Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Jaksa Agung Spanyol Álvaro García Ortiz Mundur Setelah Divonis Bersalah Bocorkan Informasi Rahasia

Thalatie K Yani
21/11/2025 07:20
Jaksa Agung Spanyol Álvaro García Ortiz Mundur Setelah Divonis Bersalah Bocorkan Informasi Rahasia
Jaksa Agung Spanyol Álvaro García Ortiz mundur setelah Mahkamah Agung menjatuhkan sanksi dua tahun larangan jabatan akibat membocorkan informasi pajak seorang pengusaha. (Media Sosial X)

JAKSA Agung Spanyol, Álvaro García Ortiz, resmi mengundurkan diri setelah Mahkamah Agung memvonisnya bersalah karena membocorkan informasi rahasia dalam sebuah kasus yang memicu ketegangan politik nasional. Putusan tersebut semakin menajamkan perpecahan antara pemerintah kiri pimpinan Perdana Menteri (PM) Pedro Sánchez dan oposisi konservatif.

Mahkamah Agung menyimpulkan García Ortiz secara melanggar hukum mengungkapkan detail status pajak seorang pengusaha bernama Alberto González Amador, pasangan dari seorang politisi konservatif senior. Atas tindakan itu, pengadilan menjatuhkan sanksi berupa larangan dua tahun menjabat sebagai jaksa agung, denda €7.200, serta kewajiban membayar kompensasi €10.000 kepada González Amador.

Kasus ini bermula pada Maret 2024 ketika kantor kejaksaan mengeluarkan siaran pers yang menyebut González Amador telah meminta kesepakatan pembelaan setelah ditemukan menghindari pembayaran pajak senilai €350.951. Dokumen itu dimaksudkan untuk meluruskan laporan media yang salah, yang menyebut bahwa kejaksaanlah yang mengajukan tawaran kesepakatan tersebut.

Kesalahan informasi tersebut berasal dari kepala komunikasi Presiden Regional Madrid, Isabel Díaz Ayuso, yang juga merupakan pasangan González Amador. Merasa privasinya dilanggar, González Amador kemudian melaporkan García Ortiz. 

Selama proses hukum, García Ortiz juga dituduh membocorkan informasi terkait kasus itu kepada media. Namun, beberapa jurnalis yang bersaksi menegaskan ia bukan sumber informasi mereka. García Ortiz menyatakan siaran pers tersebut semata dibuat untuk mengoreksi laporan yang keliru.

Meski demikian, Mahkamah Agung tetap menjatuhkan vonis. García Ortiz masih memiliki hak untuk mengajukan banding.

Reaksi politik pun mencerminkan perpecahan tajam yang telah berlangsung lama. Juru bicara Partai Rakyat (PP), Ester Muñoz, mengatakan, “Sánchez harus meminta maaf kepada rakyat Spanyol, mengundurkan diri, dan segera menggelar pemilu, dalam urutan itu.” Pemerintah menyatakan tidak sepakat dengan putusan tersebut, namun menghormatinya dan akan melanjutkan proses penunjukan jaksa agung baru.

Di sisi lain, beberapa politisi kiri mengecam putusan itu sebagai bermuatan politis. Menteri Kesehatan dari Partai Sumar, Mónica García, menyebut putusan tersebut sebagai “pukulan mematikan terhadap asas praduga tak bersalah” dan menilai bahwa keputusan itu menyeret rakyat Spanyol “di bawah roda bus” dalam konteks penegakan hukum.

Kasus ini menjadi pukulan terbaru bagi pemerintahan Sánchez, yang tengah menghadapi tekanan hukum terkait beberapa sosok di lingkaran politiknya. Mulai dari saudara sang perdana menteri hingga dua mantan pejabat senior Partai Sosialis yang terseret dugaan skandal korupsi. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik