Senin 26 September 2022, 08:45 WIB

Abaikan Ancaman Pemerintah, Demonstrasi di Iran Berlanjut untuk Malam Kesepuluh

Basuki Eka Purnama | Internasional
Abaikan Ancaman Pemerintah, Demonstrasi di Iran Berlanjut untuk Malam Kesepuluh

AFP/Christophe ARCHAMBAULT
Aksi demonstrasi di Paris, Prancis memprotes tewasnya Mahsa Amini di Iran.

 

WARGA Iran turun ke jalan untuk malam kesepuluh, Minggu (25/9), mengabaikan ancaman hukuman dari pemerintah, memprotes kematian seorang perempuan Kurdi, Mahsa Amini, setelah ditahan polisi moral.

Sedikitnya 41 orang telah tewas sejak aksi demonstrasi bergulir, mayoritas demonstran, berdasarkan laporan pemerintah, meski kelompok HAM menyebut angka sebenarnya lebih besar lagi.

Kelompok Iran Human Rights (IHR), Minggu (25/9) malam, melaporkan jumlah korban tewas setidaknya sebanyak 57. Namun, mereka menggarisbawahi pemadaman internet oleh pemerintah Iran membuat mereka kesulitan mengonfirmasi jumlah tersebut saat aksi demonstasi telah meluas ke berbagai kota di "Negeri Para Mullah' itu.

Baca juga: Presiden Iran Bersumpah Tindakan Tegas pada Gelombang Protes Perempuan

Sementara itu, melanjutkan ancaman dari Presiden Iran Ebrahim Raisi, Kepala Kehakiman Iran Gholamhossein Mohseni Ejei, Minggu (25/9), menegaskan akan bertindak tegas tanpa kecuali terhadap para demonstan yang disebutnya sebagai 'pemicu kerusuhan'.

Ratusan demonstran, aktivis reformasi, dan wartawan telah ditahan dalam aksi demonstrasi, yang bisaanya digelar pada malam hari sejak kabar mengenai meninggalnya Amini terungkap pada 16 September lalu.

Amini, yang memiliki nama Kurdi Jhina, ditahan tiga hari sebelum meninggal karena disebut melanggar aturan yang mengharuskan mengenakan hijab ketat, jeans sobek-sobek, dan pakaian berwarna cerah.

Sejumlah gambar yang dirilis oleh IHR memperlihatkan aksi demonstrasi pada malam hari di Teheran.

Aksi yang sama juga terjadi di sejumlah lokasi lain, seperti di Tabriz dan Shiraz, dengan demonstran perempuan melepas hijab mereka.

Aksi demonstrasi terbesar di Iran dalam tempo tiga tahun dihadapi oleh polisi dengan menembakkan peluru tajam saat demonstran membalas dengan lemparan batu, membakar mobil polisi serta gedung pemerintah.

Sejumlah demonstran perempuan membakar hijab mereka dan memotong rambut mereka sembari meneriakkan yel-yel zan, zendegi, azadi yang berarti perempuan, kehidupan, dan kebebasan. (AFP/OL-1)

Baca Juga

MI/Gana Buana

Indonesia Terbukti Jadi Penggerak Semangat Kolaborasi

👤Gana Buana 🕔Kamis 01 Desember 2022, 21:44 WIB
Di tengah krisis global Indonesia telah membangkitkan semangat kolaborasi di antara negara anggota...
AFP/NASA.

Misi ke Bulan UEA Lagi-Lagi Ditunda

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 01 Desember 2022, 20:15 WIB
Uni Emirat Arab (UAE) lagi-lagi menunda peluncuran misi ke bulan mereka untuk kedua kalinya pada Kamis...
Mike FIALA / AFP

Tiongkok Berduka atas Kematian Mantan Pemimpin Jiang

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Kamis 01 Desember 2022, 17:00 WIB
Tiongkok berduka atas kematian mantan pemimpin Jiang Zemin pada Kamis...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya