Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

Guatemala Darurat Nasional! Geng Kriminal Bunuh 8 Polisi, Presiden Arevalo Ambil Tindakan Tegas

Thalatie K Yani
19/1/2026 09:04
Guatemala Darurat Nasional! Geng Kriminal Bunuh 8 Polisi, Presiden Arevalo Ambil Tindakan Tegas
Presiden Guatemala Bernardo Arevalo menetapkan status darurat nasional selama 30 hari setelah serangan brutal geng Barrio 18 dan MS-13 yang menewaskan 8 polisi.(Instagram)

PRESIDEN Guatemala, Bernardo Arevalo, resmi menetapkan status darurat nasional di seluruh wilayah negaranya pada Minggu waktu setempat. Langkah drastis ini diambil menyusul gelombang kekerasan mematikan geng kriminal yang menewaskan sedikitnya delapan anggota kepolisian.

Keputusan ini diumumkan Presiden Arevalo dalam pidato nasionalnya sebagai respons atas serangan terorganisir yang mengguncang stabilitas keamanan negara tersebut selama akhir pekan.

"Saya telah memutuskan untuk menyatakan keadaan darurat di seluruh wilayah nasional selama 30 hari, mulai hari ini," tegas Arevalo.

Pemicu Kekerasan: Balas Dendam Geng Kriminal

Otoritas keamanan Guatemala mengungkapkan pembunuhan terhadap delapan polisi tersebut merupakan aksi balas dendam. Geng-geng tersebut dilaporkan geram karena pemerintah menolak tuntutan mereka untuk memindahkan para pemimpin geng ke penjara dengan tingkat keamanan yang lebih rendah.

Aksi kekerasan pecah di ibu kota Guatemala City dan wilayah sekitarnya. Serangan ini terjadi hanya sehari setelah anggota geng di dalam penjara menyandera 46 orang di tiga lembaga pemasyarakatan yang berbeda di seluruh negeri.

Kendali Penjara Berhasil Direbut Kembali

Meski situasi sempat mencekam, Presiden Arevalo memastikan aparat keamanan kini telah berhasil menguasai kembali situasi di lapangan. Ia mengonfirmasi bahwa pasukan keamanan telah merebut kembali kontrol penuh atas tiga penjara yang sebelumnya sempat diduduki oleh para narapidana sejak hari Sabtu.

Dozens atau puluhan sandera yang sebelumnya ditahan oleh anggota geng di dalam penjara tersebut kini dilaporkan telah dibebaskan seiring dengan masuknya pasukan keamanan ke fasilitas-fasilitas tersebut.

Menangguhkan Ketentuan Konstitusi

Penerapan status darurat ini memberikan wewenang lebih bagi pemerintah untuk menangguhkan beberapa ketentuan dalam konstitusi guna mempercepat penanganan kelompok kriminal. Fokus utama operasi ini adalah memerangi dua geng besar yang paling ditakuti, yakni Barrio 18 dan Mara Salvatrucha (MS-13).

Kedua kelompok ini telah diklasifikasikan sebagai organisasi "teroris" oleh pemerintah Amerika Serikat maupun Guatemala. Mereka dituduh sebagai aktor intelektual di balik berbagai kasus pembunuhan kontrak, pemerasan lintas negara, hingga perdagangan narkoba skala besar.

Dengan status darurat yang berlaku selama 30 hari ke depan, pemerintah Guatemala berharap dapat memutus rantai kekerasan dan memastikan keamanan publik kembali kondusif dari ancaman teror geng kriminal. (AFP/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya