Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUSAHAAN raksasa minyak dan gas Rusia, PJSC Gazprom mempersilakan Tiongkok membayar gas Rusia dalam rubel dan yuan, bukan dolar Amerika Serikat (AS). Langkah ini karena Moskow ingin mencari hubungan lebih dekat dengan Beijing setelah sanksi barat atas Ukraina.
"Transisi dilakukan untuk melakukan pembayaran pasokan gas Rusia ke Tiongkok dalam mata uang nasional negara-negara tersebut, rubel dan yuan," kata Gazprom dalam sebuah pernyataan, Selasa (6/9).
Perusahaan yang dikelola negara itu menandatangani perjanjian untuk kontrak dengan China National Petroleum Corp pada Selasa, (6/9). Pembayaran akan dilakukan dengan cara 50% rubel dan 50% dalam yuan. Ini akan berlaku dalam waktu dekat.
Presiden Rusia Vladimir Putin menuntut pelanggan utama Gazprom di Eropa membayar gas mereka dalam rubel awal tahun ini setelah AS dan sekutunya membekukan lebih dari US$300 miliar cadangan bank sentral Rusia yang disimpan dalam dolar dan euro atas invasinya ke Ukraina.
Beberapa pembeli gas menolak dan Gazprom memutuskan memotong pasokan gas ke sekutu AS. Rusia juga beralih ke pembayaran rubel untuk gas dengan Turki, yang belum bergabung dengan sanksi dan tengah dikabarkan menjalin hubungan dekat dengan Kremlin.
Kontrak Gazprom untuk memasok ke Tiongkok melalui pipa Power of Siberia sejak ditandatangani pada 2019. Kontrak ini diperkirakan bernilai US$400 miliar selama masa pakainya 30 tahun. Pengiriman gas terus meningkat dan akan mencapai setidaknya 15 miliar meter kubik pada tahun ini. Angka ini lebih tinggi ibandingkan dengan 10,4 miliar meter kubik yang dikirimkan tahun lalu.
Pada Februari lalu, Putin mengunjungi Beijing dalam persiapan perang dengan Ukraina, Gazprom menandatangani kesepakatan kedua untuk mengirimkan 10 miliar meter kubik per tahun selama 25 tahun melalui pipa baru, meskipun pasokan belum dimulai.
Beberapa minggu kemudian, produsen gas itu juga menandatangani kontrak untuk merancang tautan Soyuz Vostok melintasi Mongolia menuju Tiongkok, yang dapat mengangkut sebanyak 50 miliar meter kubik per tahun. (Bloomberg/OL-8)
Industri minyak dan gas (migas) global kini berada di bawah mikroskop regulasi lingkungan yang semakin ketat, terutama terkait emisi gas rumah kaca.
Inovasi teknologi migas kembali diadaptasi PT Pertamina Gas (Pertagas) untuk menjawab persoalan dasar masyarakat desa, khususnya dalam menjaga infrastruktur pipa air.
INSTITUTE for Essential Services Reform (IESR) menyoroti capaian rata-rata lifting minyak bumi (termasuk Natural Gas Liquid/NGL) pada 2025 sebesar 605,3 ribu barrel per hari.
Industri penunjang minyak dan gas (migas) dalam negeri semakin menunjukkan peran strategisnya.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan melelang delapan blok migas.
Komitmen PHE OSES dalam menurunkan emisi dari sektor hulu migas kembali memperoleh pengakuan nasional.
MATA uang dolar AS menguat terhadap sejumlah mata uang utama lainnya di sesi Asia pada Rabu (30/8) sore. Hal itu berhasil meredam penurunan tajam di sesi sebelumnya.
SITUASi yang penuh dengan tekanan di Tiongkok terus berlanjut. Sebab, perlambatan ekonomi Tiongkok semakin parah.
MATA uang China, Yuan turun cukup dalam di 448 basis poin menjadi 6,9791 terhadap dolar AS pada perdagangan Jumat (16/12/2022).
Seiring dengan meningkatnya aktivitas perdagangan antara Indonesia dengan Tiongkok, layanan transfer uang antar kedua negara makin dibutuhkan
INDEKS dolar AS melemah pada akhir perdagangan Senin atau Selasa pagi WIB (17/5/2022), setelah mencapai puncaknya selama 20 tahun pekan lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved