Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

7 Fakta tentang Gempa Jepang di Iwate hingga Peringatan Tsunami

 Gana Buana
09/11/2025 22:27
7 Fakta tentang Gempa Jepang di Iwate hingga Peringatan Tsunami
Fakta tentang gempa di Jepang(Dok. The Times of India)

GEMPA Jepang kembali mengguncang wilayah timur laut pada Sabtu, 9 November 2025, tepatnya di lepas pantai Prefektur Iwate. Guncangan dengan kekuatan magnitudo 6,9 memicu peringatan tsunami yang sempat membuat ribuan warga di sepanjang pesisir panik dan mengungsi ke tempat aman.

Meski gelombang yang muncul relatif kecil, kejadian ini mempertegas bahwa Jepang masih menjadi salah satu negara dengan aktivitas seismik paling tinggi di dunia.

1. Gempa Kuat Mengguncang Lepas Pantai Iwate

Sekitar pukul 17:03 waktu Jepang (15:03 WIB), gempa di Jepang hari ini terjadi di kedalaman sekitar 16 kilometer di bawah laut, berjarak sekitar 50 km dari garis pantai Prefektur Iwate.

Badan Meteorologi Jepang (JMA) mencatat guncangan terasa kuat di kota-kota seperti Miyako, Kamaishi, dan Ofunato, serta dirasakan hingga ke Aomori dan Miyagi.

Gempa ini termasuk dalam kategori gempa dangkal, yang berpotensi memicu tsunami meski tidak menyebabkan kerusakan besar di daratan.

2. Jepang Keluarkan Peringatan Tsunami di Iwate

Beberapa menit setelah gempa Jepang di Iwate terjadi, JMA langsung mengeluarkan peringatan tsunami (Tsunami Advisory). Warga di sepanjang pesisir utara diminta segera menjauh dari pantai karena potensi gelombang mencapai 1 hingga 3 meter. Sirene peringatan berbunyi di beberapa kota, dan otoritas setempat membuka pusat evakuasi sementara di daerah ketinggian.

3. Gelombang Tsunami yang Tercatat Relatif Kecil

Meskipun sempat dikhawatirkan berbahaya, gelombang yang tercatat oleh stasiun pasang surut tergolong kecil. Berikut hasil pengamatan resmi:

  • Ofunato: ± 20 cm
  • Miyako: ± 15 cm
  • Kamaishi: ± 18 cm
  • Kuji: sekitar 20 cm

Tidak ada laporan banjir besar atau kerusakan infrastruktur akibat gelombang tsunami Jepang ini. Kapal-kapal nelayan hanya mengalami sedikit pergeseran di pelabuhan.

4. Peringatan Tsunami Dicabut setelah Tiga Jam

Setelah dilakukan pemantauan selama tiga jam tanpa adanya gelombang tambahan, Badan Meteorologi Jepang mencabut peringatan tsunami pada pukul 20:00 waktu setempat (18:00 WIB). Warga diperbolehkan kembali ke rumah, namun tetap diimbau untuk siaga terhadap gempa susulan.

5. Tidak Ada Korban Jiwa dari Gempa Jepang Hari Ini

Hingga malam hari, tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan besar akibat gempa di Jepang hari ini. Pemerintah Prefektur Iwate menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang sigap mengikuti prosedur evakuasi.

Kesiapan infrastruktur dan pelatihan tanggap bencana terbukti membantu mengurangi risiko korban dalam peristiwa ini.

6. Transportasi dan Listrik Sempat Terganggu

Akibat gempa Jepang 9 November 2025, Tohoku Shinkansen, jalur kereta cepat utama di timur laut Jepang, sempat dihentikan sementara.

Beberapa daerah mengalami pemadaman listrik singkat, namun sistem berhasil pulih dalam waktu kurang dari dua jam. Pemeriksaan menyeluruh dilakukan sebelum layanan transportasi dibuka kembali.

7. Pemerintah Jepang Ingatkan Waspada Gempa Susulan

Pemerintah pusat dan Kantor Perdana Menteri Jepang bersama JMA mengingatkan kemungkinan terjadinya gempa susulan kuat dalam 2–3 hari ke depan. Warga diminta menyiapkan tas darurat, memperbarui peta evakuasi, dan mengikuti berita resmi dari pemerintah untuk menghindari kepanikan akibat informasi hoaks.

Kesimpulan:

Kejadian gempa Jepang di Iwate pada Minggu (9/11) menjadi contoh nyata bagaimana sistem peringatan dini tsunami Jepang bekerja secara efisien. Dalam waktu hitungan menit setelah gempa, sirene berbunyi, pesan darurat dikirim ke ponsel warga, dan jalur evakuasi diaktifkan.

Meski gelombang yang muncul kecil dan tidak menimbulkan korban, kesiapsiagaan masyarakat Jepang kembali membuktikan efektivitas pendidikan bencana yang telah mereka bangun selama puluhan tahun.

Sebagai negara dengan sejarah panjang gempa besar seperti Tohoku 2011 dan Kumamoto 2016, Jepang terus berupaya menjaga kesadaran publik agar setiap gempa di Jepang dapat dihadapi dengan tenang dan terukur. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya