Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Bertambah Warga AS Anggap Ekonomi Trump tidak Menguntungkan

Ferdian Ananda Majni
11/11/2025 08:49
Bertambah Warga AS Anggap Ekonomi Trump tidak Menguntungkan
Seorang pria menjual tas dan dompet palsu murah di Manhattan, pekan lalu.(AFP)

PRESIDEN Donald Trump telah kembali menjabat cukup lama sehingga rakyat Amerika Serikat (AS) setidaknya bisa mengharapkan secercah masa keemasan ekonomi yang dijanjikannya. Namun, sinyal peringatan mulai bermunculan.

Sinyal peringatan tersebut datang dari para pemilih dan data yang belum lengkap selama penutupan pemerintah yang berlangsung lama. Perekonomian memang sedang berkembang, tetapi ketergantungan pada ledakan kecerdasan buatan dan pasar saham membuat pertumbuhan tampak timpang.

Partai Demokrat mengalahkan Partai Republik pimpinan Trump pekan lalu dalam pemilu yang diwarnai kekhawatiran tentang biaya hidup. Separuh responden dalam survei pada Oktober oleh Harris Poll untuk Bloomberg News yang dilansir, Senin (10/11), mengatakan perekonomian tidak menguntungkan mereka atau naik dari 41% pada Februari. Hanya sepertiga yang mengatakan keuangan mereka lebih baik daripada tahun lalu.

Tentu saja, para analis memperingatkan bahwa banyak kebijakan Trump belum sepenuhnya berlaku. Diskon pajaknya menjanjikan peningkatan investasi bisnis yang berkembang pesat dalam upaya membangun pusat data. Akan tetapi, ada hambatan dari perang dagang Trump yang menyebabkan banyak perusahaan membekukan belanja modal.

Harga tinggi

Untuk saat ini, dengan pasar kerja yang mendingin, survei konsumen dan jajak pendapat politik menunjukkan bahwa masyarakat AS pesimistis terhadap ekonomi dan penanganan presiden terhadapnya. Kandidat Demokrat yang berkampanye dengan isu-isu keuangan menang dengan selisih besar dalam pemilihan gubernur Virginia dan New Jersey. 

Mereka memanfaatkan kecemasan yang sama atas harga tinggi. Isu inilah yang juga dipakai Trump untuk mengalahkan Joe Biden.

"Perekonomian tetap tangguh di permukaan, tetapi semakin bergantung pada tiga pilar yang sempit dan saling terkait yaitu konsumen kaya, investasi yang didorong kecerdasan buatan, dan kenaikan harga aset," tulis Gregory Daco, Kepala Ekonom di EY-Parthenon dan Presiden National Association for Business Economics. "Jika salah satu pilar ini melemah, struktur keseluruhannya akan menjadi jauh lebih tidak stabil."

Presiden dan timnya mengakui bahwa gebrakan mereka tidak akan membuahkan hasil dalam semalam sekaligus menetapkan ekspektasi hal itu akan terjadi. Pada kuartal keempat, "Anda akan merasakan kekuatan ekonomi Donald Trump," ujar Menteri Perdagangan Howard Lutnick kepada Bloomberg Television pada Maret lalu.

Jadwal meleset

Kini Menteri Keuangan Scott Bessent mengubah jadwal tersebut. "Pada 2026 akan menjadi tahun yang luar biasa dan rakyat AS akan merasakannya di dompet mereka," ujarnya kepada Fox Business minggu lalu. 

Trump sendiri berdalih bahwa ia telah memenuhi janjinya. "Saya tidak ingin mendengar tentang keterjangkauan karena harganya jauh lebih murah."

Di sisi pertumbuhan, para ekonom saat ini melihatnya sebagai perlambatan hingga ujung tahun pertama Trump yang penuh gejolak. Produk domestik bruto AS menyusut di awal akibat lonjakan impor yang monumental, karena perusahaan dan konsumen bergegas untuk menghindari tarif serta kemudian pulih dengan cepat untuk sementara waktu.

Menurut Pelaksana Tugas Ketua Dewan Penasihat Ekonomi, Pierre Yared, Gedung Putih melihatnya sebagai transisi bertahap sedang berlangsung antara ekonomi Biden dan Trump. "Kebijakan presiden membuahkan hasil," kata Yared dalam wawancara telepon. 

Ia menunjuk tiga metrik utama yaitu pertumbuhan keseluruhan, lapangan kerja dengan gaji yang baik, dan membangun rantai pasokan yang aman di Amerika. Ditambah lagi kinerja AS lebih unggul dibandingkan negara-negara lain seperti Uni Eropa.

Rilis data

Penutupan pemerintah telah menunda rilis data pekerjaan pada September dan angka-angka ekonomi lain. Sumber-sumber alternatif menunjukkan minimnya perekrutan. Pengangguran rendah tetapi meningkat. Perusahaan-perusahaan termasuk Amazon.com Inc. dan Target Corp. melakukan PHK. Satu laporan menunjukkan perusahaan-perusahaan AS mengumumkan pemutusan hubungan kerja terbanyak pada Oktober dalam lebih dari dua dekade.

Manufaktur khususnya, saat Trump menjanjikan kebangkitan yang didorong tarif, ternyata tengah berjuang. Sektor ini berkontraksi selama delapan bulan berturut-turut dan kehilangan 42 ribu pekerjaan sejak April--penurunan terpanjang sejak pandemi--setelah presiden mengumumkan tarif globalnya.

Yared mengatakan yang penting ialah kualitas pekerjaan. Ia menunjuk pada peningkatan produktivitas manufaktur tahun ini serta gaji mingguan yang disesuaikan dengan inflasi lebih tinggi di pabrik, pertambangan, dan konstruksi. Semua merupakan area prioritas bagi pemerintahan.

Di industri seperti manufaktur, konstruksi, pertanian, dan perhotelan, jumlah tenaga kerja yang tersedia menyusut sebagian karena tindakan keras imigrasi Trump. Setelah gelombang penggerebekan dan deportasi, penyeberangan perbatasan bulanan yang melonjak di bawah Biden kini anjlok mendekati nol.

Hal itu membuat beberapa perusahaan kesulitan mencari pekerja. Itu juga berarti lebih sedikit pekerjaan baru yang dibutuhkan untuk menjaga pengangguran tetap stabil. Namun, American Enterprise Institute yang konservatif memperkirakan bahwa perubahan kebijakan Trump akan memangkas pertumbuhan hingga 0,4 poin persentase tahun ini.

Survei menunjukkan warga AS khawatir tentang pasar kerja dan perekonomian secara keseluruhan. Rata-rata jajak pendapat RealClearPolitics untuk tingkat persetujuan atas Trump terhadap topik ini menurun tajam sejak ia kembali menjabat pada Januari. Sentimen konsumen bulan ini anjlok mendekati level terendah yang pernah tercatat.

Tarif impor

Perdagangan menjadi prioritas utama agenda periode kedua Trump. Presiden menepati janji kampanyenya untuk menaikkan pajak impor dengan tujuan merevitalisasi manufaktur, menghapus defisit dengan mitra dagang AS, dan meningkatkan pendapatan pemerintah.

Hal terakhir sedang terjadi yaitu tarif AS yang sekarang mencapai level tertinggi dalam sekitar satu abad, Departemen Keuangan mengumpulkan sekitar US$30 miliar per bulan. Trump juga membangga-banggakan investasi di AS yang dijanjikan perusahaan dan mitra dagang sebagai hasil dari kesepakatan yang dibuatnya.

Namun, pendekatan maju mundur dalam mengenakan bea masuk--yang kembali diwujudkan bulan lalu ketika ia mengurangi tarif impor dari Tiongkok--menyebabkan ketidakpastian. Banyak bisnis menunda keputusan investasi dan perekrutan hingga mereka melihat tarif stabil. 

Mahkamah Agung mungkin masih memiliki suara dalam hal ini. Dalam sidang pekan lalu, para hakim tampak skeptis bahwa Trump memiliki kewenangan konstitusional untuk mengenakan tarif berbasis negara dan putusan dapat dikeluarkan pada akhir tahun. Sebagian besar ekonom memperkirakan perang dagang akan menghambat pertumbuhan tahun depan, meskipun dampaknya terhadap harga konsumen belum sebesar yang diantisipasi.

Harga listrik

Dengan tingkat inflasi utama sebesar 3%, angka tersebut kurang lebih sama dengan saat Trump menjabat, setelah harga melonjak kumulatif sebesar 20% di bawah Biden pascapandemi. Ekspektasi bisnis terhadap harga di tahun mendatang tetap stabil dan kekhawatiran terburuk konsumen tampaknya telah mereda dalam beberapa bulan terakhir.

Meskipun demikian, keluhan tentang biaya hidup membantu Partai Demokrat meraih kemenangan dua digit dalam pemilihan gubernur Virginia dan New Jersey. Satu hal yang mengkhawatirkan di kedua negara bagian, dan berpotensi di seluruh negeri dalam pemungutan suara paruh waktu tahun depan, ialah kenaikan harga listrik, salah satu isu politik paling panas di warga AS.

Trump dan Bessent menempatkan energi lebih murah sebagai inti program mereka. Mereka menyebutkan penurunan biaya bensin tahun ini dan berpendapat deregulasi akan menurunkannya lebih lanjut. 

Namun, dorongan AI pemerintah dapat menggelembungkan tagihan listrik karena pusat data membutuhkan daya dalam jumlah besar. Meskipun raksasa AI menikmati pembebasan tarif untuk peralatan utama, generator listrik tidak begitu diunggulkan. Ini meningkatkan risiko bahwa kapasitas akan tertinggal dari permintaan dan menambah tekanan harga.

Pasar saham

Salah satu tempat AI jelas-jelas meningkatkan harga adalah pasar saham AS. Indeks S&P 500 menambahkan nilai sekitar US$8 triliun tahun ini, mengatasi kemerosotan musim semi yang dipicu tarif Trump. 

Raksasa teknologi yang disebut Magnificent Seven adalah penggeraknya. Nvidia Corp, pembuat cip yang menjadi pusat perkembangan AI, baru-baru ini menjadi perusahaan pertama di dunia yang bernilai US$5 triliun. Semua kekayaan ekuitas baru tersebut mendorong belanja konsumen yang menyumbang sekitar dua pertiga permintaan dalam perekonomian tetapi juga cenderung condong ke arah orang kaya.

Rumah tangga di 10% teratas distribusi pendapatan menyumbang 49,2% dari pengeluaran pada kuartal kedua, pangsa tertinggi dalam data sejak 1989, menurut Moody's Analytics. Sementara itu, ada tanda-tanda bahwa warga AS berpenghasilan rendah sedang mengurangi pengeluaran.

Hal itu membuat beberapa analis membicarakan ekonomi berbentuk K hampir setahun setelah masa jabatan kedua Trump. Ini menggambarkan beberapa rumah tangga dan industri berkembang pesat sementara yang lain kesulitan.

"Jika Anda tinggal di daerah hulu 'K', segalanya tak dapat disangkal luar biasa," kata Joe Brusuelas, kepala ekonom di RSM US. "Akan tetapi jika Anda tinggal dan bekerja di daerah hilir 'K', Anda stres, segalanya berisiko. Tampaknya ekonomi menjadi semakin tidak aman bagi orang-orang yang tinggal di wilayah tersebut." (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya