Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Teror Hiu di Australia: 4 Serangan dalam 48 Jam, Warga Dilarang Berenang!

Thalatie K Yani
20/1/2026 09:29
Teror Hiu di Australia: 4 Serangan dalam 48 Jam, Warga Dilarang Berenang!
Ilustrasi(freepik)

PESISIR New South Wales (NSW), Australia, tengah dilanda rentetan serangan hiu yang mengkhawatirkan. Dalam kurun waktu kurang dari 48 jam, tercatat empat serangan hiu terjadi di berbagai titik sepanjang garis pantai negara bagian tersebut. Hal itu memicu peringatan darurat bagi para peselancar dan perenang.

Insiden terbaru terjadi pada Selasa (20/1) pagi di dekat Crescent Head, sekitar 450 kilometer di utara Sydney. Seorang peselancar pria berusia 39 tahun dilaporkan menderita luka ringan setelah seekor hiu menggigit papan selancarnya hingga tembus di dekat area perkemahan Point Plomer. Saat ini, korban berada di rumah sakit dalam kondisi stabil.

Rentetan Serangan Berdarah

Kejadian pada Selasa pagi tersebut melengkapi rangkaian teror hiu yang bermula sejak akhir pekan. Pada hari Minggu, seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun menderita luka kritis akibat gigitan hiu saat sedang berenang di salah satu pantai populer di Sydney Harbour.

Teror berlanjut pada Senin, di mana seorang peselancar muda berhasil lolos dari serangan di Pantai Dee Why, Sydney. Namun, selang beberapa jam kemudian di Pantai Manly yang letaknya tidak jauh dari lokasi sebelumnya, seorang pria berusia 27 tahun mengalami serangan hiu yang mengakibatkan cedera serius dan disebut "mengubah jalan hidupnya."

Penyebab Meningkatnya Aktivitas Hiu

Para pakar memperingatkan bahwa curah hujan yang sangat tinggi belakangan ini telah mengubah perairan NSW menjadi magnet bagi predator tersebut. Hujan lebat membawa aliran nutrisi yang melimpah ke laut, yang pada gilirannya menarik perhatian hiu untuk mendekat ke pesisir.

Otoritas meyakini bahwa hiu banteng (bull shark) terlibat dalam beberapa serangan tersebut. Berdasarkan data Australian Museum, hiu banteng merupakan satu dari sedikit spesies hiu yang berpotensi membahayakan manusia karena kemampuannya beradaptasi di air tawar maupun air asin. Data International Shark Attack File juga menempatkan spesies ini sebagai hiu paling mematikan ketiga di dunia.

Peringatan Resmi Kepolisian

Menanggapi situasi ini, pihak kepolisian setempat mengimbau masyarakat untuk menjauhi jalur air di seluruh NSW. Selain faktor aktivitas hiu, cuaca buruk baru-baru ini juga mengakibatkan penurunan kualitas air dan jarak pandang di bawah laut menjadi sangat buruk.

"Saya merekomendasikan untuk tidak berenang di pelabuhan atau sistem sungai lainnya di seluruh NSW saat ini," tegas Inspektur Joseph McNulty kepada wartawan pada hari Senin.

Meski Australia merupakan salah satu titik panas serangan hiu di dunia, para ahli menekankan bahwa peluang seseorang diserang hiu secara statistik sebenarnya masih sangat kecil. Namun, mengingat kondisi air yang keruh dan meningkatnya aktivitas predator saat ini, kewaspadaan tinggi sangat diperlukan. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya