JIKA kaum Ad dikenal sebagai arsitek bangunan tinggi, penerus mereka, kaum Tsamud, ialah para pemahat gunung yang jenius. Namun, kehebatan teknik yang melampaui zaman itu justru melahirkan kesombongan yang luar biasa.
Di tengah puncak kejayaan peradaban mereka, muncul seorang pria bernama Saleh yang membawa peringatan. Namun, Nabi Saleh AS ditantang dengan permintaan yang dianggap mustahil secara logika yaitu memunculkan seekor unta hidup dari dalam batu karang yang keras.
Siapakah Kaum Tsamud? Pewaris Kejayaan yang Memahat Gunung
Kaum Tsamud adalah bangsa kuno yang mendiami wilayah Al-Hijr. Kini lokasi itu dikenal sebagai Madain Saleh atau Hegra di Arab Saudi.
Mereka muncul setelah kehancuran kaum Ad. Belajar dari sejarah pendahulu mereka yang hancur karena angin kencang, kaum Tsamud memilih untuk tidak membangun gedung di atas tanah, melainkan memahat gunung-gunung batu menjadi istana dan tempat tinggal yang kokoh.
Secara arsitektur, mereka adalah pionir. Hingga hari ini, sisa-sisa peninggalan mereka di Madain Saleh diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pertama di Arab Saudi. Namun, di balik kemegahan pahatan batu tersebut, mereka terjebak dalam kemusyrikan dan penindasan sosial yang akut.
Rahasia Mukjizat Nabi Saleh: Unta Betina dari Perut Bumi
Nabi Saleh AS diutus untuk mengembalikan kaum Tsamud ke jalan tauhid. Namun, para pemuka kaum Tsamud yang sombong mengejek dakwah beliau. Mereka memberikan tantangan yang sangat spesifik untuk membuktikan kenabiannya.
Mereka menunjuk batu besar yang sangat keras dan meminta Nabi Saleh untuk mengeluarkan seekor unta betina yang sedang hamil tua dari dalam batu tersebut. Atas izin Allah SWT, Nabi Saleh berdoa, dan seketika batu itu terbelah.
Dari dalamnya keluar seekor unta betina yang besar dan indah, persis seperti yang mereka minta. Peristiwa ini membuat seluruh kaum Tsamud yang menyaksikannya gemetar ketakutan sekaligus takjub.
Manajemen Sumber Daya: Ujian melalui Pembagian Air
Mukjizat tersebut tidak datang tanpa syarat. Allah menetapkan aturan main yang ketat melalui Nabi Saleh.
Unta tersebut (yang disebut sebagai Naqatullah atau Unta Allah) harus dibiarkan makan di bumi Allah tanpa diganggu. Selain itu, ada aturan pembagian air sumur yang sangat krusial:
- Hari Pertama: Seluruh air sumur hanya boleh diminum oleh unta tersebut. Sebagai gantinya, kaum Tsamud boleh memerah susu unta itu sebanyak-banyaknya untuk kebutuhan seluruh kota.
- Hari Kedua: Air sumur sepenuhnya milik kaum Tsamud dan ternak mereka. Unta tersebut tidak akan menyentuh air sedikit pun.
Konflik muncul ketika para elite kaum Tsamud merasa hak istimewa mereka atas sumber daya air terganggu. Inilah yang sering terlupakan: kehancuran kaum Tsamud bukan hanya soal membunuh unta, tetapi soal ketidaksediaan mereka berbagi sumber daya alam dengan makhluk lain secara adil.
Baca juga: 25 Nabi dan Rasul beserta Tugas dan Mukjizatnya
Tragedi Pembunuhan Unta dan Azab Tiga Hari
Sembilan orang perusak di kota tersebut, dipimpin oleh Qudar bin Salif, akhirnya bersekongkol untuk membunuh unta mukjizat tersebut. Setelah unta itu disembelih, Nabi Saleh memberikan peringatan terakhir yang sangat mencekam.
"Bersenang-senanglah kalian di rumah kalian selama tiga hari. Itu adalah janji yang tidak dapat didustakan," ujar Nabi Saleh.
Pada hari ketiga, saat matahari terbit, suara ledakan dahsyat (As-Sayhah) dari langit mengguncang bumi dengan kekuatan yang tak terbayangkan. Seketika, jantung mereka terhenti, dan seluruh kaum Tsamud tewas bergelimpangan di dalam rumah-rumah batu yang mereka banggakan, seolah-olah mereka tidak pernah tinggal di sana.
Hal yang Sering Ditanyakan tentang Nabi Saleh
Di mana lokasi Madain Saleh?
Madain Saleh atau Al-Hijr terletak di wilayah Al-Ula, Provinsi Madinah, Arab Saudi. Tempat ini kini menjadi destinasi wisata sejarah yang sangat populer setelah dibuka secara luas oleh pemerintah Arab Saudi.
Mengapa Rasulullah SAW melarang masuk ke wilayah kaum Tsamud dengan tertawa?
Dalam suatu riwayat, saat melewati wilayah Al-Hijr dalam perjalanan menuju Perang Tabuk, Rasulullah SAW memerintahkan para sahabat untuk mempercepat langkah dan menangis (atau setidaknya merasa sedih) sebagai bentuk tadabbur atas azab yang pernah menimpa kaum yang sombong di sana.
Siapa yang membunuh unta Nabi Saleh?
Pembunuh utamanya adalah Qudar bin Salif. Dalam literatur Islam, ia dijuluki sebagai orang paling celaka di antara kaumnya.
Practical Checklist: Hikmah dari Peradaban Kaum Tsamud
- Keadilan Sosial: Belajar untuk tidak memonopoli sumber daya alam (seperti air) demi kepentingan kelompok tertentu.
- Etika Teknologi: Keahlian dalam arsitektur dan teknologi harus dibarengi dengan etika dan rasa syukur.
- Bahaya Kolektif: Kejahatan yang dilakukan segelintir orang (9 perusak) tetapi didukung secara diam-diam oleh mayoritas masyarakat dapat mendatangkan bencana bagi semua.
- Pelajaran Sejarah: Mengunjungi tempat bersejarah seperti Madain Saleh bukan sekadar untuk foto, tetapi untuk merenungi jejak peradaban yang hilang.
FAQ (Frequently Asked Questions)
- Apa mukjizat terbesar Nabi Saleh? Seekor unta betina yang keluar dari dalam batu besar atas izin Allah.
- Apa nama kaum Nabi Saleh? Kaum Tsamud.
- Bagaimana bentuk azab kaum Tsamud? Suara guntur yang menggelegar dahsyat disertai gempa bumi yang menghancurkan.
- Berapa orang yang merencanakan pembunuhan unta? Sembilan orang laki-laki yang dikenal sebagai perusak di bumi.
- Apa yang terjadi pada Nabi Saleh setelah azab? Beliau dan orang-orang beriman selamat dan diyakini pindah ke wilayah Ramlah di Palestina atau ke Mekah.
- Apakah Madain Saleh sama dengan Petra di Yordania? Secara gaya arsitektur (Nabatean) sangat mirip, namun Madain Saleh adalah situs utama kaum Tsamud di Arab Saudi.
- Apa pesan moral utama kisah ini? Bahwa kekuatan fisik dan kecanggihan teknologi tidak akan menyelamatkan manusia dari keadilan Ilahi jika mereka berbuat zalim.
- Mengapa unta tersebut disebut Unta Allah? Karena ia muncul tanpa proses kelahiran biologis biasa, melainkan langsung melalui perintah Allah sebagai tanda kekuasaan-Nya.
- Berapa lama waktu yang diberikan sebelum azab datang? Tiga hari setelah pembunuhan unta tersebut.
- Apakah ada sisa-sisa kaum Tsamud yang selamat? Hanya Nabi Saleh dan para pengikutnya yang beriman.
PENAFIAN
Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.
