Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
KABAR duka menyelimuti industri pertambangan internasional setelah tiga dari 10 karyawan perusahaan tambang asal Kanada, Vizsla Silver Corp, ditemukan tewas di negara bagian Sinaloa, Meksiko. Para korban merupakan bagian dari kelompok pekerja yang diculik oleh kelompok bersenjata sejak dua pekan lalu.
Kamar Pertambangan Meksiko (Camimex) mengonfirmasi pada Senin waktu setempat, jenazah ketiga pria tersebut telah diidentifikasi oleh otoritas serta rekan kerja mereka. Para pekerja yang berkebangsaan Meksiko ini diculik pada 23 Januari lalu dari lokasi proyek perak di wilayah Concordia, Sinaloa Selatan.
Pihak Vizsla Silver, yang berbasis di Vancouver, menyatakan telah menerima informasi dari pihak keluarga korban mengenai temuan ini. Meski demikian, perusahaan masih menunggu konfirmasi formal dari otoritas pemerintah Meksiko.
"Kami sangat hancur dengan hasil ini dan hilangnya nyawa yang tragis ini," ujar Presiden dan CEO Vizsla Silver, Michael Konnert.
"Fokus kami tetap pada pemulihan dengan selamat bagi mereka yang masih hilang," tambahnya sembari menyampaikan belasungkawa kepada pihak keluarga.
Berdasarkan keterangan keluarga dan media lokal, para korban yang diculik mencakup tenaga ahli seperti insinyur dan ahli geologi. Salah satu korban tewas telah diidentifikasi oleh saudaranya sebagai José Manuel Castañeda Hernández, 43, seorang ahli geologi.
"Sejujurnya, sangat menyakitkan berada di sini, di tempat yang tidak kami inginkan. Tidak ada keadilan dengan apa yang sedang terjadi," ungkap Jaime Castañeda, saudara korban, kepada CBC News.
Wilayah Concordia dikenal kaya akan endapan perak, emas, timbal, dan seng, namun lokasinya yang terpencil menjadikannya sasaran empuk kelompok kriminal bersenjata untuk melakukan pemerasan dan penculikan.
Penculikan ini terjadi di tengah gelombang kekerasan yang melonjak di Sinaloa akibat perebutan kekuasaan internal di dalam Kartel Sinaloa. Konflik faksi ini tercatat telah menewaskan lebih dari 1.700 orang dan menyebabkan hampir 2.000 orang hilang hanya dalam waktu setahun terakhir.
Hingga saat ini, otoritas Meksiko telah mengerahkan lebih dari 1.000 personel, tiga helikopter, dan dua pesawat untuk menyisir lokasi. Polisi melaporkan telah menangkap empat orang yang diduga terlibat dalam kasus ini, sementara upaya pencarian terhadap tujuh pekerja lainnya masih terus dilakukan di bawah pengawalan ketat. (AFP/BBC/z-2)
Situasi keamanan di Meksiko menjelang Piala Dunia 2026 menjadi sorotan global setelah operasi militer pekan lalu yang menewaskan gembong narkoba, Nemesio Oseguera Cervantes.
MEKSIKO dan Irlandia tetap menggelar pertandingan persahabatan pekan ini meskipun terjadi kerusuhan akibat Nemesio ‘El Mencho’ Oseguera tewas, memunculkan isu piala dunia 2026 pindah lokasi
FIFA angkat bicara mengenai kemungkinan lokasi Piala Dunia 2026 pindah. Pada musim panas ini, Piala Dunia 2026 akan digelar di tiga negara yakni Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat.
55 orang tewas di berbagai wilayah Meksiko menyusul operasi yang menewaskan Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho selaku pemimpin Kartel Jalisco Generasi Baru (CJNG)
Kota Guadalajara, Meksiko, lumpuh setelah kartel CJNG mengamuk pasca tewasnya bos mereka. Keamanan Piala Dunia 2026 kini menjadi sorotan besar.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menegaskan bahwa negaranya siap menjamin keamanan penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved