K Yani
10/2/2026 05:58
3 Pekerja Perusahaan Kanada di Meksiko Ditemukan Tewas Usai Diculik Kartel
Tiga dari sepuluh pekerja tambang Vizsla Silver yang diculik di Sinaloa, Meksiko, ditemukan tewas. (AFP)

KABAR duka menyelimuti industri pertambangan internasional setelah tiga dari 10 karyawan perusahaan tambang asal Kanada, Vizsla Silver Corp, ditemukan tewas di negara bagian Sinaloa, Meksiko. Para korban merupakan bagian dari kelompok pekerja yang diculik oleh kelompok bersenjata sejak dua pekan lalu.

Kamar Pertambangan Meksiko (Camimex) mengonfirmasi pada Senin waktu setempat, jenazah ketiga pria tersebut telah diidentifikasi oleh otoritas serta rekan kerja mereka. Para pekerja yang berkebangsaan Meksiko ini diculik pada 23 Januari lalu dari lokasi proyek perak di wilayah Concordia, Sinaloa Selatan.

Pihak Vizsla Silver, yang berbasis di Vancouver, menyatakan telah menerima informasi dari pihak keluarga korban mengenai temuan ini. Meski demikian, perusahaan masih menunggu konfirmasi formal dari otoritas pemerintah Meksiko.

"Kami sangat hancur dengan hasil ini dan hilangnya nyawa yang tragis ini," ujar Presiden dan CEO Vizsla Silver, Michael Konnert.

"Fokus kami tetap pada pemulihan dengan selamat bagi mereka yang masih hilang," tambahnya sembari menyampaikan belasungkawa kepada pihak keluarga.

Korban Merupakan Tenaga Ahli

Berdasarkan keterangan keluarga dan media lokal, para korban yang diculik mencakup tenaga ahli seperti insinyur dan ahli geologi. Salah satu korban tewas telah diidentifikasi oleh saudaranya sebagai José Manuel Castañeda Hernández, 43, seorang ahli geologi.

"Sejujurnya, sangat menyakitkan berada di sini, di tempat yang tidak kami inginkan. Tidak ada keadilan dengan apa yang sedang terjadi," ungkap Jaime Castañeda, saudara korban, kepada CBC News.

Eskalasi Kekerasan Kartel di Sinaloa

Wilayah Concordia dikenal kaya akan endapan perak, emas, timbal, dan seng, namun lokasinya yang terpencil menjadikannya sasaran empuk kelompok kriminal bersenjata untuk melakukan pemerasan dan penculikan.

Penculikan ini terjadi di tengah gelombang kekerasan yang melonjak di Sinaloa akibat perebutan kekuasaan internal di dalam Kartel Sinaloa. Konflik faksi ini tercatat telah menewaskan lebih dari 1.700 orang dan menyebabkan hampir 2.000 orang hilang hanya dalam waktu setahun terakhir.

Hingga saat ini, otoritas Meksiko telah mengerahkan lebih dari 1.000 personel, tiga helikopter, dan dua pesawat untuk menyisir lokasi. Polisi melaporkan telah menangkap empat orang yang diduga terlibat dalam kasus ini, sementara upaya pencarian terhadap tujuh pekerja lainnya masih terus dilakukan di bawah pengawalan ketat. (AFP/BBC/z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya