Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
MANTAN Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal, mengkritik pernyataan Kementerian Luar Negeri RI terkait serangan Amerika Serikat ke Venezuela yang dinilai terlalu umum dan tidak secara tegas menyebut peran Washington dalam insiden tersebut.
Pernyataan Kemenlu RI sebelumnya menyampaikan keprihatinan atas serangan militer AS ke Venezuela dan menilai langkah itu berpotensi menjadi preseden buruk bagi tatanan internasional. Namun, menurut Dino, sikap tersebut belum mencerminkan posisi Indonesia sebagai negara dengan tradisi politik luar negeri bebas aktif.
'Saya heran membaca pernyataan @Kemlu_RI (tentang) Venezuela yg sangat standar dan sama sekali tidak menyebut Amerika Serikat. Sejak kapan kita sungkan/takut mengkritik kawan yg lakukan pelanggaran hukum internasional?' tulis Dino melalui akun media sosial X.
Ia juga menyoroti belum adanya pernyataan langsung dari Menteri Luar Negeri RI Sugiono di tengah reaksi global atas tindakan AS terhadap Venezuela. Menurut Dino, absennya sikap terbuka dari pimpinan diplomasi Indonesia menimbulkan pertanyaan di tingkat internasional.
'Kenapa Menlu @Menlu_RI Sugiono sampai sekarang tidak bersuara, padahal dunia menunggu pandangan Indonesia sbg pemain Global South yg penting,' lanjutnya.
Dino menilai situasi ini justru menjadi momentum bagi Indonesia untuk menunjukkan kepercayaan diri dan konsistensi dalam memperjuangkan prinsip hukum internasional dan kedaulatan negara, terlepas dari relasi kemitraan dengan negara besar.
'Ini momen Indonesia perlu percaya diri menunjukkan sikap, sama ketika kita dulu menentang invasi AS thdp Iraq,' ucap Dino.
Ia menegaskan, politik luar negeri bebas aktif tidak sekadar berarti menjaga hubungan baik dengan semua pihak, melainkan keberanian mengambil sikap ketika prinsip dasar dilanggar.
'Bebas aktif itu artinya BERANI berpendirian. Bermitra dgn AS, dan dgn negara manapun, tidak boleh menjadikan Indonesia negara penurut yg mengorbankan hal2 yg prinsipil.'
Serangan militer AS ke Venezuela dan penangkapan Presiden Nicolás Maduro memicu kecaman dari sejumlah negara serta pakar hukum internasional yang menilai tindakan tersebut melanggar prinsip kedaulatan dan hukum internasional. Sejumlah negara di kawasan Amerika Latin dan Global South juga menyuarakan kekhawatiran atas preseden yang ditimbulkan oleh langkah unilateral tersebut.
Pemerintah Indonesia sejauh ini menyerukan penghormatan terhadap hukum internasional, perlindungan warga sipil, serta penyelesaian. (Ant/I-1)
KEMENTERIAN Luar Negeri (Kemlu) menegaskan sikap Indonesia terhadap krisis Venezuela berdasarkan hukum internasional serta memastikan perlindungan WNI dan stabilitas kawasan.
SERANGAN Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela menandai kembalinya praktik unilateralisme secara terang-terangan dalam politik internasional. T
Rizal Sukma menanggapi kritik Dino Patti Djalal soal sikap Indonesia terhadap serangan Amerika Serikat ke Venezuela.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved