Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) per Kamis 22 Januari 2026. Keputusan ini berdasarkan Keputusan Presiden bernomor 14155 yang dirilis pada 20 Januari 2025.
"Amerika Serikat setidaknya punya tiga hal besar dalam kesehatan global dan WHO yang perlu diantisipasi oleh WHO dan juga negara kita," ujar Prof Tjandra Yoga Aditama, mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, dalam keterangan tertulis, Jumat (23/1).
Pertama, imbuh Direktur Pascasarjana Universitas YARSI/Adjunct Professor Griffith University itu, pendanaan ke WHO dan beberapa unit internasional lain seperti GF ATM dan GAVI. Untuk ini, WHO perlu (dan sudah) melakukan dua hal.
"Kesatu adalah mencari sumber dana lain dan kedua melakukan efisiensi tanpa mengurangi produktivitas, yang antara lain dilakukan dengan penyederhanaan organisasi, penggabungan beberapa direktorat jadi satu. Untuk Indonesia, tidak ada jalan lain untuk negara menyediakan anggaran untuk proyek-proyek kesehatan masyarakat yang tadinya dibiayai organisasi internasional yang dapat dana dari Amerika Serikat. Untuk ini, APBN dan APBD perlu menjamin program kesehatan masyarakat tetap jadi prioritas penting negara," paparnya.
Kedua, analisa ilmiah dan penelitian kesehatan masyarakat yang memang banyak dilakukan Amerika Serikat. Badan seperti Center of Diseases Control and Prevention (CDC) dan National Institute of Health (NIH) banyak sekali menyajikan data-data global ber reputasi tinggi.
Dengan keluarnya Amerika Serikat dari WHO, sebenarnya kita tetap berharap agar kerja sama ilmiah dapat terus dijalankan. Cara lain adalah WHO berkolaborasi dengan badan-badan regional lain, seperti European CDC dan African CDC. "Untuk negara kita amat diharapkan agar pemerintah memberi porsi penting bagi riset kesehatan masyarakat, apalagi Presiden baru mencanangkan penambahan anggaran riset Rp4 triliun yang mudah-mudahan ada juga yang untuk kesehatan anak bangsa."
Ketiga, rakyat Amerika hampir 350 juta dan memiliki banyak industri global. Artinya, akan banyak kontak antara orang dan perusahaan Amerika dengan negara-negara lain, yang selain punya dampak ekonomi, sosial, industri, politik, juga tentang kesehatan masyarakat.
Dengan keluarnya Amerika Serikat dari WHO, kontak kesehatan antara Amerika Serikat dengan negara-negara lain (termasuk Indonesia) tentu akan bersifat bilateral atau setidaknya Amerika dengan regional (ASEAN), misalnya, yang tentu perlu pengaturan yang baik. (I-2)
DIREKTUR Pascasarjana Universitas YARSI, Prof Tjandra Yoga Aditama, mengatakan untuk penanggulangan kusta perlu diangkat sebagai prioritas nasional.
WHO menyatakan 500 juta perempuan di dunia terkena anemia. Yuk kenali dan ketahui cara mencegahnya.
Indonesia disebut telah mengambil langkah besar melalui pendekatan primary healthcare.
Penerapan konsep UPF secara kaku dan tanpa konteks dikhawatirkan dapat menimbulkan kebingungan konseptual, menstigma produk pangan tradisional yang sejatinya bermanfaat.
Kesehatan mental pelajar semakin memprihatinkan. Data CDC dan WHO menunjukkan tingginya depresi, pikiran bunuh diri, dan kasus bullying pada remaja di sekolah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved