Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
ELON Musk telah mengatakan dia berencana memberikan US$45 juta per bulan kepada Super PAC yang berfokus pada pemilihan Donald Trump, mulai Juli, lapor Wall Street Journal.
Miliarder teknologi yang mendukung Trump dua hari lalu, telah menyumbangkan apa yang disebut sebagai "jumlah yang signifikan" kepada America PAC, meskipun jumlah sebenarnya dari sumbangan tersebut tidak akan dipublikasikan dalam laporan pemilihan hingga 15 Juli, menurut Bloomberg.
Laporan kedua outlet berita tentang sumbangan Musk didasarkan pada keterangan dari orang-orang yang tidak disebutkan namanya yang akrab dengan rencana miliarder teknologi tersebut, yang dengan perkiraan kekayaan bersih sebesar US$252 miliar, adalah salah satu orang terkaya di dunia.
Baca juga : Donald Trump Mengikuti Konvensi Partai Republik dengan Perban di Telinga Terbalut
Jika Musk benar-benar memberikan sumbangan sebesar ini, itu akan menjadi "jumlah yang luar biasa," lapor Wall Street Journal, mengutip sumbangan terbesar yang diketahui dalam siklus pemilihan 2024 sejauh ini yaitu US$50 juta yang disumbangkan ke Super PAC yang mendukung Trump "oleh cicit dari bankir Thomas Mellon".
Hingga 30 Juni, Musk belum memberikan sumbangan apa pun kepada Super PAC, menurut tinjauan catatan oleh New York Times.
America PAC telah didukung oleh beberapa teman dan sekutu Musk di dunia teknologi, lapor New York Times, termasuk Joe Lonsdale, yang ikut mendirikan perusahaan perangkat lunak Palantir dengan Peter Thiel, seorang donor politik utama untuk wakil presiden baru Trump, senator Ohio JD Vance.
Baca juga : Mengenal JD Vance: Dari Kritik Trump Menjadi Pasangan Wakil Presiden
Kembar Winklevoss, pengusaha cryptocurrency yang telah menyerang Joe Biden karena apa yang mereka sebut sebagai perang terhadap cryptocurrency melalui regulasi, juga dilaporkan telah berkontribusi pada upaya tersebut, lapor Wall Street Journal. Mereka memuji Trump sebagai "pro-Bitcoin, pro-crypto, pro-bisnis" pada bulan Juni.
America PAC, yang diluncurkan musim panas ini, dirancang untuk meniru upaya partisipasi pemilih dari Partai Demokrat dengan mendanai upaya besar-besaran dari Partai Republik untuk meningkatkan jumlah pemilih di negara bagian yang menjadi medan pertempuran, lapor New York Times.
Musk mengatakan pada bulan Maret bahwa dia tidak akan menyumbang kepada salah satu kandidat untuk presiden AS. (The Guardian/Z-3)
Bill Gates berkomitmen menyumbangkan 99% kekayaannya senilai US$200 miliar untuk meningkatkan layanan kesehatan dan pendidikan di Afrika selama 20 tahun ke depan.
Chris Stapleton dan istrinya, Morgane, mengumumkan menyumbangkan US$1 juta melalui yayasan mereka, Outlaw State of Kind, untuk membantu komunitas yang terdampak kebakaran hutan.
Dewan Pengawas Universitas Howard mencabut gelar kehormatan Sean "Diddy" Combs, serta mengembalikan sumbangan dan mengakhiri perjanjian dengan yayasan miliknya.
Baznas menyebut, dana bantuan atau donasi untuk Palestina yang sudah mereka kumpulkan mencapai sekitar Rp250 miliar. Sekitar Rp60 miliar di antaranya sudah disalurkan.
Sumbangan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi jemaah masjid , anak yatim piatu dan duafa yang menerima.
BANK sentral Iran tampaknya menggunakan sejumlah besar mata uang kripto yang didukung oleh politikus Inggris, Nigel Farage, yaitu stablecoin Tether.
PEMERINTAH Amerika Serikat meminta negara-negara Eropa tidak bereaksi emosional terhadap rencana Presiden Donald Trump terkait Greenland.
Donald Trump kembali enggan menjelaskan langkah AS terkait Greenland, namun memberi sinyal peluang kesepakatan di Davos. Denmark memperingatkan risiko terhadap NATO.
Rusia menegaskan tidak memiliki rencana merebut Greenland. Menlu Sergei Lavrov menyatakan AS memahami Moskow dan Beijing tak mengancam wilayah tersebut.
Menlu Rusia Sergei Lavrov menyebut Greenland bukan bagian alami dari Denmark. Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan AS dan Eropa terkait rencana Donald Trump.
Macron dan Uni Eropa bersatu di Davos melawan ambisi Trump atas Greenland. Ketegangan meningkat seiring ancaman tarif dan retorika keras yang mengancam NATO.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved