Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PERTEMUAN antara Presiden AS Donald Trump, Wakil Presiden JD Vance, dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Ruang Oval Gedung Putih, Washington, Amerika Serikat, Jumat (28/2) waktu setempat berubah menjadi ketegangan dan adu mulut.
Runtuhnya dukungan AS untuk Ukraina seakan benar-benar terjadi. Zelensky meninggalkan Gedung Putih tanpa menandatangani kesepakatan terkait mineral yang direncanakan. Pertemuan kedua pemimpin negara tampak berjalan dengan baik sebelum berubah menjadi kacau balau, sangat cepat.
Dalam beberapa menit yang mencengangkan, kesempatan berfoto diplomatik di Ruang Oval yang seharusnya menjadi langkah menuju perdamaian antara Ukraina dan Rusia berubah menjadi pertikaian sengit yang membuat nasib Kyiv berada di ujung tanduk.
Trump dan Zelensky selama 40 menit pertama melakukan pertemuan dengan baik-baik saja. Sebagai dua mantan tokoh televisi, mereka berdua tahu cara bersikap di depan kamera.
Mereka berjabat tangan, Trump sempat bercanda dengan lembut tentang pakaian Zelensky. Sementara itu, Zelensky yang mantan komedian juga menjaga suasana tetap tenang.
Kemudian, tiba-tiba, suasana heboh dan menjadi salah satu adegan paling luar biasa yang pernah terjadi di Ruang Oval.
Keributan bermula dari pembicaraan Wakil Presiden AS JD Vance. Dia seakan menyalakan api pemicunya. Dalam diskusi di Ruang Oval tersebut, Vance menuduh Zelensky tidak bersyukur atas dukungan AS ketika pemimpin Ukraina itu mempertanyakan seruannya untuk diplomasi dengan Moskow.
"Saya pikir tidak sopan bagi Anda untuk datang ke Ruang Oval dan mengajukan gugatan ini di depan media Amerika," kata Vance.
Suasana pun memanas. Zelensky melipat tangannya dan bertanya kepada Vance apakah dia pernah ke Ukraina. Vance balik menuding Zelensky memainkan isu tur propaganda. Ketika Zelensky mengatakan AS bisa saja merasakan perang di masa mendatang, Trump menjadi marah.
"Jangan beri tahu kami apa yang akan kami rasakan," kata Trump meninggikan suaranya.
Setelah itu, perdebatan terjadi di bawah sorotan penuh media dunia. Akhirnya Trump menghentikannya dan jurnalis yang ada di Ruang Oval dikawal keluar ruangan. Sekitar satu jam kemudian, Zelensky tiba-tiba meninggalkan Gedung Putih dan seremoni penandatanganan kesepakatan mineral dibatalkan. (H-4)
Serangan drone Rusia di Ukraina timur menewaskan 12 penambang dan menghantam rumah sakit bersalin di Zaporizhzhia di tengah suhu ekstrem dan penundaan perundingan damai.
Serangan drone Rusia menghantam kereta penumpang di Kharkiv, menewaskan sedikitnya 4 orang. Zelensky sebut serangan sipil ini murni aksi terorisme.
KEPALA Dana Investasi Langsung Rusia Kirill Dmitriev, pada Selasa (27/1), mengatakan bahwa penarikan pasukan Ukraina dari Donbas dapat mendorong perdamaian di Ukraina.
AMERIKA Serikat memastikan perundingan lanjutan antara Ukraina dan Rusia akan kembali digelar di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada 1 Februari mendatang.
Ukraina umumkan status darurat sektor energi akibat serangan rudal Rusia di tengah musim dingin ekstrem. Presiden Zelensky bentuk satgas khusus 24 jam.
Menurut Donald Trump, satu-satunya faktor yang membuat posisi Ukraina tetap bertahan hingga saat ini adalah peran dirinya.
Ribuan orang berkumpul di Kota Roma untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Paus Fransiskus. Pemakaman tersebut dihadiri oleh sejumlah pemimpin dunia dan tokoh penting.
Zelensky berkunjung ke London untuk berunding menyusul perdebatan sengit dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Gedung Putih sehari sebelumnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved