Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGKATAN Laut Amerika Serikat (AS) menunjukkan interaksi tidak aman dengan sebuah kapal perang Tiongkok yang melintas di depan kapal perusak AS di jalur Selat Taiwan. Dalam video yang dirilis oleh Angkatan Laut AS pada hari Minggu (4/6) terlihat sebuah insiden yang berisiko tinggi di tengah-tengah memburuknya hubungan Tiongkok-AS.
Pertemuan ini terjadi ketika kedua negara saling menyalahkan karena tidak mengadakan pembicaraan militer dan meningkatkan momok pertikaian di masa depan yang dapat menjadi tidak terkendalikan.
Militer AS mengatakan USS Chung-Hoon, sebuah kapal perusak; dan HSMC Montreal, sebuah kapal fregat Kanada, sedang melakukan transit rutin di selat tersebut pada hari Sabtu (3/6), ketika kapal Tiongkok memotong di depan kapal AS, dalam jarak 137 meter.
Baca juga: Sonic Boom di Washington Disebabkan Pesawat yang Dikejar Jets
Sebuah kapal perang Tiongkok terlihat jelas berlayar melintasi jalur Chung-Hoon di perairan yang tenang. Chung-Hoon tidak mengubah arah.
Sebuah suara terdengar dalam bahasa Inggris, tampaknya mengirimkan pesan radio ke kapal Tiongkok, memperingatkan terhadap upaya untuk membatasi kebebasan navigasi, meskipun kata-katanya tidak jelas karena kebisingan angin.
Baca juga: Amerika, Jepang dan Korsel Bersekutu Antisipasi Rudal Korut
Tiongkok Bungkam
Tiongkok belum mengomentari secara langsung kritik AS terhadap pertemuan tersebut, dan kementerian luar negerinya tidak segera menanggapi permintaan komentar pada hari Senin.
Pada Sabtu malam, militer Tiongkok menegur AS dan Kanada karena dengan sengaja memprovokasi hingga berisiko dalam pelayaran bersama tersebut.
Komentator militer Tiongkok, Song Zhongping, mengatakan kepada Reuters bahwa pencegatan jarak dekat ini merupakan demonstrasi kemampuan dan keberanian angkatan laut Tiongkok.
"Semakin intensif provokasi dari AS, semakin kuat pula tindakan balasan dari Tiongkok," kata Song.
Ini adalah pertemuan kedua dalam beberapa hari terakhir. Pada tanggal 26 Mei, sebuah jet tempur Tiongkok melakukan manuver agresif yang tidak perlu di dekat sebuah pesawat militer AS di atas Laut Tiongkok Selatan di wilayah udara internasional.
"Menurut saya, Beijing telah menginstruksikan pasukannya untuk merespons secara lebih tegas terhadap apa yang mereka yakini sebagai pelanggaran wilayah AS dan sekutu," kata Derek Grossman, analis pertahanan senior di RAND Corporation, sebuah lembaga pemikir AS.
(CNA/Z-9)
Tiongkok merespons permintaan Donald Trump terkait pengamanan Selat Hormuz. Beijing desak penghentian operasi militer dan fokus pada stabilitas ekonomi global.
Pada 9 Maret 2026, Hotel Ciputra Jakarta secara resmi menerima sertifikasi Chinese Friendly Hotel dari Agen Perjalanan asal Tiongkok, Ctrip.
Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Wang Lutong menyampaikan bahwa Tiongkok akan terus mendukung upaya perdamaian global serta menghormati kebebasan beragama di seluruh dunia.
Jalur kereta api Beijing-Pyongyang resmi dibuka kembali mulai Kamis ini. Ini aturan baru tiket dan siapa saja yang diperbolehkan melintas.
Perusahaan-perusahaan pertahanan terbesar di Amerika Serikat telah sepakat untuk melipatgandakan produksi empat kali lipat.
Menlu Tiongkok Wang Yi kecam perang di Timur Tengah dan desak AS kelola hubungan bilateral. Beijing tegaskan aliansi dengan Rusia tetap kokoh di tengah krisis global.
Presiden Trump minta 7 negara kirim kapal perang ke Selat Hormuz untuk amankan jalur minyak, namun belum ada respon. Iran tegaskan selat tertutup bagi AS
Ketegangan meningkat di Selat Hormuz! Presiden Trump siapkan koalisi kapal perang dan ancam bom pantai Iran demi amankan jalur minyak dunia. Simak detail eskalasi terbarunya.
87 jenazah awak kapal perang Iran ditemukan mengapung di perairan internasional usai ditenggelamkan pasukan AS. Cek detail evakuasi Angkatan Laut Sri Lanka
Donald Trump mengerahkan tiga kapal perang ke perairan lepas pantai Venezuela, dalam operasi memberantas perdagangan narkotika.
Modernisasi alutsista, mempercepat peremajaan kapal perang, kapal selam, dan sistem senjata untuk menjaga keseimbangan kekuatan di kawasan menjadi sorotan.
PERTEMUAN Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin di KTT Alaska pada Jumat (15/8) memiliki sejumlah arti.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved