Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
RUSIA mencabut akreditasi enam diplomat Inggris di Moskow atas tuduhan spionase, demikian diumumkan Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB), Jumat (13/9).
FSB melalui pernyataan mengatakan pihaknya memperoleh dokumen yang mengonfirmasi bahwa Direktorat Eropa Timur dan Asia Tengah dari kementerian luar negeri nggris menjadikan tugas utamanya untuk 'menyebabkan kekalahan strategis' pada Rusia.
Baca juga : Negara-negara Eropa Memanggil Diplomat Rusia terkait Kematian Alexei Navalny
FSB menyebutkan bahwa setelah dimulainya operasi militer khusus Rusia di Ukraina pada 2022, direktorat tersebut diubah menjadi 'layanan khusus' yang bergerak untuk merugikan Rusia.
"Fakta-fakta yang terungkap memberikan dasar untuk mempertimbangkan aktivitas para diplomat Inggris yang dikirim ke Moskow melalui direktorat tersebut sebagai ancaman terhadap keamanan Federasi Rusia," kata FSB.
Sebagai tanggapan atas langkah tidak bersahabat oleh London, Kementerian Luar Negeri Rusia mencabut akreditasi enam pegawai departemen politik Kedutaan Inggris di Moskow, yang ditemukan melakukan kegiatan intelijen dan subversif,"bunyi pernyataan itu.
FSB memperingatkan akan adanya tindakan lebih lanjut jika aktivitas serupa dari pegawai misi diplomatik Inggris terungkap. Pencabutan akreditasi berarti para diplomat tersebut tidak lagi memiliki dasar resmi untuk tetap berada di Rusia. dan mereka harus meninggalkan negara tersebut. (Ant/H-3)
Pasukan Ukraina mengalami kerugian yang signifikan.
Pihak kepolisian tetap membuka ruang bagi keluarga jika ditemukan bukti-bukti baru di kemudian hari.
Jamu yang ditampilkan termasuk jamu beras kencur dan kunyit asam. Para tamu undanganpun dapat menikmati secara langsung aneka jamu tradisional Indonesia tersebut.
Kasus tewasnya Zetro Leonardo Purba perlu jadi evaluasi perlindungan diplomat di luar negeri
Kemlu RI memastikan akan mengevaluasi sistem perlindungan bagi para diplomat dan staf Indonesia yang bertugas di luar negeri, menyusul insiden penembakan Zetro Leonardo Purba di Peru
Diplomat Peru, Zetro Leonardo Purba, ditembak setelah mengambil uang di ATM. Wamenlu RI sebut kasus diduga perampokan, investigasi masih berlangsung.
SEORANG diplomat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Lima, Peru, Zetro Leonardo Purba, meninggal dunia setelah menjadi korban penembakan pada Senin (1/9) malam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved