Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
HADIAH Nobel dalam bidang fisika telah dianugerahkan kepada tiga ilmuwan yang mengamati elektron dalam atom per sekian detik. Ketiganya pun turut mendapatkan uang sebesar US$1 juta atau sekitar Rp16 miliar.
Ketiga ilmuwan itu ialah Pierre Agostini dari The Ohio State University di Amerika Serikat, Ferenc Krausz dari Max Planck Institute of Quantum Optics dan Ludwig Maximilian University of Munich di Jerman, serta Anne L'Huillier dari Universitas Lund di Swedia.
Para pemenang penghargaan diakui atas eksperimen yang telah memberikan umat manusia alat baru untuk menjelajahi dunia elektron di dalam atom dan molekul.
Baca juga : Narkolepsi, Kanker, dan Vaksin mRNA dalam Persaingan Nobel Kedokteran
"Mereka telah mendemonstrasikan cara untuk menciptakan gelombang cahaya yang sangat pendek yang dapat digunakan untuk mengukur proses cepat pergerakan elektron atau perubahan energi,” kata juri Nobel Fisika dalam sebuah pernyataan.
Hans Ellegren, sekretaris jenderal Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia, mengumumkan penghargaan tersebut pada Selasa (2/10), di Stockholm. Hadiah Nobel membawa hadiah uang tunai sebesar 11 juta kronor Swedia atau sekitar Rp16 miliar. Uang tersebut berasal dari warisan pencipta hadiah ini asal Swedia Alfred Nobel yang meninggal pada 1896. (PRANCIS 24/Z-5)
Fenomena langka ini memungkinkan aliran air mengukir Ngarai Lodore sedalam 700 meter tepat di jantung pegunungan, sebuah jalur yang secara logika topografi
Jika skenario itu terjadi, sebagian besar daratan akan berada jauh dari pengaruh pendinginan laut. Fenomena ini dikenal sebagai efek kontinentalitas, yakni kondisi ketika wilayah pedalaman
Berbeda dengan Bumi yang memiliki lempeng tektonik yang saling bertabrakan atau menjauh, Bulan hanya memiliki satu kerak yang utuh dan berkesinambungan.
Bulan perlahan menjauh dari Bumi sekitar 3,8 cm per tahun. Fenomena ini membuat rotasi Bumi melambat dan panjang satu hari bertambah, meski perubahan terjadi sangat lambat.
Penelitian ini dilakukan oleh tim ilmuwan yang dipimpin oleh Prof Steve Brusatte dari University of Edinburgh bersama Dr Gregor Hartmann dari Helmholtz-Zentrum, Jerman.
Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nature melalui makalah berjudul Soft photonic skins with dynamic texture and colour control.
Peneliti menemukan bahwa batu permata yang memiliki nilai jauh lebih rendah bisa memberikan petunjuk penting untuk mengetahui apakah ada kemungkinan berlian
Sang peneliti Dr. Widiastuti Setyaningsih dari Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian,Fakultas Teknologi Pertanian meraih Ristek Kalbe Science Award (RKSA) 2025.
Penghargaan bagi peneliti muda menjadi instrumen penting dalam membangun ekosistem riset nasional yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing.
Penelitian yang diterbitkan di Global Change Biology, meneliti hampir 30.000 spesies amfibi, burung, mamalia, dan reptil. Studi ini mengkaji bagaimana peristiwa panas ekstrem
Seiring planet mendingin, para ilmuwan memperkirakan mantel akan berkembang menjadi lapisan-lapisan berbeda dengan komposisi kimia yang berbeda, seperti bagaimana jus beku
Para peneliti sudah lama memperkirakan bahwa perubahan iklim dapat menimbulkan ancaman bagi pika di bagian barat Amerika.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved