Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Prancis Emmanuel Macron dicemooh oleh warga di wilayah timur Prancis, Rabu (19/4), saat dia melakukan lawatan pertama keluar Paris usai meneken Undang-Undang Pensiun.
Macron telah diminta oleh para sekutunya untuk menemui warga usai menandatangani undang-undang yang diprotes selama berbulan-bulan.
Saat Macron tiba di Selestat, Alcase, sejumlah warga lokal meneriakan yel-yel menuntut Macron mengundurkan diri. Sejumlah lainnya mencemooh presiden berusia 45 tahun itu.
Baca juga: Abaikan Buruh, Macron Lanjutkan Implementasi UU Pensiun Baru
Seorang warga menuding pemerintahan Macron sebagai yang paling korup di masa hidupnya dan kemudian mengatakan, "Anda akan segera terguling!"
Ketika ditanya wartawan mengenai perasaannya dicemooh warga, Macron menjawab, "Saya pernah mengalami yang lebih buruk."
Namun, ada juga warga yang menyatakan dukungannya kepada Macron, Seorang pensiunan meminta Presiden Prancis itu untuk terus maju.
Baca juga: Macron Diikuti Demonstran Hingga ke Belanda
"Ada orang-orang yang tidak senang. Semua orang berhak mengungkapkan pendapat mereka. Namun, negara ini harus terus bergerak maju," tegas Macron. (AFP/Z-1)
Dalam konferensi pers usai menghadiri kompetisi olahraga perguruan tinggi di Miami, Florida, Senin, Trump pada awalnya berupaya menepis pernyataan yang disebut berasal dari Macron tersebut.
Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif besar pada wine Prancis jika Macron menolak gabung 'Board of Peace'. Trump juga konfirmasi undangan untuk Putin.
Presiden Prancis Emmanuel Macron resmi menolak undangan Donald Trump untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza. Apa alasan di baliknya?
Presiden Prancis Emmanuel Macron kecam kebijakan Trump tarik AS dari 66 organisasi internasional & isu Greenland. Peringatkan krisis kepemimpinan global.
Presiden Prancis Emmanuel Macron memperingatkan bahwa AS di bawah Donald Trump semakin agresif, menjauh dari sekutu, dan melanggar tatanan internasional.
PM Keir Starmer dan Presiden Macron menandatangani kesepakatan penempatan pasukan dan pembangunan pusat militer di Ukraina pasca-gencatan senjata dengan Rusia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved