Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
Menteri Luar Negeri Tiongkok, Qin Gang, menyalahkan Amerika Serikat (AS) atas meningkatnya ketegangan antara Washington dan Beijing. Mereka menegaskan jika AS tidak mengubah arahnya, maka akan terjadi konflik tinggi dan konfrontasi.
Qin Gang menilai, AS telah melakukan penindasan dan pengekangan terhadap Tiongkok daripada persaingan yang adil atau berdasarkan aturan.
"Persepsi dan pandangan Amerika Serikat terhadap Tiongkok sangat keliru," kata Qin Gang kepada para wartawan dalam sebuah konferensi pers di Beijing di sela-sela pertemuan parlemen tahunan, seperti dilansir dari AFP, Selasa, (7/3).
Baca juga: Tiongkok Tambah Anggaran Militer Rp3.437 Triliun
Dikatakan Qin Gang, Amerika Serikat menganggap Tiongkok sebagai saingan utamanya dan tantangan geopolitik yang paling besar.
"Amerika Serikat berbicara banyak tentang mengikuti aturan, tetapi bayangkan dua atlet yang bersaing dalam perlombaan Olimpiade,” tegasnya.
Seperyi diketahui, Amerika Serikat mengatakan bahwa mereka membangun pagar pembatas untuk hubungan dengan Tiongkok dan tidak mencari konflik. Namun, dalam praktiknya pihak Amerika Serikat mengatakan Tiongkok tidak seharusnya merespons dengan kata-kata atau tindakan ketika difitnah atau diserang.
Baca juga: Amerika Serikat Akan Terbitkan RUU Larangan TikTok Pekan Ini
"Jika Amerika Serikat tidak menginjak rem, dan terus melaju di jalur yang salah, tidak ada pagar pembatas yang dapat mencegah tergelincirnya, yang akan menjadi konflik dan konfrontasi, dan siapa yang akan menanggung akibat buruknya," ujar Qin Gang.
Hubungan antara kedua negara adidaya ini telah tegang selama bertahun-tahun karena sejumlah isu termasuk Taiwan, perdagangan dan Ukraina. Namun memburuk setelah kontroversi yang melibatkan balon udara yang menurut AS merupakan alat mata-mata Tiongkok dan ditembak jatuh bulan lalu.
"Jika Amerika Serikat berambisi untuk menjadikan dirinya besar kembali, mereka juga harus memiliki pemikiran yang luas untuk pengembangan negara-negara lain. Pengekangan dan penindasan tidak akan membuat Amerika menjadi besar. Itu tidak akan menghentikan peremajaan Tiongkok,” kata Qin Gang.
(AFP/Z-9)
Tiongkok merespons permintaan Donald Trump terkait pengamanan Selat Hormuz. Beijing desak penghentian operasi militer dan fokus pada stabilitas ekonomi global.
Pangkalan udara Ali Al Salem di Kuwait diserang drone, menghancurkan aset udara Italia. Serangan terjadi di tengah retaliasi Iran pascakematian Ali Khamenei.
Iran tegaskan kendali penuh atas Selat Hormuz dan menantang AS kirim kapal perang ke Teluk Persia. Simak eskalasi konflik Iran-AS terbaru di sini.
AS prediksi perang melawan Iran berakhir dalam hitungan minggu. Namun, Teheran tegaskan siap bertempur panjang tanpa negosiasi. Simak update selengkapnya
Mengapa AS-Israel sulit mengambil alih Selat Hormuz dari Iran? Analisis taktik asimetris, risiko ekonomi global, dan alasan keterlibatan sekutu internasional.
Analisis mendalam strategi pertahanan Iran 2026 pasca kematian Ali Khamenei. Mengapa struktur IRGC dan doktrin "Mosaic Defense" membuat Iran tetap tangguh?
KENAIKAN harga minyak dunia dinilai berpotensi memberi tekanan besar terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.
Pertama adalah mahzab uranium, kata Rahmat, yang dapat disebut sebagai teknologi nuklir generasi lama. Uranium telah digunakan sejak awal era nuklir.
Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menekankan pentingnya kemampuan adaptasi, kolaborasi, serta kreativitas bagi dunia usaha dalam menghadapi perubahan ekonomi.
Meningkatnya eskalasi konflik Timur Tengah menjadi tantangan besar bagi stabilitas global sekaligus menguji ketahanan nasional berbagai negara.
sistem energi Indonesia memiliki ketahanan yang cukup kuat untuk menghadapi dinamika global, termasuk potensi gejolak harga minyak dunia akibat gejolak geopolitikĀ konflik di timur tengah
Pengikut salah satu blok hanya akan menjadikan sumber daya kita sebagai bahan bakarĀ bagi kemajuan negara lain.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved