Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA Iran turun ke jalan untuk malam kesepuluh, Minggu (25/9), mengabaikan ancaman hukuman dari pemerintah, memprotes kematian seorang perempuan Kurdi, Mahsa Amini, setelah ditahan polisi moral.
Sedikitnya 41 orang telah tewas sejak aksi demonstrasi bergulir, mayoritas demonstran, berdasarkan laporan pemerintah, meski kelompok HAM menyebut angka sebenarnya lebih besar lagi.
Kelompok Iran Human Rights (IHR), Minggu (25/9) malam, melaporkan jumlah korban tewas setidaknya sebanyak 57. Namun, mereka menggarisbawahi pemadaman internet oleh pemerintah Iran membuat mereka kesulitan mengonfirmasi jumlah tersebut saat aksi demonstasi telah meluas ke berbagai kota di "Negeri Para Mullah' itu.
Baca juga: Presiden Iran Bersumpah Tindakan Tegas pada Gelombang Protes Perempuan
Sementara itu, melanjutkan ancaman dari Presiden Iran Ebrahim Raisi, Kepala Kehakiman Iran Gholamhossein Mohseni Ejei, Minggu (25/9), menegaskan akan bertindak tegas tanpa kecuali terhadap para demonstan yang disebutnya sebagai 'pemicu kerusuhan'.
Ratusan demonstran, aktivis reformasi, dan wartawan telah ditahan dalam aksi demonstrasi, yang bisaanya digelar pada malam hari sejak kabar mengenai meninggalnya Amini terungkap pada 16 September lalu.
Amini, yang memiliki nama Kurdi Jhina, ditahan tiga hari sebelum meninggal karena disebut melanggar aturan yang mengharuskan mengenakan hijab ketat, jeans sobek-sobek, dan pakaian berwarna cerah.
Sejumlah gambar yang dirilis oleh IHR memperlihatkan aksi demonstrasi pada malam hari di Teheran.
Aksi yang sama juga terjadi di sejumlah lokasi lain, seperti di Tabriz dan Shiraz, dengan demonstran perempuan melepas hijab mereka.
Aksi demonstrasi terbesar di Iran dalam tempo tiga tahun dihadapi oleh polisi dengan menembakkan peluru tajam saat demonstran membalas dengan lemparan batu, membakar mobil polisi serta gedung pemerintah.
Sejumlah demonstran perempuan membakar hijab mereka dan memotong rambut mereka sembari meneriakkan yel-yel zan, zendegi, azadi yang berarti perempuan, kehidupan, dan kebebasan. (AFP/OL-1)
Perang tersebut terlalu menguras anggaran negara. Padahal, menurut dia, situasi internal di Amerika Serikat tidak baik-baik saja dan membutuhkan sokongan.
Delpedro Marhaen bentangkan bendera Iran di PN Jakpus, tuntut Presiden Prabowo mundur dari Board of Peace (BoP) dalam sidang putusan kasus penghasutan.
Gelombang protes pecah di penjuru Amerika Serikat usai tewasnya Ali Khamenei. Demonstran sebut kebijakan Trump sebagai bentuk tirani dan menyeret AS ke perang tanpa akhir.
Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (Dema PTKIN) Se-Indonesia mengapresiasi pola pengamanan kepolisian dalam aksi unjuk rasa mahasiswa.
Mahasiswa diimbau untuk tetap menyampaikan aspirasi secara damai dan konstitusional, khususnya di bulan suci Ramadan.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut pidana penjara 10 bulan terhadap 21 terdakwa kasus kerusuhan demonstrasi yang terjadi pada Agustus 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved