Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
GEJOLAK politik di internal Israel kembali memanas setelah mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant melontarkan kritik pedas terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Dalam sebuah wawancara televisi yang disiarkan Channel 12 pada Sabtu (7/2), Gallant secara terang-terangan menyebut Netanyahu sebagai sosok pembohong yang mencoba melarikan diri dari tanggung jawab atas kegagalan keamanan mengantisipasi serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.
Pernyataan Gallant ini muncul sebagai respons atas dokumen setebal 55 halaman yang dirilis Netanyahu, yang isinya dianggap sebagai upaya sang perdana menteri untuk menyalahkan para petinggi militer dan keamanan atas serangan Hamas.
Gallant, yang dipecat oleh Netanyahu pada akhir 2024, menuduh mantan bosnya itu telah 'menikam dari belakang' jajaran pimpinan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan badan intelijen Shin Bet. Menurutnya, saat para prajurit sedang bertempur di garis depan, Netanyahu justru menghasut para menteri kabinet untuk melawan para kepala keamanan.
"Saya tidak pernah menyangka harus datang ke studio dan mengatakan: Perdana menteri kita adalah seorang pembohong," ujar Gallant dengan nada getir. Ia menambahkan bahwa prioritas pertama Netanyahu adalah dirinya sendiri, kemudian pemerintahannya, dan baru kemudian kepentingan negara.
Manipulasi fakta militer
Salah satu poin krusial yang diungkap Gallant adalah mengenai tertundanya operasi militer di Rafah pada awal 2024. Netanyahu selama ini mengeklaim penundaan tersebut disebabkan oleh ketakutan pimpinan IDF. Namun, Gallant membantah hal itu dan menegaskan bahwa penundaan terjadi karena militer sedang mengisi ulang pasokan amunisi untuk mengantisipasi potensi konflik di perbatasan utara.
"Dia (Netanyahu) hanya mau mengambil kredit atas keberhasilan, namun jika terjadi kegagalan, itu selalu menjadi tanggung jawab orang lain," tegas Gallant.
Serangan verbal Gallant ini semakin mempertegas narasi mengenai perpecahan mendalam di pemerintahan Israel di tengah kecaman internasional atas eskalasi di Gaza dan Tepi Barat. Para kritikus menilai langkah Netanyahu yang mencoba menjauhkan diri dari kegagalan 7 Oktober merupakan upaya untuk mempertahankan kekuasaan politiknya dengan mengorbankan integritas institusi keamanan negara.
Hingga berita ini diturunkan, kantor Perdana Menteri Israel belum memberikan tanggapan resmi atas tuduhan serius dari mantan menteri pertahanannya tersebut. (Times of Israel/B-3)
JAKSA ICC Karim Khan diperingatkan pada Mei bahwa jika surat perintah penangkapan untuk PM Israel Benjamin Netanyahu tidak dicabut, ia dan ICC akan dihancurkan.
PEMERINTAH Gaza telah memperingatkan akan bencana kelaparan di Gaza akibat penutupan perbatasan oleh Israel terhadap bantuan kemanusiaan dan medis.
MANTAN Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant bersikeras melancarkan serangan militer di Jalur Gaza, Palestina. Padahal ada peringatan bahwa serangan itu dapat membahayakan sandera Israel.
Setelah pembantaian yang dilakukan oleh pasukan Israel di Rafah di Gaza selatan, warga Israel di Yerusalem terlihat merayakan dengan lagu yang sama.
TERSANGKA penjahat perang yang dicari Yoav Gallant, mantan menteri pertahanan Israel, dilaporkan telah mengunjungi Gedung Putih untuk bertemu dengan pejabat penting pemerintahan Joe Biden.
Serangan menandai eskalasi baru dalam konflik yang belum reda di kawasan perbatasan.
Mantan Advokat Jenderal Militer Israel, Mayjen Yifat Tomer-Yerushalmi, ditangkap usai video penyiksaan tahanan Palestina di Sde Teiman bocor.
Presiden AS Donald Trump mendesak Hamas segera memulangkan jenazah sandera Israel.
Tujuh lapangan tembak baru juga telah disiapkan. Selain itu, ratusan kompleks akomodasi dibangun di Komando Selatan dengan fasilitas tempat tinggal, pancuran air panas.
Hamas tidak memberikan detail kematian Sinwar, tetapi menerbitkan foto-foto dirinya bersama para pemimpin kelompok lainnya, yang menggambarkan mereka sebagai martir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved