Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
GEMPA bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang pesisir timur laut Jepang pada Minggu sore (waktu setempat). Guncangan terasa kuat di Prefektur Iwate dan wilayah pesisir Sanriku. Japan Meteorological Agency (JMA) melaporkan pusat gempa berada di Samudra Pasifik, sekitar 10 kilometer di bawah permukaan laut, dan sempat memicu peringatan tsunami setinggi 1 meter.
Gempa bumi ini disebabkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Pasifik yang menunjam ke bawah Lempeng Okhotsk (bagian dari Lempeng Amerika Utara) di sepanjang zona konvergen timur Jepang.
Proses ini menyebabkan penumpukan tekanan tektonik yang besar di bawah dasar laut. Ketika tekanan itu dilepaskan secara tiba-tiba, terjadilah patahan naik (thrust fault), tipe patahan yang umum menyebabkan gempa besar di Jepang dan berpotensi memicu tsunami.
Karena kedalaman episentrum hanya sekitar 10 km, energi getarannya mencapai permukaan dengan cepat, menyebabkan guncangan kuat di daratan Iwate serta pergeseran kecil dasar laut, yang memicu gelombang tsunami minor.
Tak lama setelah gempa, JMA mengeluarkan peringatan tsunami untuk wilayah pesisir utara Jepang, memperkirakan ketinggian gelombang maksimum mencapai 1 meter.
Gelombang kecil benar-benar terdeteksi di beberapa pelabuhan:
Gelombang tersebut tidak menimbulkan kerusakan berarti, dan peringatan tsunami dicabut sekitar tiga jam kemudian.
Jepang terletak di kawasan Pacific Ring of Fire, jalur seismik aktif yang menjadi tempat pertemuan beberapa lempeng besar dunia.
Wilayah Sanriku, tempat gempa hari ini terjadi, juga merupakan lokasi dari beberapa gempa dahsyat masa lalu, termasuk:
Kedua peristiwa itu berasal dari zona subduksi yang sama. Gempa M 6.7 kali ini tergolong menengah, namun mekanismenya serupa.
Guncangan menyebabkan:
Masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dalam beberapa hari ke depan, meskipun risiko tsunami tambahan dinilai rendah.
Gempa berkekuatan M 6.7 di Jepang pada 9 November 2025 terjadi akibat aktivitas subduksi lempeng Pasifik yang menekan wilayah timur laut Jepang. Mekanisme patahan naik di dasar laut memicu pergeseran vertikal kecil yang menghasilkan tsunami minor hingga 20 cm.
Peristiwa ini kembali menegaskan bahwa Jepang, sebagai negara di “Cincin Api Pasifik”, akan selalu menghadapi risiko gempa tektonik serupa. (The Times of India/Z-10)
Jepang kembali diguncang gempa besar pada Sabtu sore, 9 November 2025, kali ini berpusat di lepas pantai Prefektur Iwate, kawasan timur laut negeri tersebut
Otoritas Meteorologi Jepang pada Minggu mengumumkan peringatan tsunami untuk Prefektur Iwate setelah terjadi gempa berkekuatan magnitudo 6,7 di perairan timur laut negara tersebut.
Gempa bermagnitudo 5,4 mengguncang gugusan Kepulauan Tokara di Prefektur Kagoshima, Jepang barat daya, pada Sabtu (5/7).RR
Badan Meteorologi Jepang (JMA) membantah keterkaitan antara rangkaian gempa bumi dan ramalan bencana yang muncul di sebuah cerita manga karya Ryo Tatsuki dengan judul The Future I Saw.
Pemerintah Jepang mulai melakukan evakuasi terhadap warganya yang tinggal di pulau-pulau barat daya akibat gempa yang terus terjadi di wilayah tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved