Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Kanada Siap Perang Lawan AS jika Lakukan Invasi

Wisnu Arto Subari
21/1/2026 21:54
Kanada Siap Perang Lawan AS jika Lakukan Invasi
Donald Trump dan Mark Carney.(Al Jazeera)

ANGKATAN Bersenjata Kanada membuat model untuk mempersiapkan kemungkinan invasi Amerika Serikat (AS) setelah Donald Trump mengatakan ingin mencaplok wilayahnya.

Rencana tersebut, yang mengesampingkan wajib militer, diperkirakan menandai pertama kali dalam 100 tahun Ottawa merencanakan prospek serangan dari negara tetangga di perbatasan selatannya.

Menurut laporan di The Globe and Mail, surat kabar Kanada, para jenderal mengatakan negara itu harus beralih ke perang nonkonvensional karena kekuatan AS yang luar biasa.

Model tersebut memprediksi negara itu harus menerapkan taktik yang mirip dengan yang digunakan oleh Mujahidin Afghanistan melawan AS selama pendudukan Afghanistan. Ini seperti pasukan dan warga sipil bersenjata yang melakukan penyergapan gaya serang dan lari.

Drone juga dilaporkan dapat berperan dalam menimbulkan jumlah korban maksimum pada tentara AS yang menduduki negara itu. Ini seperti yang dilakukan pasukan Ukraina terhadap Rusia.

Model tersebut menggarisbawahi, di bawah kepresidenan Trump, Amerika Serikat bergeser dari perannya sebagai landasan aliansi Barat sejak akhir Perang Dunia Kedua.

Namun, model tersebut memperjelas bahwa sangat tidak mungkin Amerika Serikat akan menyerang tetangga utaranya.

Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengatakan pada Selasa (20/1) bahwa terjadi keretakan dalam tatanan dunia setelah Trump menuntut untuk mengambil alih Greenland.

Trump berulang kali mengatakan bahwa ia ingin Kanada menjadi bagian dari AS, mengejek pendahulu Carney, Justin Trudeau, sebagai gubernur negara besar Kanada dan bercanda bahwa Kanada adalah negara bagian ke-51.

Trump mengatakan banyak warga Kanada ingin negaranya menjadi 'negara bagian ke-51'.

Para pejabat pertahanan Kanada dilaporkan berpikir bahwa invasi AS dari Selatan dengan pasukan Amerika dapat melumpuhkan pertahanan Kanada dalam waktu sesingkat dua hari.

Militer Kanada akan merencanakan pemberontakan serupa dengan perang 20 tahun melawan AS yang dilakukan oleh kelompok jihadis di Afghanistan.

Militer Kanada, yang memiliki 71.500 anggota angkatan bersenjata ditambah 30.000 pasukan cadangan, jauh lebih kecil dibandingkan Angkatan Darat AS yang memiliki 2,8 juta personel.

Terdapat sekitar 186.000 anggota aktif Marinir AS. Kemungkinan besar Marinir AS akan melancarkan serangan ke Kanada dengan 40.000 personel cadangan.

Untuk mengatasi kekurangan tersebut, Kepala Staf Pertahanan Kanada, Jenderal Jennie Carignan, sebelumnya mengumumkan rencana membentuk pasukan cadangan sukarelawan berjumlah 400.000 orang untuk mengganggu pasukan penyerang.

Seorang sumber senior pertahanan mengatakan bahwa Kanada akan memiliki waktu paling lama tiga bulan untuk mempersiapkan invasi melalui darat dan laut. Indikasi pertama berupa peningkatan kekuatan militer AS.

Sekutu Kanada, seperti Inggris atau Prancis, akan diminta untuk membantu. Demikian pernyataan dalam dokumen perencanaan.

Di Davos pada Selasa, Carney menyambut hangat Emmanuel Macron dalam pertunjukan persatuan. Kedua pria itu berjabat tangan dan berpelukan.

Presiden Prancis, yang mengenakan kacamata hitam karena masalah mata, memimpin penolakan setelah presiden AS memublikasikan pesan teks pribadi dari Macron secara daring dan memperbarui janjinya untuk mencaplok Greenland.

Letnan Jenderal Purnawirawan Mike Day, mantan kepala perencana strategis untuk masa depan angkatan bersenjata Kanada, mengatakan bahwa tidak masuk akal jika AS benar-benar menyerang Kanada.

Namun jika mereka melakukannya, imbuhnya, Amerika pun tidak akan memiliki cukup pasukan untuk menduduki setiap kota besar di Kanada.

"Satu-satunya harapan mereka adalah serangan seperti yang dilakukan Rusia ke Kyiv dan berharap itu berhasil dan seluruh negara menyerah setelah mereka merebut pusat kekuasaan di Ottawa. Seperti Ukraina, menurut saya tidak mungkin kita akan menyerah jika mereka merebut ibu kota kita."

Trump mengincar Kanada karena ia tidak percaya negara itu mampu menangani ancaman dari Tiongkok dan Rusia dari utara. Di tengah ketegangan antara kedua negara, ia memberlakukan tarif 35% pada Ottawa Agustus lalu tetapi kemudian menurunkannya.

Laporan baru-baru ini dari NBC News mengatakan bahwa ia masih memiliki obsesi untuk menjadikan Kanada bagian dari AS. (The Telegraph/I-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya