Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PASUKAN paramiliter Rapid Support Forces (RSF) mengklaim telah merebut kota el-Fasher di wilayah barat Sudan. Hal ini menandai titik balik besar dalam perang saudara yang telah berlangsung sejak tahun 2023.
Dalam pernyataannya di media sosial, RSF menyebut telah merebut el-Fasher “dari genggaman tentara bayaran dan milisi yang bersekutu dengan tentara teroris.” Hingga kini, militer Sudan belum memberikan tanggapan atas klaim tersebut.
Kehilangan el-Fasher akan menjadi pukulan berat bagi militer, karena kota ini merupakan benteng terakhir pemerintah di wilayah Darfur. Dengan jatuhnya el-Fasher, RSF kini hampir sepenuhnya menguasai kawasan tersebut.
Sebelumnya, kelompok itu juga mengumumkan keberhasilan merebut markas Komando Divisi ke-6 militer Sudan, menghancurkan kendaraan lapis baja dan menyita sejumlah besar peralatan perang. BBC Verify telah mengonfirmasi keaslian video yang memperlihatkan para pejuang RSF berada di dalam kompleks markas militer tersebut.
Sementara itu, kelompok pro-militer Popular Resistance menuduh RSF menjalankan “kampanye disinformasi media” untuk melemahkan moral pasukan pemerintah.
Selama 18 bulan terakhir, RSF telah mengepung el-Fasher, menyebabkan sekitar 300.000 warga sipil terperangkap di tengah gempuran udara dan serangan artileri. Citra satelit pada Agustus lalu memperlihatkan tembok tanah besar dibangun di sekitar kota, diduga untuk mencegah warga melarikan diri.
Sebagian kecil wilayah el-Fasher dilaporkan masih dikuasai militer dan kelompok bersenjata sekutu. Namun para pengamat memperkirakan mereka tidak akan mampu bertahan lama.
Kepala bantuan kemanusiaan PBB, Tom Fletcher, menyatakan keprihatinan mendalam terhadap situasi tersebut dan menyerukan gencatan senjata segera di seluruh wilayah Darfur. “Ratusan ribu warga sipil terjebak dan ketakutan, dibombardir, kelaparan, dan tanpa akses terhadap makanan, layanan kesehatan, atau tempat aman,” ujar Fletcher dalam pernyataannya.
Ia menambahkan bahwa intensitas serangan telah membuat bantuan kemanusiaan mustahil disalurkan ke kota itu.
Kondisi di el-Fasher semakin memburuk dengan meluasnya kelaparan dan penyakit akibat serangan berulang dan minimnya pasokan makanan serta obat-obatan.
PBB dan Amerika Serikat sebelumnya menuduh RSF melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan dan genosida terhadap populasi non-Arab di Darfur.
Sejak konflik meletus pada April 2023, lebih dari 150.000 orang tewas dan sekitar 12 juta warga terpaksa mengungsi, menjadikan Sudan salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia. (BBC/Z-2)
PAPAN reklame digital berukuran raksasa yang menyoroti dugaan peran Uni Emirat Arab (UEA) dalam perang Sudan kini terpampang mencolok di pusat Kota London, Inggris.
TAK jauh dari Stadion Tottenham Hotspur yang megah di London utara, berdiri blok apartemen yang tampak biasa saja.
RATUSAN mantan tentara Kolombia direkrut ke Sudan dengan iming-iming gaji besar dan pekerjaan aman di Uni Emirat Arab (UEA).
TINGKAT kemiskinan di Sudan meningkat tajam dari 21% menjadi 71% akibat konflik bersenjata. Kondisi ini menyebabkan sekitar 23 juta warga hidup di bawah garis kemiskinan.
Militer Sudan akan menumpas kelompok pemberontak Rapid Support Forces (RSF) dan memastikan keamanan perbatasan negara.
PEMERINTAH Sudan mengusulkan keterlibatan Turki dan Qatar dalam upaya mediasi negosiasi damai antara tentara Sudan dan RSF agar menghasilkan kesepakatan yang lebih adil.
KEPALA Hak Asasi Manusia PBB Volker Turk menyampaikan keprihatinannya atas kekejian di El-Fasher, Sudan, serta memperingatkan bahwa kekerasan serupa juga berlangsung di Kordofan.
Pemerintah Sudan akan membahas usulan gencatan senjata dari AS di tengah konflik militer-RSF yang menewaskan puluhan ribu orang dan memicu krisis kemanusiaan.
KENGERIAN baru muncul dari Darfur, Sudan Barat, setelah kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF) merebut kota El Fasher, ibu kota Negara Bagian Darfur Utara.
BANYAK keluarga ditembak mati saat mereka berlindung. Anak-anak kecil menangisi jenazah ibu mereka di padang pasir. Para dokter ditawan untuk tebusan kemudian dieksekusi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved