Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Tiongkok Xi Jinping melakukan kunjungan kenegaraan selama dua hari ke Vietnam, untuk memperkuat hubungan dan meningkatkan pengaruhnya di tengah persaingan geopolitik.
Kunjungan pada Selasa (12/12) ini, dilakukan tiga bulan setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden juga berkunjung ke negara Asia Tenggara tersebut.
Xi akan mengadakan pembicaraan dengan para pemimpin tertinggi, termasuk Presiden Vietnam Vo Van Thuong dan Perdana Menteri Pham Minh Chinh, dalam kunjungan pertamanya ke Vietnam dalam enam tahun terakhir.
Baca juga : Ancaman Tiongkok Meningkat, AS dan Vietnam Siap Perluas Hubungan
Xi, yang akan tiba di Hanoi pada Selasa (12/12) sore, akan disambut dengan penghormatan 21 senapan, sebuah penghormatan yang tidak diberikan ketika Presiden AS Joe Biden berkunjung ke kota tersebut tiga bulan lalu.
Selama kunjungan Biden, Vietnam dan AS meningkatkan hubungan menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif, tingkat yang sama dengan hubungan Hanoi dengan Beijing, yang diharapkan dapat membawa berbagai manfaat ekonomi bagi Vietnam, termasuk transfer teknologi dan perluasan perdagangan.
Baca juga : Tiongkok Kesal Resolusi PBB untuk Gaza Didukung 100 Negara Kandas karena Veto AS
Rekan kunjungan ISEAS-Yusof Ishak Institute, Nguyen Khac Giang, mengatakan bahawa kunjungan ini memiliki dampak yang sangat signifikan terhadap persaingan geopolitik antara AS dan Tiongkok, karena sebagian negara menginginkan Vietnam berada di pihak mereka dalam persaingan kekuatan besar.
Vietnam mengatakan bahwa kunjungan Xi akan menjadi tonggak bersejarah baru dalam hubungan bilateral antara kedua negara.
Menurut Beijing, kunjungan ini akan melibatkan diskusi-diskusi untuk membawa hubungan ke posisi yang lebih tinggi, namun masih belum jelas bagaimana bentuknya.
Xi diperkirakan akan mendorong pembangunan komunitas Tiongkok-Vietnam dengan masa depan bersama, yang melibatkan membawa Hanoi lebih dekat ke orbit Beijing.
"Kunjungan terakhir oleh Xi Jinping adalah (pada) 2017, dan dia sebenarnya menyarankan hal itu. Namun Vietnam tidak setuju," kata Profesor Emeritus Carlyle Thayer dari University of New South Wales Canberra.
"Namun, Tiongkok mendorong untuk tujuan bersama, keamanan bersama, (dan) pembangunan bersama. Ini adalah platform dan program tatanan dunia baru Tiongkok, di mana AS hanya akan terdegradasi menjadi salah satu pemain,” ujarnya.
Pertemuan di Hanoi juga akan membahas perdagangan, infrastruktur dan hubungan ekonomi.
Hanoi berharap dapat menarik lebih banyak investasi dan turis dari Tiongkok, dan meningkatkan ekspor pertaniannya melintasi perbatasan.
Meskipun sengketa teritorial di Laut Cina Selatan juga akan menjadi agenda utama, beberapa pengamat tidak mengharapkan banyak kemajuan dalam hal ini.
Dr Nguyen Khac Giang mengatakan sangat sulit untuk mengharapkan terobosan apa pun dalam hal penyelesaian sengketa maritim antara Vietnam dan Tiongkok, karena kedua negara menganggap wilayah tersebut sebagai sesuatu yang sangat sakral dan sebagai kebanggaan nasional.
Sentimen anti-Tiongkok mengakar kuat di Vietnam karena sejarah perang dan dominasi yang panjang dan penuh gejolak, tetapi penduduk setempat masih memiliki harapan yang tinggi untuk kunjungan kenegaraan Xi.
Beberapa penduduk mengatakan bahwa kunjungan ini adalah tanda bahwa hubungan bilateral tetap kuat.
"Saya pikir kerja sama ekonomi adalah hal yang paling penting dalam hubungan bilateral, karena Vietnam adalah negara berkembang dan Tiongkok memiliki ekonomi yang kuat,” kata Warga Hanoi, Nguyen Tien Dat.
Warga lainnya, Nguyen Van Anh, mengatakan bahwa dia berharap kunjungan ini akan meningkatkan hubungan politik dan ekonomi Vietnam-Tiongkok, dan akan mendukung pertumbuhan ekonomi Vietnam. (CNA/Z-4)
Model tersebut berguna bagi investor sebagai alat bantu dalam investasi kuantitatif, dan akademisi dapat menggunakan hasilnya untuk menguji serta menyempurnakan teori.
CADANGAN emas bawah laut terbesar di Asia ditemukan oleh pihak Tiongkok di lepas pantai Laizhou, sebuah kota pesisir di Yantai, Provinsi Shandong.
PEMERINTAH Tiongkok menemukan cadangan emas bawah laut di lepas pantai Laizhou, wilayah Yantai, Provinsi Shandong.Temuan emas bawah laut itu telah mendorong total cadangan emas mereka.
TIONGKOK mencatat tonggak baru dalam eksplorasi sumber daya alam setelah menemukan cadangan emas bawah laut pertama sekaligus terbesar di Asia.
TIONGKOK mengumumkan penemuan deposit emas pertama di bawah laut. Temuan ini disebut sebagai deposit emas bawah laut terbesar di Asia
Teddy menjelaskan dalam acara parade yang digelar hari ini, hadir 26 pemimpin setingkat kepala negara atau kepala pemerintahan dari berbagai penjuru dunia.
Piala ASEAN 2026 diselenggarakan pada Juli sampai Agustus tahun ini dan tidak termasuk dalam FIFA match day.
Piala ASEAN 2026 akan berlangsung di luar agenda FIFA match day, sehingga klub-klub Eropa kemungkinan besar tidak akan melepas para pemain timnas Indonesia.
Indonesia bukan lagi tim yang takut mendominasi penguasaan bola. Dengan "The Herdman Way", Garuda kini memiliki alat tempur yang modern: kecepatan, tekanan tinggi.
Hasil undian Piala ASEAN 2026 menempatkan Timnas Indonesia di Grup A bersama juara bertahan Vietnam.
Berada satu grup dengan Vietnam selalu menghadirkan tensi tinggi. Sebagai juara bertahan edisi 2024, Vietnam tetap menjadi batu sandungan utama. Namun, bagi Indonesia.
Netflix resmi menarik drama populer 'Shine on Me' dari platformnya di Vietnam. Keputusan ini diambil setelah protes Hanoi terkait peta "sembilan garis putus-putus".
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved