Headline
BANGSA ini punya pengalaman sejarah sangat pahit dan traumatis perihal kekerasan massal, kerusuhan sipil, dan pelanggaran hak asasi manusia
BANGSA ini punya pengalaman sejarah sangat pahit dan traumatis perihal kekerasan massal, kerusuhan sipil, dan pelanggaran hak asasi manusia
SEBUAH permukiman Israel baru resmi berdiri pada Sabtu (30/8) di dekat permukiman ilegal Kiryat Arba, pinggiran Hebron, Tepi Barat yang diduduki. Langkah ini menjadi perluasan permukiman pertama dalam beberapa dekade terakhir.
Menurut laporan surat kabar Israel Hayom, lingkungan baru yang dinamakan Aviad tersebut dibangun di dekat persimpangan Beni Naim, wilayah selatan Hebron. Sebanyak 10 keluarga tercatat mulai menempati area itu dalam beberapa hari terakhir.
Permukiman Aviad berada di lokasi strategis, tepat di jalan penghubung antara Hebron dengan permukiman ilegal Israel di selatan kota.
Dewan Kiryat Arba menyebut tujuan pembangunan permukiman ini adalah untuk memutus hubungan geografis antara wilayah Palestina dari Hebron hingga Gurun Negev dan memperkuat hubungan antara permukiman (ilegal Israel) Kiryat Arba dan Maale Hever.
Ketua Dewan, Yisrael Bramson menilai pendirian lingkungan baru ini sebagai langkah bersejarah yang mewujudkan visi yang telah berlanjut selama beberapa generasi.
Seluruh permukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki dinyatakan ilegal menurut hukum internasional. Konvensi Jenewa Keempat dengan tegas melarang kekuatan pendudukan memindahkan penduduk sipilnya ke wilayah yang didudukinya.
Pengumuman pembangunan ini bertepatan dengan rapat Kabinet Keamanan Israel pada Minggu.
Dalam pertemuan tersebut, para pejabat dilaporkan membahas langkah-langkah terhadap Palestina, termasuk kemungkinan aneksasi wilayah Tepi Barat.
Rencana ini muncul sebagai respons atas inisiatif sejumlah negara Barat yang diperkirakan akan mengakui Palestina pada September mendatang. (Anadolu/Fer/I-1)
SURVEI baru menemukan bahwa 60% generasi Z di Amerika Serikat (AS) lebih menyukai Hamas daripada Israel dalam perang genosida yang sedang berlangsung di Gaza.
SPANYOL mengecam keputusan AS yang mencabut visa Presiden Mahmoud Abbas dan 80 pejabat lain Palestina menjelang sidang tahunan Majelis Umum PBB di New York pada September.
ARMADA pembawa bantuan kemanusiaan yang melibatkan aktivis dari berbagai negara, termasuk aktivis iklim asal Swedia Greta Thunberg, dijadwalkan berangkat dari Barcelona pada Minggu (31/8).
PALANG Merah pada Sabtu (30/8) memperingatkan bahwa rencana Israel untuk mengevakuasi Kota Gaza berisiko besar bagi warga sipil.
GERAKAN militan Houthi Yaman mengonfirmasi bahwa Perdana Menteri mereka, Ahmed Ghaleb Nasser al-Rahawi, tewas dalam serangan udara Israel awal pekan ini.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved