Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA Iran turun ke jalan untuk malam kesepuluh, Minggu (25/9), mengabaikan ancaman hukuman dari pemerintah, memprotes kematian seorang perempuan Kurdi, Mahsa Amini, setelah ditahan polisi moral.
Sedikitnya 41 orang telah tewas sejak aksi demonstrasi bergulir, mayoritas demonstran, berdasarkan laporan pemerintah, meski kelompok HAM menyebut angka sebenarnya lebih besar lagi.
Kelompok Iran Human Rights (IHR), Minggu (25/9) malam, melaporkan jumlah korban tewas setidaknya sebanyak 57. Namun, mereka menggarisbawahi pemadaman internet oleh pemerintah Iran membuat mereka kesulitan mengonfirmasi jumlah tersebut saat aksi demonstasi telah meluas ke berbagai kota di "Negeri Para Mullah' itu.
Baca juga: Presiden Iran Bersumpah Tindakan Tegas pada Gelombang Protes Perempuan
Sementara itu, melanjutkan ancaman dari Presiden Iran Ebrahim Raisi, Kepala Kehakiman Iran Gholamhossein Mohseni Ejei, Minggu (25/9), menegaskan akan bertindak tegas tanpa kecuali terhadap para demonstan yang disebutnya sebagai 'pemicu kerusuhan'.
Ratusan demonstran, aktivis reformasi, dan wartawan telah ditahan dalam aksi demonstrasi, yang bisaanya digelar pada malam hari sejak kabar mengenai meninggalnya Amini terungkap pada 16 September lalu.
Amini, yang memiliki nama Kurdi Jhina, ditahan tiga hari sebelum meninggal karena disebut melanggar aturan yang mengharuskan mengenakan hijab ketat, jeans sobek-sobek, dan pakaian berwarna cerah.
Sejumlah gambar yang dirilis oleh IHR memperlihatkan aksi demonstrasi pada malam hari di Teheran.
Aksi yang sama juga terjadi di sejumlah lokasi lain, seperti di Tabriz dan Shiraz, dengan demonstran perempuan melepas hijab mereka.
Aksi demonstrasi terbesar di Iran dalam tempo tiga tahun dihadapi oleh polisi dengan menembakkan peluru tajam saat demonstran membalas dengan lemparan batu, membakar mobil polisi serta gedung pemerintah.
Sejumlah demonstran perempuan membakar hijab mereka dan memotong rambut mereka sembari meneriakkan yel-yel zan, zendegi, azadi yang berarti perempuan, kehidupan, dan kebebasan. (AFP/OL-1)
Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut pidana penjara 10 bulan terhadap 21 terdakwa kasus kerusuhan demonstrasi yang terjadi pada Agustus 2025.
MAHASISWA Fakultas Hukum mengajukan uji materiil Pasal 256 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana atau KUHP baru ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Aksi protes pendukung Manchster United ini dijadwalkan berlangsung sebelum laga kandang melawan Fulham pada 1 Februari mendatang.
Kemudian apabila koordinator demo tidak melaporkan rencana demonstrasi dan tidak terjadi apa-apa atau keonaran maka dirinya tetap tidak akan dipidana.
Demo buruh itu menolak upah minimum provinsi atau UMP Jakarta 2026 sebesar Rp 5,7 juta. Masyarakat diimbau menghindari kawasan monas
WAKIL Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengajak kalangan buruh untuk duduk bersama menyikapi perbedaan pandangan terkait penetapan Upah Minimum Provinsi atau UMP DKI Jakarta 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved