Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat bergabung dengan Rusia dalam memberikan suara menentang resolusi Majelis Umum PBB, yang mengecam perang Rusia terhadap Ukraina pada hari Senin, dalam perubahan mengejutkan dari kebijakan AS selama bertahun-tahun.
Suara menentang resolusi yang didukung Ukraina dan negara-negara Eropa ini menempatkan AS dalam posisi berlawanan dengan sekutu lamanya di Eropa, serta justru berpihak pada agresor dalam perang tersebut, tepat pada peringatan tiga tahun invasi besar-besaran Moskow ke Ukraina.
Keputusan ini muncul saat pemerintahan Donald Trump tengah melakukan diskusi dengan Moskow mengenai kemungkinan mengakhiri perang, sementara Trump sendiri semakin meningkatkan retorikanya terhadap Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Resolusi tersebut tetap disahkan Majelis Umum dengan 93 suara mendukung. Dokumen ini mencatat "dengan keprihatinan invasi besar-besaran Ukraina oleh Federasi Rusia telah berlangsung selama tiga tahun dan terus menimbulkan dampak yang menghancurkan serta berkepanjangan, tidak hanya bagi Ukraina, tetapi juga bagi kawasan lain serta stabilitas global." Resolusi tersebut juga "menyerukan deeskalasi, penghentian permusuhan secepatnya, dan penyelesaian damai terhadap perang di Ukraina."
Sementara itu, AS mengajukan resolusi tandingan di Majelis Umum yang tidak menyebut Rusia sebagai agresor atau mengakui integritas wilayah Ukraina.
Resolusi AS tersebut "memohon agar konflik segera diakhiri dan mendesak perdamaian yang berkelanjutan antara Ukraina dan Rusia." Selain itu, dokumen tersebut juga "menyayangkan hilangnya nyawa secara tragis dalam konflik Rusia-Ukraina" serta menegaskan kembali "tujuan utama Perserikatan Bangsa-Bangsa, sebagaimana dinyatakan dalam Piagam PBB, adalah menjaga perdamaian dan keamanan internasional serta menyelesaikan perselisihan secara damai."
AS diperkirakan akan mengajukan rancangan resolusi yang sama di Dewan Keamanan PBB pada Senin malam.
Sebelum pemungutan suara di Majelis Umum, Duta Besar Dorothy Shea, Kuasa Usaha Misi AS untuk PBB, mendesak "semua negara anggota, termasuk Ukraina dan Rusia," untuk mendukung resolusi tersebut.
"Pernyataan sederhana dan bersejarah dari Majelis Umum yang menatap ke depan, bukan ke belakang. Sebuah resolusi yang berfokus pada satu gagasan sederhana: Mengakhiri perang. Jalur menuju perdamaian adalah mungkin," ujarnya.
"Tuan Presiden, itulah sebabnya Amerika Serikat menolak mengajukan resolusi lain. Dan itulah sebabnya kami tidak dapat mendukung resolusi Ukraina, serta mendesak agar resolusi tersebut ditarik demi pernyataan kuat yang berkomitmen untuk mengakhiri perang dan bekerja menuju perdamaian yang berkelanjutan," tambah Shea.
Namun, pada akhirnya, AS memilih abstain dalam pemungutan suara atas resolusinya sendiri di Majelis Umum setelah sejumlah amandemen yang memperkuat kecaman terhadap Rusia dan menegaskan kembali integritas wilayah Ukraina disahkan sebelum pemungutan suara. (CNN/Z-2)
Hamas menolak resolusi Dewan Keamanan PBB yang mendukung rencana perdamaian Gaza dan penempatan pasukan internasional.
Ketua DPR AS, Mike Johnson, menegaskan AS tidak memiliki keselarasan dengan Kremlin, tetapi menghindari menjawab apakah AS benar dalam menentang resolusi PBB.
INDONESIA menegaskan komitmennya terhadap perjuangan rakyat Palestina dengan menyampaikan rancangan resolusi dalam Sidang Darurat Majelis Umum PBB, Rabu (11/12).
Kemenlu RI menyatakan bahwa Indonesia menyambut baik pengesahan resolusi Majelis Umum PBB terkait situasi di Gaza yang menuntut gencatan senjata segera.
AS pada Rabu (20/11) memveto resolusi Dewan Keamanan PBB untuk gencatan senjata dalam perang Israel di Gaza. AS menuduh anggota dewan secara sinis menolak upaya mencapai kompromi.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
Kim Jong-un sinyalkan penguatan nuklir dan ICBM pada Kongres Partai ke-9. Pyongyang fokus pada pembangunan militer luar biasa dan konsolidasi kekuasaan absolut.
Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 2010 oleh Presiden AS saat itu Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, dan mulai berlaku pada 5 Februari 2011.
INDONESIA mendesak Amerika Serikat (AS) dan Rusia segera melanjutkan perundingan untuk mencegah perlombaan senjata nuklir baru.
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Letjen Vladimir Alexeyev, petinggi intelijen GRU Rusia, ditembak di apartemennya di Moskow. Serangan ini menambah panjang daftar jenderal Rusia yang jadi target.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved