Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
THAILAND dan Kamboja kembali terlibat saling tuding terkait serangan di kawasan perbatasan yang diperebutkan, dengan kedua pihak mengeklaim lawan menargetkan warga sipil. Di tengah meningkatnya ketegangan, keinginan Presiden AS Donald Trump untuk kembali melakukan intervensi mendapat penolakan.
Menurut pejabat dari kedua negara, sedikitnya 15 orang dilaporkan meninggal dalam rangkaian pertempuran terbaru. Lebih dari 500 ribu orang telah meninggalkan rumah mereka di wilayah perbatasan, tempat jet tempur, tank, hingga drone digunakan dalam operasi masing-masing pihak.
Bentrokan yang pecah sejak Senin itu kini bereskalasi menjadi salah satu konfrontasi paling intens sejak Juli, ketika Trump turut campur tangan untuk menghentikan pertempuran.
Dalam pidato Selasa (9/12) malam waktu AS, Trump menyatakan tekadnya untuk meredakan konflik yang kembali memanas.
"Saya benci mengatakan ini, yang bernama Kamboja-Thailand, dan itu dimulai hari ini, dan besok saya harus melakukan panggilan telepon," kata Trump.
"Siapa lagi yang bisa mengatakan, Saya akan menelepon dan menghentikan perang antara dua negara yang sangat kuat, Thailand dan Kamboja?," ucapnya.
Ia kemudian menegaskan bahwa percakapan resmi dengan kedua negara dijadwalkan pada Kamis (11/12).
"Saya pikir saya bisa membuat mereka berhenti berperang," katanya pada Rabu (10/12) waktu setempat.
"Saya pikir saya dijadwalkan untuk berbicara dengan mereka besok," lanjutnya.
Namun, Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menyatakan bahwa persoalan ini harus diselesaikan oleh kedua negara secara langsung.
"Para pemimpin nasional lainnya mungkin memiliki niat baik dalam menginginkan perdamaian," kata Anutin.
"Tidak bisa sesederhana mengangkat telepon dan menelepon. Harus ada janji temu yang tepat dan poin-poin pembicaraan yang disepakati," ucapnya.
Militer Thailand juga menegaskan tujuan operasinya yang berfokus pada melumpuhkan kemampuan militer Kamboja.
Sejumlah pejabat senior Kamboja menyampaikan bahwa tindakan mereka murni bersifat defensif dan pemerintah siap untuk kembali ke meja perundingan demi meredakan ketegangan.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, yang tahun ini membantu menengahi kesepakatan gencatan senjata bersama AS dan Tiongkok, mengaku telah berbicara dengan pimpinan kedua negara pada Selasa (9/12).
Meski belum ada titik temu, ia menilai kedua belah pihak menunjukkan keterbukaan untuk melanjutkan negosiasi guna meredakan ketegangan.
Militer Thailand menyebut pertempuran pada Rabu (10/12) berlangsung di 16 garis kontak berbeda. Mereka melaporkan serangan roket dari pasukan Kamboja yang mendarat di sekitar Rumah Sakit Phanom Dong Rak di provinsi Surin, memaksa evakuasi mendadak.
Thailand juga menuduh Kamboja menggunakan drone untuk menjatuhkan bom, roket BM-21, serta mengerahkan tank di beberapa titik, termasuk di dekat kompleks Kuil Preah Vihear abad ke-11 yang menjadi salah satu pemicu sengketa berkepanjangan.
Sebaliknya, militer Kamboja menuding Thailand melancarkan tembakan artileri, mortir, serta mengoperasikan drone bersenjata yang menghantam kawasan permukiman. Jet tempur F-16 Thailand disebut memasuki wilayah udara Kamboja berkali-kali dan menjatuhkan bom di dekat zona sipil.
"Pasukan Kamboja telah berjuang dengan gigih melawan musuh yang maju dan telah teguh dalam peran mereka melindungi integritas teritorial Kamboja," tulis kementerian pertahanan dalam pernyataan resmi.
Ketegangan terus meningkat sejak bulan lalu, setelah Thailand menangguhkan langkah de-eskalasi menyusul luka parah seorang prajurit akibat ranjau darat yang menurut Bangkok dipasang oleh Kamboja. Phnom Penh membantah tuduhan tersebut.
Dalam pertempuran terbaru, pemerintah Kamboja melaporkan sedikitnya 10 warga sipil tewas dan 46 orang lainnya luka-luka. Di pihak Thailand, lima tentara tewas dan 68 orang mengalami luka.
Ratusan ribu orang telah dievakuasi, tetapi sebagian warga memilih bertahan.
"Saya harus tinggal di sini," kata Wuttikrai Chimngarm, yang bersembunyi di balik bunker darurat di provinsi Buriram.
"Saya kepala desa, jika bukan saya, lalu siapa? Siapa yang akan melindungi rumah dan barang-barang penduduk desa dari penjarah?" pungkasnya. (ABC/Fer/I-1)
PARA penasihat Presiden AS tidak sabar menghadapi keberatan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat mereka terus mendorong fase kedua dari rencana perdamaian Gaza.
DEWAN Perdamaian Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut dirinya sebagai badan penjaga perdamaian internasional baru dan keanggotaan tetap tidak akan murah.
PEMERINTAHAN AS meminta negara-negara yang menginginkan tempat tetap di Dewan Perdamaian Gaza untuk menyumbang setidaknya US$1 miliar atau sekitar Rp17 triliun.
SERUAN Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang kian gencar agar AS merebut atau memperoleh Greenland memicu gelombang kritik baru, termasuk dari kalangan Partai Republik sendiri.
PENTAGON di bawah Donald Trump menginstruksikan sekitar 1.500 personel militer aktif yang bermarkas di Alaska untuk bersiaga menghadapi kemungkinan penugasan ke Minnesota,
UNI Eropa mulai mempertimbangkan langkah balasan keras terhadap Amerika Serikat (AS) menyusul ancaman Presiden Donald Trump untuk memberlakukan tarif tinggi dan tekanan terkait Greenland.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved