Selasa 06 September 2022, 22:24 WIB

Raksasa Migas Rusia Minta Tiongkok Beli Gas Pakai Yuan dan Rubel

Insi Nantika Jelita | Internasional
Raksasa Migas Rusia Minta Tiongkok Beli Gas Pakai Yuan dan Rubel

AFP
Raksasa migas Rusia PJSC Gazprom

 

PERUSAHAAN raksasa minyak dan gas Rusia, PJSC Gazprom mempersilakan Tiongkok membayar gas Rusia dalam rubel dan yuan, bukan dolar Amerika Serikat (AS). Langkah ini karena Moskow ingin mencari hubungan lebih dekat dengan Beijing setelah sanksi barat atas Ukraina.

"Transisi dilakukan untuk melakukan pembayaran pasokan gas Rusia ke Tiongkok dalam mata uang nasional negara-negara tersebut, rubel dan yuan," kata Gazprom dalam sebuah pernyataan, Selasa (6/9).

Perusahaan yang dikelola negara itu menandatangani perjanjian untuk kontrak dengan China National Petroleum Corp pada Selasa, (6/9). Pembayaran akan dilakukan dengan cara 50% rubel dan 50% dalam yuan. Ini akan berlaku dalam waktu dekat.

Presiden Rusia Vladimir Putin menuntut pelanggan utama Gazprom di Eropa membayar gas mereka dalam rubel awal tahun ini setelah AS dan sekutunya membekukan lebih dari US$300 miliar cadangan bank sentral Rusia yang disimpan dalam dolar dan euro atas invasinya ke Ukraina.

Beberapa pembeli gas menolak dan Gazprom memutuskan memotong pasokan gas ke sekutu AS. Rusia juga beralih ke pembayaran rubel untuk gas dengan Turki, yang belum bergabung dengan sanksi dan tengah dikabarkan menjalin hubungan dekat dengan Kremlin.

Kontrak Gazprom untuk memasok ke Tiongkok melalui pipa Power of Siberia sejak ditandatangani pada 2019. Kontrak ini diperkirakan bernilai US$400 miliar selama masa pakainya 30 tahun. Pengiriman gas terus meningkat dan akan mencapai setidaknya 15 miliar meter kubik pada tahun ini. Angka ini lebih tinggi ibandingkan dengan 10,4 miliar meter kubik yang dikirimkan tahun lalu.

Pada Februari lalu, Putin mengunjungi Beijing dalam persiapan perang dengan Ukraina, Gazprom menandatangani kesepakatan kedua untuk mengirimkan 10 miliar meter kubik per tahun selama 25 tahun melalui pipa baru, meskipun pasokan belum dimulai.

Beberapa minggu kemudian, produsen gas itu juga menandatangani kontrak untuk merancang tautan Soyuz Vostok melintasi Mongolia menuju Tiongkok, yang dapat mengangkut sebanyak 50 miliar meter kubik per tahun. (Bloomberg/OL-8)

Baca Juga

AFP/Alexender Nemenov

Para Ahli: AS Tahu jika Rusia Siapkan Serangan Nuklir

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 12:36 WIB
Amerika Serikat (AS) hampir pasti akan mengetahui sebelumnya jika Rusia sedang mempersiapkan serangan nuklir di Ukraina, dan Moskow mungkin...
AFP/TOM HARRISON

Royal Mint Inggris Ungkap Potret Koin Raja Charles III

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Jumat 30 September 2022, 14:08 WIB
Royal Mint Inggris pada hari Jumat meluncurkan patung resmi Raja Charles III yang akan muncul di koin setelah aksesi ke...
AFP/ Sean Rayford

Ribuan Orang Terjebak Banjir saat Badai Ian Menghantam Florida

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Jumat 30 September 2022, 14:05 WIB
Ribuan warga Florida yang terperangkap di tengah rumah-rumah yang terendam...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya