Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM penyelamat, Minggu (16/7), berlomba dengan waktu untuk mencapai warga yang terjebak dalam terowongan yang dilanda banjir di Korea Selatan (Korsel). Banjir di negara tersebut telah menewaskan 33 orang dan 10 orang menghilang.
Korsel tengah berada di puncak musim monsoon dan hujan lebat terjadi selama empat hari terakhir menyebabkan air di dam meluap.
Kementerian Dalam Negeri Korsel melaporkan 33 orang tewas dan 10 lainnya hilang saat hujan lebat, mayoritas karena tanah longsong atau terjatuh ke sungai yang meluap.
Baca juga : Banjir di Korea Selatan, 39 Orang Tewas dan 10 Ribu Mengungsi
Tim penyelamat masih kesulitan mencapai lebih dari 10 mobil yang terjebak dalam terowongan bawah tanah sepanjang 430 meter di Cheongju, Provinsi Chungcheong Utara.
Terowongan itu dilanda banjir pada Sabtu (15/7) pagi setelah air hujan menjebak sejumlah kendaraan di dalamnya.
Per Minggu (16/7), tujuh jenazah telah dievakuasi dari dalam terowongan dan penyelam bekerja tanpa henti untuk mencari korban lainnya.
Baca juga : Presiden Korsel Sebut Rakyatnya Harus Terbiasa dengan Bencana
"Saya sudah tidak berharap namun saya tidak bisa pergi," ujar seorang orangtua yang anaknya diduga berada di dalam terowongan.
"Hati saya sangat pedih memikirkan betapa menderitanya anak saya di dalam air banjir yang dingin itu," lanjutnya.
Mayoritas korban, termasuk 17 meninggal dan sembilan hilang, berasal dari Provinsi Gyeongsang Utara, sebagian besar karena tanah longsong menimpa rumah dan penghuninya.
Beberapa orang lainnya dilaporkan tersapu air saat sungai melupa di provinsi itu. (AFP/Z-1)
Demi keamanan, warga kini bekerja dengan perlengkapan pelindung dan memastikan aliran energi tetap padam hingga kondisi benar-benar kering.
Faktor ekonomi menjadi pertimbangan utama bagi para penyintas. Harga yang sangat terjangkau membuat kios ini menjadi primadona bagi warga yang sedang merintis kembali hidupnya.
Pelayanan yang diberikan harus sesuai dengan harapan publik.
WARGA Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, masih dihantui banjir hingga Maret 2026, sejak banjir besar yang terjadi pada 25 November 2025 lalu.
Masih banyak warga menghadapi kesulitan akibat banjir yang melanda akhir tahun lalu
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan kondisi terkini genangan akibat hujan deras yang mengguyur ibu kota sejak Minggu (8/3).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved