Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH posisi Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk berbagai negara mitra strategis masih kosong hingga saat ini. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pakar hubungan internasional terkait kelancaran diplomasi dan potensi kerja sama antarnegara.
Pakar Hubungan Internasional dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Teuku Rezasyah menilai kekosongan tersebut dapat mempersulit proses perundingan bilateral. Dia menekankan pentingnya posisi dubes dalam menjaga kelancaran komunikasi dan negosiasi antarpemerintah.
"Seorang Duta Besar memiliki akses langsung pada pemerintah yang menugaskannya, serta presiden yang memberikan kepercayaan guna bertugas," ujar Teuku Rezasyah dihubungi Media Indonesia, Minggu (6/7).
Menurutnya, jika negosiasi dilakukan oleh pejabat yang bukan Dubes, maka proses birokrasi akan menjadi lebih panjang dan tidak efisien. Hal ini juga bisa memunculkan persepsi negatif dari negara mitra.
"Itu dapat ditafsirkan oleh pihak ketiga sebagai tidak sungguh-sungguh membangun hubungan bilateral. Karena seorang Dubes memiliki akses guna bertemu dan berkonsultasi dengan berbagai pihak, mulai dari Kepala Negara dan jajaran birokrasi di bawahnya," jelasnya.
Rezasyah menambahkan bahwa tanpa keberadaan dubes, terbukanya jaringan kerja sama baru di berbagai bidang bisa terhambat.
"Ketiadaan seorang Duta Besar akan mempersulit terbukanya jaringan baru di berbagai bidang. Terutama sekali perdagangan, budaya, investasi dan pendidikan," tegasnya.
Lebih lanjut, dia juga menyoroti pentingnya posisi dubes dalam perlindungan WNI di luar negeri. Menurutnya, kehadiran dubes akan meningkatkan rasa aman bagi diaspora Indonesia yang tinggal di negara akreditasi.
"Keberadaan Dubes di negara tertentu akan memperkuat keyakinan WNI yang berada di negara tersebut, jika mereka akan lebih terlindung, dalam hal terjadinya sesuatu di negara tersebut," lanjutnya.
Selain itu, partisipasi aktif dubes dalam program kerja sama bilateral dinilai akan meningkatkan kredibilitas Indonesia di mata negara sahabat.
"Perhatian seorang Dubes atas berbagai program kerjasama akan meningkatkan kredibilitas negara sang Dubes di negara yang Dubes tersebut ditempatkan," ungkapnya.
Dia juga menekankan bahwa Dubes yang aktif dalam kegiatan di wilayah penugasannya dapat memperkuat ikatan antarmasyarakat dan memperdalam semangat persaudaraan antarnegara.
"Dubes yang aktif dalam berbagai kegiatan di wilayah penugasannya, seperti pendidikan, kebudayaan dan teknologi, akan memberikan semangat persaudaraan yang lebih mendalam bagi kedua negara," pungkas Teuku Rezasyah. (H-3)
Presiden Prabowo resmi melantik 25 pejabat tinggi dan 10 duta besar baru dalam rangka memperkuat struktur birokrasi dan diplomasi Indonesia.
MENTERI Luar Negeri (Menlu) Sugiono memaparkan sejumlah pekerjaan rumah yang harus segera dijalankan oleh enam duta besar dan dua wakil tetap Indonesia yang baru dilantik.
Menurut Utut, dari ke-24 nama tersebut, tidak ada satupun yang berasal dari unsur partai politik atau politisi aktif.
Seluruh tahapan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap 24 calon dubes telah selesai dilaksanakan. Berikut daftar lengkapnya
PAKAR hubungan internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana mengatakan para duta besar (dubes) terpilih harus bisa memahami situasi di tengah konflik global.
Wakil Duta Besar Gita Kamath bertemu dengan Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena untuk membahas kerja sama Australia dengan NTT.
Duta Besar RI untuk Tiongkok dan Mongolia, Djauhari Oratmangun, menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam memperkuat hubungan strategis antara Indonesia dan Tiongkok di masa depan.
Kunjungan Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier di Manado juga merayakan hubungan pendidikan antara Indonesia dan Australia.
Di Ambon, Dubes Brazier mengunjungi Pemakaman Commonwealth di Ambon, untuk meletakkan karangan bunga di tugu peringatan bagi warga Australia yang gugur dalam peperangan di Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto melantik 10 duta besar luar biasa dan berkuasa penuh dan 1 wakil duta besar untuk sejumlah negara sahabat.
Momen yang paling menyentuh bagi Masaki Yasushi ialah saat berkunjung ke Biak, Papua.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved