Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA kapal milik Global Flotilla sebelumnya dibom oleh Zionis Israel, tetapi ratusan aktivis dunia dari berbagai kalangan tetap menunjukkan tekad kuat untuk berlayar menuju Gaza, Palestina. Namun, keberangkatan mereka yang menamakan diri Armada Sumud itu menuju Gaza dari Tunisia masih mengalami penundaan.
Penyelenggara menyebut cuaca buruk dan kendala logistik sebagai alasan utama.
"Keberangkatan Armada Sumud Global dari Tunisia ke Gaza diputuskan untuk ditunda hingga Kamis bukan Rabu, karena cuaca buruk dan alasan logistik," kata Nabil Chennoufi, anggota komite pengarah armada cabang Maghreb, kepada Anadolu dikutip Jumat (12/9).
Chennoufi menjelaskan pihaknya masih menunggu perkembangan cuaca. "Kami akan menunggu hingga besok pagi untuk kemudian memutuskan keberangkatan, dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, dan memberi kesempatan untuk mengatasi beberapa kekurangan logistik," sebutnya.
Dia menepis anggapan bahwa penundaan berkaitan dengan ancaman keamanan. "Tidak ada alasan seperti itu. Pagi ini, kami mengadakan rapat keamanan dengan semua instansi, dan mereka memberi kami izin untuk berangkat dan bahkan mendesak kami untuk berlayar," sebutnya.
Menurutnya, kondisi hujan dan angin menjadi pertimbangan utama.
Armada tersebut melibatkan sekitar 36 kapal. "Ada sekitar 36 kapal yang terlibat, dua atau tiga kapal di antaranya belum sepenuhnya siap berlayar, tapi mungkin nanti akan bergabung dengan kami," jelas Chennoufi.
Jumlah peserta diperkirakan mencapai 500 hingga 700 orang, dengan potensi bertambah ketika bergabung dengan kapal dari Italia dan Spanyol. Chennoufi juga menyebut Mesir telah mengizinkan sebuah kapal dari negaranya ikut serta, meski belum ada konfirmasi resmi dari otoritas Mesir.
Dukungan Publik di Tunisia
Armada direncanakan berangkat dari pelabuhan Sidi Bou Said, dekat Tunis. Ribuan warga Tunisia berkumpul pada Rabu di pelabuhan dan pantai sekitar untuk memberikan dukungan.
Mereka membawa bendera Palestina dan Tunisia sambil meneriakkan slogan-slogan solidaritas, termasuk "Dengan jiwa dan darah kami, kami berkorban untukmu, Palestina dan Hentikan genosida.”
Sebelumnya, pada Minggu, sekitar 20 kapal dari Spanyol tiba di Tunisia untuk bergabung dengan armada. Kapal-kapal ini berangkat dari Barcelona, Spanyol, serta Genoa, Italia.
Armada Sumud Global terdiri dari Koalisi Armada Kebebasan, Gerakan Global ke Gaza, Armada Maghreb Sumud, serta Organisasi Perlawanan Nusantara Malaysia. Ratusan aktivis dari lebih 40 negara terlibat dalam misi ini.
Langkah ini menjadi upaya maritim terbesar menuju Gaza, setelah sebelumnya Israel berulang kali mencegat kapal individu yang berusaha masuk. Para aktivis yang ditahan biasanya dideportasi, sementara kapal disita.
Sejak 2 Maret, Israel menutup semua penyeberangan menuju Gaza, menghentikan masuknya makanan, obat-obatan dan bantuan kemanusiaan.
Penutupan ini memperburuk krisis kelaparan di wilayah tersebut, meski truk bantuan menumpuk di perbatasan. (Anadolu/H-3)
PADA 3 Februari, Presiden RI Prabowo Subianto mengadakan pertemuan tertutup dengan spektrum organisasi kemasyarakatan Islam di Istana Negara.
Korban jiwa di Gaza mencapai 72.027 orang. Meski gencatan senjata berlaku sejak Oktober 2025, evakuasi jenazah dan serangan sporadis Israel masih terus memakan korban.
Citra satelit ungkap militer Israel buldoser Pemakaman Perang Gaza. Makam tentara Sekutu PD I & II hancur, memicu kecaman atas penodaan situs bersejarah militer.
WAKIL Menteri Luar Negeri periode 2014 Dino Patti Djalal menilai keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) merupakan pilihan yang realistis untuk mendorong perdamaian di Gaza.
ANGGOTA Komisi I DPR RI Amelia Anggraini mendesak pemerintah Indonesia mengambil sikap tegas terhadap serangan Israel yang kembali menggempur wilayah Gaza,
Posisi Indonesia dalam BOP seharusnya tidak sekadar administratif, melainkan menjadi instrumen penekan bagi pihak-pihak yang mencederai kesepakatan damai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved