Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
IMPLEMENTASI transisi energi di kawasan ASEAN diestimasikan bakal menambah Produk Domestik Bruto (PDB) regional hingga US$1 triliun dan berpeluang mendatangkan investasi dengan nilai yang sama.
Dari nilai tersebut, lapangan kerja yang akan timbul diperkirakan mencapai 12 juta lapangan kerja hingga 2030.
Demikian disampaikan Asisten Direktur Sekretariat ASEAN Latifahaida Abdul Latif dalam sidang paripurna ASEAN Indo-Pasific Forum (AIPF) hari ke-2 bertajuk Green Infrastructure and Resilient Supply, Jakarta, Rabu (6/9).
Baca juga : Presiden: Peran Korsel Krusial dalam Transisi Energi di ASEAN
“Jika kami memperluas proyeksi tersebut hingga tahun 2050, maka jumlah tersebut akan lebih mengesankan, karena akan menambah nilai tambah sebesar US$5,3 triliun pada perekonomian ASEAN, mendatangkan US$6,7 triliun investasi ke kawasan ini dan menciptakan hingga 66 juta lapangan kerja bagi masyarakat ASEAN pada tahun 2050,” ujarnya.
Karenanya, kata Latifahaida, pergeseran penggunaan energi fosil ke energi ramah lingkungan dan hijau menjadi penting. Selain bakal menghasilkan terwujudnya pencapaian netralitas karbon, itu dapat mendorong kemajuan perekonomian kawasan. Pada akhirnya, langkah itu juga akan mendorong ASEAN menjadi kawasan yang lebih kompetitif di panggung global.
Baca juga : Pertamina Sebut Indonesia Miliki Kapasitas Cadangan Karbon 400 Giga Ton

GDP ASEAN dan dunia. (Sumber : AFP)
Sekretariat ASEAN sedianya telah menyiapkan 8 langkah strategis yang dikembangkan untuk mendorong implementasi transisi energi itu. Tujuan utamanya ialah untuk mengurai dan memecahkan persoalan dekarbonisasi yang dihadapi oleh kawasan.
Strategi pertama ialah menciptakan rantai pasok bagi ekonomi sirkular di kawasan. Kedua, mengakselerasi integrasi rantai nilai hijau antarkawasan. Ketiga, menghubungkan infrastruktur hijau dengan pasar. Keempat, mendorong interoperabilitas pasar karbon, tak saja bagi kawasan, melainkan di level global.
Kelima, saling berbagi pengalaman mengenai praktik terbaik penerapan ekonomi hijau. Keenam, mngembangkan pengembangan talenta dan mobilitas hijau di kawasan. Ketujuh, menciptakan standar yang kredibel dan sesuai dengan prinsip ekonomi hijau. Kedelapan, menarik dan memperluas modal hijau.
“Strategi ini dirancang untuk melengkapi kebijakan dekarbonisasi nasional masing-masing negara anggota ASEAN dan melalui strategi ini, ASEAN akan dapat memperoleh manfaat dari saling melengkapi regional, menciptakan keterampilan ekonomi untuk dekarbonisasi, mendorong pertumbuhan berkelanjutan, dan peluang untuk jalur yang lebih ambisius di kawasan,” imbuh Latifahaida.
“ASEAN memiliki kepemimpinan yang nyata dan mempunyai peluang untuk memberikan contoh kepada kawasan lain di dunia dalam mengambil tindakan kolektif untuk mengatasi dekarbonisasi dan sekaranglah waktunya untuk bertindak untuk membentuk kawasan yang siap menghadapi masa depan,” pungkasnya. (Z-4)
Kawasan Asia Tenggara telah lama menjadi episentrum global penularan dengue. Berdasarkan data terbaru, hampir 400.000 kasus dilaporkan di wilayah ini sepanjang 2025.
Pasar ASEAN memberikan kontribusi signifikan sebesar 36,5% dari seluruh kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada periode Januari–November 2025.
DI tengah upaya pemulihan dan penguatan pariwisata regional pasca-pandemi, kolaborasi lintas negara menjadi kunci untuk menggerakkan kembali sektor perjalanan di Asia Tenggara.
Penyusunan Perpres dilakukan secara lintas sektor dengan melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga terkait, terutama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Sugiono menegaskan, peran ASEAN saat ini semakin penting sebagai jangkar stabilitas di Asia Tenggara.
TIONGKOK mulai mengoperasikan pulau Hainan di selatan sebagai Hong Kong Baru dengan sistem kepabeanan atau bea cukai baru, terpisah dari daratan utama. Bagaimana pengaruhnya terhadap ASEAN
SUPER Garuda Shield (SGS) 2023 adalah ajang latihan terbesar sepanjang sejarah yang diselenggarakan Indonesia dan Amerika Serikat.
Indonesia juga mengupayakan kerja sama untuk proyek dari negara-negara lain dengan total nilai 810 juta dolar AS (sekira Rp12,4 triliun).
SEKJEN PBB Antonio Guterres menyampaikan apresiasinya atas kepemimpinan Indonesia dan upaya diplomasi yang luar biasa di ASEAN dan G20.
PRESIDEN Joko Widodo menegaskan, Australia dan ASEAN memiliki kepentingan dan tanggung jawab yang sama. Hal itu di antaranya ialah menjadikan Indo-Pasifik sebagai pusat pertumbuhan dunia.
Transisi energi secara bertahap itu membutuhkan biaya besar. Program Just Energy Transition Partnership (JETP) menjadi solusi untuk itu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved