Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

13 Anggota Geng Tren de Aragua Ditangkap Polisi Spanyol

Thalatie K Yani
08/11/2025 13:27
13 Anggota Geng Tren de Aragua Ditangkap Polisi Spanyol
Polisi Spanyol berhasil membongkar sel pertama geng kriminal Venezuela, Tren de Aragua, di Barcelona. (Media Sosial X)

POLISI Spanyol menangkap 13 orang yang diduga merupakan anggota geng kriminal asal Venezuela, Tren de Aragua, dalam sebuah operasi besar yang digelar pekan lalu. Penangkapan ini menjadi kali pertama salah satu sel jaringan tersebut berhasil dibongkar di wilayah Spanyol.

Sebagian besar tersangka ditangkap di Barcelona, sementara otoritas masih menelusuri kemungkinan adanya anggota lain yang terlibat. Menurut keterangan Inspektur Kepala Kantor Informasi Umum Kepolisian Nasional, sebagian besar dari mereka berasal dari Venezuela, meskipun ada juga tersangka berkewarganegaraan lain.

Tren de Aragua dikenal sebagai salah satu geng paling berbahaya di Amerika Latin, dengan catatan panjang kasus perdagangan narkoba, pembunuhan, pemerasan, dan kekerasan bersenjata. Geng ini juga menjadi sasaran Presiden AS Donald Trump, yang pada Januari lalu menandatangani perintah eksekutif yang menetapkan Tren de Aragua dan sejumlah kelompok lain sebagai organisasi teroris asing.

Sejak September, Amerika Serikat telah melakukan serangkaian serangan mematikan di Karibia terhadap kapal yang diduga terkait jaringan narkoba milik geng tersebut.

Operasi di Spanyol ini dilakukan setelah polisi menangkap saudara pemimpin tertinggi Tren de Aragua, yang dikenal dengan julukan “Niño Guerrero”, pada Maret 2024. Ia diduga terlibat dalam tindak terorisme, perdagangan manusia, penyelundupan senjata, pemerasan, dan pencucian uang. Penangkapan itu memicu kecurigaan bahwa geng ini telah memperluas operasinya ke Eropa, khususnya ke Spanyol.

Hasil penyelidikan menunjukkan adanya jaringan di beberapa wilayah Spanyol yang diduga mendanai aktivitas kriminal melalui perdagangan narkoba, terutama kokain dan “tusi”, narkoba bubuk berwarna merah muda yang dikenal dengan efek halusinasinya. Menurut US Drug Enforcement Administration (DEA), tusi atau pink cocaine berasal dari bahan kimia 2C-B yang pertama kali digunakan untuk menciptakan obat ini.

Kepolisian Spanyol mengatakan, sel tersebut dibongkar saat masih dalam tahap awal atau “embrionik”, sebelum mereka sempat menguatkan jaringan di negara itu. Kelompok ini diyakini telah aktif sejak 2023, beroperasi di wilayah El Raval dan sekitar Arc de Triomf di Barcelona, serta di kawasan El Cañaveral, Madrid timur.

Meski demikian, polisi masih menyelidiki asal pasokan kokain, yang diduga berasal dari negara-negara Eropa lain. Para anggota sel juga diketahui memproduksi tusi di rumah mereka sendiri.

Operasi ini dilakukan dengan dukungan Kepolisian Nasional Kolombia dan proyek AMERIPOL–EL PACTO 2.0, yang mendorong kerja sama keamanan antara Uni Eropa, Amerika Latin, dan Karibia dalam memerangi kejahatan lintas batas. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya