Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
DUTA Besar Uni Eropa untuk Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) Sujiro Seam mengatakan bahwa Uni Eropa akan membantu pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk mengatasi perubahan
iklim.
"Melalui dukungan kami terhadap Kemitraan Transisi Energi yang Berkeadilan, kami akan membantu pemerintah dan masyarakat Indonesia, mengambil bagian, melakukan bagian mereka, juga untuk melawan perubahan iklim," kata Seam di Jakarta, Sabtu (23/9) seperti dilansir dari Antara.
Seam mengatakan hal tersebut saat ia akan menghadiri acara Piknik Hijau Hijau, Sabtu, yang diadakan Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia sebagai acara utama EU Green Diplomacy Weeks 2023.
Baca juga: Bergantung pada Laut, Panama Keluhkan Perubahan Iklim
Seam dan para duta besar negara anggota Uni Eropa melakukan perjalanan simbolis dengan menaiki MRT menuju acara yang diadakan oleh Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia tersebut sebagai bentuk komitmen mereka untuk masa depan yang lebih hijau.
Para duta besar negara anggota Uni Eropa tersebut adalah Belgia, Denmark, Jerman, Spanyol, Italia, Hongaria, Polandia, Rumania, Slowakia, Finlandia, dan Swedia. "Kita semua harus berkomitmen terhadap perubahan iklim. Dan inilah alasan mengapa kami menjalin kemitraan dengan Indonesia dan Asia Tenggara," kata Seam.
Seam melanjutkan, bahwa kendaraan utama dalam kemitraan tersebut adalah Kemitraan Transisi Energi yang Berkeadilan (Just Energy Transition Partnership/JETP). JETP, program pendanaan sebesar 20 miliar dolar AS (sekitar Rp300 triliun) yang diluncurkan dalam KTT G20 Bali, merupakan komitmen dari International Partners Group (IPG) yang terdiri dari anggota kelompok G7, Norwegia, dan Denmark untuk Indonesia.
Sedangkan negara kelompok anggota G7 tersebut terdiri dari Amerika Serikat, Italia, Inggris, Prancis, Jepang, Kanada, dan Jerman.
Baca juga: Uni Eropa akan Selidiki Subsidi Mobil Listrik Tiongkok
Untuk memperkuat komitmen Uni Eropa dalam mendukung kemitraan tersebut, Bank Investasi Eropa (European Investment Bank/EIB) mengumumkan bahwa mereka akan memberikan dukungan finansial dan teknis untuk pembangunan transportasi berkelanjutan.
Dukungan finansial dan teknis tersebut adalah bentuk dukungan Uni Eropa terhadap transportasi berkelanjutan dan transisi energi untuk mendukung upaya Pemerintah Indonesia dalam mengatasi perubahan iklim.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Grup EIB untuk Asia Tenggara dan Pasifik Sunita Lukkhoo menyampaikan bahwa EIB bukanlah bank komersial, melainkan bank yang digerakkan oleh kebijakan Uni Eropa.
Namun, menurut Lukkhoo, sebelum semua kebijakan tersebut ada, Uni Eropa dan Indonesia memiliki tujuan dan nilai bersama yang sama. "Tindakan kami adalah mendukung proyek, Proyek Hijau, segala sesuatu yang bermanfaat, berkelanjutan, dan ramah lingkungan," tegas Lukkhoo. (Z-6)
Kehidupan masyarakat pesisir di Karimunjawa mengalami perubahan karena dampak dari perubahan iklim yang terus menerus.
PERWAKILAN Perempuan Nelayan Sumatra Utara, Jumiati, mengungkapkan perubahan iklim membuat cuaca sulit diprediksi. Itu berdampak pada banyaknya nelayan di kampungnya kesulitan melaut.
Studi terbaru mengungkap tanaman tropis mengalami pergeseran waktu berbunga hingga 80 hari. Fenomena ini mengancam rantai makanan dan kelangsungan hidup hewan.
Peneliti terkejut menemukan Gletser Hektoria di Antartika kehilangan separuh wilayahnya dalam waktu singkat. Simak penyebab "gempa gletser" dan ancaman kenaikan permukaan laut.
Peneliti ETH Zurich temukan emisi gas rumah kaca dari danau hitam Kongo berasal dari gambut purba ribuan tahun.
Peneliti menemukan pola kadar garam (salinitas) di Pasifik Barat saat musim semi dapat memperkuat intensitas El Niño hingga 20%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved