Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA ahli penerbangan mengatakan kepada CNN, diperlukan lebih banyak informasi dan bukti diperlukan sebelum pihak berwenang Korea Selatan dapat secara definitif menentukan penyebab kecelakaan pada Minggu, termasuk spekulasi dari pejabat setempat mengenai kemungkinan tabrakan dengan burung.
Komentar ini muncul setelah Lee Jeong-hyun, kepala Dinas Pemadam Kebakaran Muan, memberi penjelasan kepada media bahwa penyebabnya “diperkirakan adalah tabrakan dengan burung atau cuaca buruk.” Cuplikan kecelakaan menunjukkan langit cerah pada saat itu.
David Soucie, mantan inspektur keselamatan Federal Aviation Administration (FAA), mengatakan “spekulasi adalah musuh terburuk bagi seorang penyelidik.”
“Faktanya, itulah sebabnya informasi dalam penyelidikan kecelakaan pesawat dilindungi. Mereka tidak seharusnya membuat spekulasi tentang hal-hal seperti ini,” kata Soucie kepada Paula Newton dari CNN.
Konsultan industri penerbangan, Scott Hamilton, sependapat dengan kekhawatiran Soucie dan mendesak pihak berwenang Korea Selatan untuk “berhenti membuat pernyataan definitif” pada tahap ini.
“Pada titik ini, tidak mungkin Anda bisa mengetahui penyebab kecelakaan ini,” katanya.
Hamilton mengatakan bahwa perekam data penerbangan (flight data recorder) dan perekam suara kokpit (cockpit voice recorder) keduanya terletak di ekor pesawat, yang tampaknya relatif utuh.
“Karena tampaknya tidak ada api di bagian ekor yang ekstrem, data tersebut seharusnya bisa dibaca dalam waktu yang cukup cepat. Pada suatu titik, Anda akan memiliki rekaman komunikasi pesawat dari kokpit yang akan membantu mengidentifikasi apa yang terjadi,” ujarnya.
Sebagai konteks: Pihak penyelamat Korea Selatan mengatakan bahwa mereka akan mencari perekam data penerbangan "kotak hitam" setelah mereka berhasil mengevakuasi korban yang tersisa, menurut pengarahan dari Kementerian Transportasi. "Kotak hitam" memberikan fakta-fakta penting bagi penyelidik keselamatan penerbangan saat menyusun kejadian tersebut. (CNN/Z-3)
Polisi Korea Selatan menggerebek Bandara Internasional Muan untuk hari kedua dalam penyelidikan kecelakaan pesawat Jeju Air yang menewaskan 179 orang.
Polisi Korea Selatan menggeledah Bandara Internasional Muan, kantor Jeju Air, dan beberapa lokasi terkait dalam penyelidikan kecelakaan fatal pesawat Jeju Air yang menewaskan 179 orang.
Sebanyak 140 dari 179 korban tewas dalam kecelakaan pesawat Jeju Air di Muan, Korea Selatan, telah teridentifikasi secara sementara.
Otoritas keselamatan transportasi AS akan membantu Korea Selatan dalam penyelidikan kecelakaan pesawat Jeju Air yang terjadi pada 29 Desember, menewaskan 179 orang.
Total korban meninggal dalam kecelakaan Jeju Air di Muan sebanyak 179 orang dan 2 awak pesawat berhasi diselamatkan.
Jumlah korban tewas akibat kecelakaan pesawat di Bandara Internasional Muan, Korea Selatan, meningkat menjadi 149 orang.
Tim Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan yang menangani kecelakaan pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta-Makassar menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban.
Meski beberapa bagian pesawat dan korban telah terlihat, proses evakuasi belum dapat dilakukan akibat cuaca ekstrem dan kondisi medan yang berat di lokasi.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan memastikan pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT dinyatakan memenuhi persyaratan kelaikudaraan.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyampaikan penyebab jatuhnya pesawat ATR 42-500 belum bisa disimpulkan.
TIM SAR mendirikan tenda di puncak Bukit Bulusaraung, Kabupaten Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan setelah penemuan badan dan ekor pesawat ATR 42 -500
SEHARI sebelum pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) hilang kontak ternyata mesin pesawat tersebut dilaporkan mengalami masalah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved