Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
Kepolisian Skotlandia mengamankan seorang pria yang mengolok-olok Pangeran Andrew di sela prosesi pemindahan peti mati Ratu Elizabeth II di Royal Mile Edinburgh, pada Senin (13/9). Prosesi ini dihadiri Raja Charles III beserta seluruh keluarga kerajaan Inggris. "Andrew, kamu orang tua yang tercela," teriak pria, 22, tersebut.
Pria itu lalu ditarik keluar dari kerumunan massa dan ditahan oleh polisi. "Seorang pria berusia 22 tahun ditangkap sehubungan dengan pelanggaran perdamaian di Royal Mile sekitar pukul 14.50 hari ini," ungkap pernyataan kepolisian Skotlandia.
Seorang perempuan sebelumnya didakwa melanggar perdamaian saat Proklamasi Aksesi pada Minggu (11/9) untuk Raja Charles III di Edinburgh. Di luar Katedral St Giles dia membawa tanda anti-monarki.
Polisi juga mengatakan, pria berusia 74 tahun juga ditangkap dan didakwa melanggar perdamaian pada Minggu. Penangkapan itu terjadi saat peti mati Ratu Elizabeth II dibawa dari Istana Holyroodhouse ke katedral, lokasi untuk diletakkan sampai Selasa (13/9).
Warga Skotlandia dapat melihat peti mati itu sampai sekitar pukul 05.00 sore pada Selasa sebelum diberangkatkan ke Bandara Edinburgh kemudian diterbangkan ke London.
Peti mati Ratu Elizabeth II kemudian akan disemayamkan di Westminster Hall mulai Rabu (14/9) hingga pemakaman pada Senin (19/9).
Kerumunan besar diperkirakan terjadi saat orang-orang menuju pusat kota London untuk memberikan penghormatan dalam pemakaman Ratu Elizabeth II. (Sky News/OL-12)
KABAR bohong atau hoaks mengenai pemberlakuan penguncian wilayah (lockdown) di Kent, Inggris, mulai Mei 2026 akibat wabah meningitis, beredar luas di media sosial.
Wabah meningitis MenB di Inggris terkait klaster kampus. Kenali gejala awal, cara penularan, dan langkah pencegahannya.
UKHSA melaporkan 29 kasus penyakit meningokokus di Kent, Inggris, dengan dua korban jiwa. Otoritas kesehatan terus lakukan vaksinasi dan pemberian antibiotik.
TIM perencana militer dari Inggris dilaporkan tengah bekerja sama dengan militer Amerika Serikat (AS) untuk menyusun langkah membuka kembali Selat Hormuz.
Pemerintah AS menginginkan Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Australia, Kanada, yordania, Jepang, Korea Selatan, dan negara-negara Teluk untuk bergabung dalam koalisi tersebut.
Presiden AS Donald Trump memicu kontroversi dengan menyeret NATO ke konflik Selat Hormuz. Jerman dan Inggris ragu, sementara ancaman ranjau Iran kian nyata.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved