Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
LEBIH dari 130 orang dirawat di rumah sakit karena kesulitan bernapas menyusul kebocoran bahan kimia di sebuah pabrik di Iran selatan.
Dikatakan kantor berita resmi IRNA pada Selasa, investigasi telah diluncurkan mengenai penyebab kebocoran gas nitrogen dari pabrik produksi soda ash di kota Firuzabad.
"Yang terluka sebagian besar mengalami masalah pernapasan yang disebabkan oleh gas nitrogen, yang tidak berbahaya," kata direktur manajemen krisis provinsi Fars, Khalil Abdollahi.
Baca juga: Israel Desak Warganya Tinggalkan Turki karena Ancaman Serangan Iran
Tidak ada yang tewas dan sebagian besar dari mereka yang dirawat di rumah sakit telah dipulangkan, menurut seorang pejabat medis provinsi.
Dibuka pada tahun 2020, kata IRNA, pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi tahunan sebesar 320.000 ton.
Juga dikenal sebagai soda ash, natrium karbonat banyak digunakan dalam pembuatan deterjen, sabun, kertas, kaca dan produk petrokimia.(AFP/OL-5)
Penggunaan hidrokuinon melampaui kebutuhan bisa menimbulkan efek samping berupa ochronosis, penumpukan asam di bawah kulit yang menyebabkan munculnya flek hitam pada kulit.
Dari seluruh satuan penyelenggara program gizi (SPPG) yang ditemukan kasus keracunan, secara medis kami mengidentifikasi penyebabnya. Ada bakteri, ada virus, dan ada pula kimia,"
Pelajari polimer: material ajaib pembentuk plastik, karet, tekstil, dan lainnya. Temukan aplikasi revolusioner polimer di berbagai industri!
Sebuah studi global ungkap paparan harian terhadap bahan kimia dalam plastik rumah tangga, mungkin menyebabkan lebih dari 356.000 kematian akibat penyakit jantung pada 2018.
Perusahaan kimia asal Tiongkok, Golden Elephant (GESC), resmi bergabung di kawasan industri terintegrasi Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur.
Setiap tanggal 16 September, dunia memperingati Hari Ozon Internasional atau Hari Ozon Sedunia.
Memang realisme politik Trump untuk menahan kemerosotan AS merupakan preseden yang mengancam tatanan internasional.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengakui ribuan orang tewas dalam aksi protes anti-pemerintah. Ia menuding campur tangan AS dan Donald Trump sebagai pemicu kekerasan.
Presiden Iran Pezeshkian mengeklaim AS & Israel adalah dalang kerusuhan.
Otoritas Iran mengeklaim telah menahan 3.000 orang. Di sisi lain, David Barnea (Mossad) bertemu utusan Donald Trump bahas serangan militer.
Situasi di berbagai kota besar Iran dilaporkan sunyi senyap menyusul tindakan keras mematikan dari otoritas keamanan setempat yang berhasil meredam gelombang protes besar.
Gelombang protes yang mengguncang Iran sejak akhir Desember mencatatkan rekor kelam sebagai kerusuhan paling mematikan dalam sejarah pemerintahan negara tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved