Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
IRAN mengantisipasi pembalasan Amerika Serikat (AS) setelah tiga tentaranya tewas di Yordania. Telebih Presiden AS Joe Biden menyalahkan Iran atas kejadian ini dengan klaim Teheran membantu militan yang beroperasi di Suriah dan Irak.
Kelompok militan tersebut mendalangi serangan pesawat tak berawak pada Minggu (28/1), di pangkalan militer AS bernama Tower 22 di gurun Yordania dekat Suriah dan Irak yang menewaskan tiga tentara AS.
Kematian ketiganya menjadi yang pertama sejak pecahnya invasi dan genosida Israel di Gaza, 7 Oktober. Washington dan Teheran sama-sama berusaha keras untuk menekankan bahwa mereka tidak menginginkan perang.
Baca juga : Iran Peringatkan Amerika, Invasi Israel ke Gaza Panaskan Timur Tengah
“Kemungkinan bahwa Biden akan memerintahkan serangan langsung terhadap sasaran-sasaran Iran tidak dapat diabaikan,” tulis analis politik Ahmad Zeidabadi di surat kabar Ham Mihan.
Namun dia mengatakan bahwa setiap serangan AS kemungkinan besar akan menargetkan pangkalan pasukan Teheran di luar Iran.
Sebagai tanda meningkatnya ketegangan, real Iran merosot ke titik terendah sepanjang masa di kisaran 580 ribu hingga 600 ribu terhadap dolar AS di pasar gelap pada Selasa (31/1).
Baca juga : Serangan ke Yaman Tidak Hentikan Serangan Houthi di Laut Merah
Harian reformis Etemad juga mengatakan pemerintahan Biden di bawah tekanan politik dari Partai Republik sehingga akan menargetkan target terbatas namun strategis di Iran.
“Skenario ini mungkin berarti akhir dari upaya diplomatik antara Teheran dan Washington,” katanya.
Beberapa saingan Biden dari Partai Republik mendesak dilakukannya serangan langsung terhadap Iran. Sementara Biden mengatakan tidak ingin terjadi perang yang lebih luas di Timur Tengah.
Baca juga : Akankah Serangan Udara AS-Inggris di Yaman Hentikan Teror Houthi di Laut Merah?
Para pejabat Iran dengan cepat menyangkal keterlibatan dengan serangan di Yordania. Teheran juga menentang perluasan konflik di wilayah tersebut.
Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian mengatakan solusi terhadap krisis ini harus bersifat politis. Tiongkok dan Rusia, yang memiliki hubungan persahabatan dengan Iran, mendesak deeskalasi dan menahan diri, dan Beijing memperingatkan terhadap siklus balas dendam di Timur Tengah.
Surat kabar reformis lainnya, Shargh, menyebut konfrontasi langsung tidak mungkin terjadi. Teheran dan Washington telah menunjukkan di masa lalu kemampuan mereka untuk membendung konflik langsung.
Baca juga : Serangan ke Yaman Akibat Iran Mengabaikan Permintaan untuk Kendalikan Houthi
Iran Daily, dalam editorialnya yang lebih tegas, memperingatkan bahwa Biden tidak boleh tertipu dengan serangan militer langsung terhadap Iran untuk membalas serangan yang dilancarkan oleh pihak ketiga.
“Setiap tindakan gila pasti akan memicu respons proporsional dari Iran yang dapat menyebabkan perang besar-besaran,” katanya.
AS dan Iran telah menjadi musuh bebuyutan sejak Revolusi Islam 1979. Washington dan Israel menuduh kelompok militan yang didukung Iran melakukan perang proksi di Lebanon, Irak, Suriah dan Yaman, dengan dukungan Korps Garda Revolusi Islam.
Baca juga : Rakyat Palestina Puji Afsel di Depan Mandela
Mantan presiden AS Donald Trump pada 2020 memerintahkan pembunuhan komandan Garda yang dihormati Qasem Soleimani di Bagdad. Kekerasan di wilayah tersebut meningkat sejak kelompok militan Palestina Hamas menyerang Israel pada 7 Oktober, yang memicu perang Gaza paling berdarah.
Iran telah menyuarakan dukungan untuk Hamas, dan sekutunya Hizbullah di Lebanon dan Houthi di Yaman, namun bersikeras bahwa kelompok militan tersebut bertindak secara independen. Mereka juga menuduh AS menjadi kaki tangan genosida Israel di Gaza. (AFP/Z-6)
Baca juga : Blinken Terus Yakinkan Pemimpin Arab
AS dinilai tidak lagi memiliki kapasitas sebagai mediator yang kredibel dalam forum Board of Peace (BoP) karena dianggap terlalu berpihak pada kepentingan Israel.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum tegaskan bantuan ke Kuba berlanjut meski ada sanksi AS. Sebanyak 814 ton makanan dikirim via kapal perang sebagai bentuk solidaritas.
Kim Jong-un sinyalkan penguatan nuklir dan ICBM pada Kongres Partai ke-9. Pyongyang fokus pada pembangunan militer luar biasa dan konsolidasi kekuasaan absolut.
Iran menolak pembatasan misil dari AS meski siap lanjut negosiasi. Teheran menegaskan program rudal tak bisa ditawar di tengah tekanan Israel.
Green Day tampil memeriahkan acara pembukaan Super Bowl LX di Levi’s Stadium, California, Minggu (8/2).
INDONESIA mendesak Amerika Serikat (AS) dan Rusia segera melanjutkan perundingan untuk mencegah perlombaan senjata nuklir baru.
Iran menolak pembatasan misil dari AS meski siap lanjut negosiasi. Teheran menegaskan program rudal tak bisa ditawar di tengah tekanan Israel.
KETEGANGAN Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat setelah Teheran memperingatkan akan menyerang pangkalan militer AS di Timur Tengah jika Donald Trump melancarkan aksi militer
KETEGANGAN Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat meski kedua negara menyepakati kelanjutan perundingan nuklir. Teheran menegaskan garis merahnya
MENTERI Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan pembicaraan dengan Amerika Serikat berlangsung positif dan mencapai kesepakatan untuk melanjutkan proses negosiasi.
Wall Street Journal, mengutip sumber, melaporkan bahwa Pentagon dan Gedung Putih telah menyampaikan rancangan rencana dan skenario yang dibuat bersama terkait serangan AS ke Iran.
Trump mengungkapkan bahwa Amerika Serikat telah mengerahkan armada besar ke kawasan Timur Tengah. Pernyataan itu disampaikannya melalui akun media sosial Truth Social.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved