Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) 19th kembali hadir di Bangkok, menawarkan panggung global bagi generasi muda dari 35 negara untuk bersuara dan bergerak menghadapi isu-isu dunia terkini. Mengangkat tema “Youth for Resilience: Fostering Strength and Innovation in the Face of Global Adversity,” konferensi selama empat hari ini, yang berlangsung pada 21–24 November 2025, menghadirkan diskusi intens, kolaborasi inspiratif, dan pengalaman diplomasi internasional yang tak terlupakan.
AYIMUN dirancang untuk pemula agar bisa langsung merasakan dunia diplomasi tanpa takut salah. Sekitar 90% peserta AYIMUN 19th adalah pelajar atau mahasiswa yang baru pertama kali ikut MUN. Selama konferensi, setiap peserta dibimbing secara langsung oleh ketua dewan (chairs), sehingga mereka bisa belajar dengan nyaman, percaya diri, dan menikmati pengalaman diplomasi internasional yang suportif dan menyenangkan.
Mengusung tema “Youth for Resilience: Fostering Strength and Innovation in the Face of Global Adversity”, AYIMUN 19th menghadirkan lima council dengan lima topik yang berbeda, yaitu:
● United Nations Human Rights Council (UNHRC): Reassessing the Necessity of the Death Penalty
● World Health Organization (WHO): In Time: Delivery of Healthcare Services in Conflict Areas
● International Criminal Police Organization (INTERPOL): Extradition of Drug Trafficking Criminals
● United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO):
Striking the Right Balance: Embracing AI Assistance in Education Without Compromising Academic Integrity
● United Nations Children’s Fund (UNICEF): The Virtual Roadblocks: Safeguarding Children’s Safety and Security in Online Video Games
Sebagai pengelola AYIMUN 19th, International Global Network adalah organisasi pendidikan dan kepemudaan yang berkomitmen mengasah potensi generasi muda melalui pembelajaran internasional dan pengalaman lintas budaya. Sejak berdiri pada 2016, organisasi ini telah berhasil menyelenggarakan berbagai konferensi internasional, termasuk
Asia Youth International Model United Nations, yang rutin menghadirkan ratusan peserta dari puluhan negara. Dengan reputasinya sebagai penyelenggara MUN terbesar di Asia-Pasifik, International Global Network tidak sekadar menawarkan simulasi diplomasi, tetapi juga pengalaman belajar transformatif yang menumbuhkan rasa percaya diri, kepemimpinan, dan empati bagi peserta dari seluruh dunia.
Muhammad Fahrizal selaku Presiden International Global Network menegaskan keyakinannya bahwa ketangguhan bukan sekadar kemampuan untuk bertahan, tetapi kemampuan untuk menjadikan setiap tantangan sebagai lompatan maju. Ia melihat bahwa para peserta yang hadir hari ini sudah menunjukkan kesiapan mereka untuk menghadapi dunia dan mengubah tantangan menjadi kesempatan.
“Ketangguhan bukan sekadar mampu melewati tantangan. Ketangguhan adalah kemampuan mengubah tantangan menjadi peluang. Dan dengan berdiri di ruangan ini hari ini, kalian telah membuktikan bahwa kalian siap,” kata Fahrizal dalam pidato pembukanya pada opening ceremony AYIMUN 19th.
Partisipasi dalam konferensi AYIMUN 19th juga diakui oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) yang berada di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Pengalaman ini tidak hanya menjadi bukti kemampuan akademik dan diplomasi, tetapi juga dapat menjadi nilai tambah yang signifikan bagi peserta dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, termasuk sebagai referensi prestasi untuk masuk universitas unggulan.
International Global Network juga telah mempersiapkan konferensi selanjutnya yaitu AsiaYouth International Model United Nations 20th (AYIMUN 20th) yang akan diselenggarakan pada 16–19 Januari 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia, dan Asia World Model United Nations XIII (AWMUN XIII) pada 16–20 April 2026.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing. Kunjungan pertama dalam 8 tahun ini menjadi titik balik hubungan kedua negara.
Ia menilai Indonesia sebaiknya mendorong penurunan eskalasi konflik, terutama karena Indonesia telah ditetapkan sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia PBB periode 2026.
Pimpinan Komisi I DPR RI mengecam keras aksi bintang film dewasa asal Inggris, Tia Emma Billinger alias Bonnie Blue, yang dinilai melecehkan bendera Merah Putih.
Yuddy Chrisnandi menyoroti lemahnya peran lembaga internasional seperti PBB, OECD, G20, dan IMF, yang kini menghadapi ujian eksistensi dan relevansi di tengah meningkatnya ketegangan global.
Rini Widyantini menyoroti transformasi birokrasi digital yang tengah dijalankan pemerintah, serta pentingnya kolaborasi lintas negara dalam memperkuat tata kelola publik
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved