Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat (AS) dan sekutunya telah memperingatkan dunia bahwa konflik di Ukraina akan berlangsung lama. Itu akan menimbulkan tugas diplomatik yang berat bagi Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden.
Biden harus menemukan cara untuk mempertahankan persatuan Barat yang belum pernah terjadi sebelumnya melawan Moskow selama ini.
"Dunia harus bersiap untuk perjuangan panjang ke depan," kata Presiden AS selama kunjungannya ke Polandia bulan lalu.
Intelijen AS memperkirakan ibu kota Kyiv akan jatuh dengan cepat, tetapi dengan dukungan AS dan Eropa, pasukan Ukraina telah mendorong pasukan Rusia kembali ke timur negara itu. Pemerintah AS bersama dengan Uni Eropa dan NATO telah mengorganisir koalisi besar untuk menjatuhkan sanksi ekonomi yang luar biasa pada Rusia.
Baca juga: Rusia Uji Coba Rudal Balistik, Putin Getrak Negara Sekutu NATO
Tetapi ketika pertempuran baru mulai terbentuk di timur Ukraina, ahli strategi AS khawatir upaya bersama ini secara bertahap akan memburuk. Jika pertempuran tetap terkonsentrasi di wilayah Donbas, jauh dari perbatasan timur Kyiv dan NATO, perasaan mendesak yang sejauh ini menyatukan Barat kemungkinan akan memudar.
"Ini sebuah tantangan," kata seorang diplomat kepada AFP.
Pejabat lain percaya bahwa beberapa negara Eropa yang sangat terpengaruh oleh inflasi yang dipicu oleh sanksi dapat tergoda untuk melepaskan beberapa tekanan pada Rusia.
Skenario seperti itu tampaknya tidak akan terjadi, setidaknya untuk waktu dekat ini. "Saya pikir pertempuran mendatang akan spektakuler yang melibatkan pertempuran besar antara tentara besar," kata mantan duta besar AS untuk Kyiv William Taylor.
"Kita berbicara tentang jenis pertempuran Perang Dunia II. Apa yang kami lihat dari Rusia adalah kemauan untuk membunuh warga sipil dalam jumlah besar," kata Taylor, yang saat ini menjabat sebagai wakil presiden lembaga think tank Institut Perdamaian Amerika Serikat.
"Jadi saya pikir urgensi dan perhatian akan difokuskan di Ukraina lebih intens lagi," jelasnya.
Marie Jourdain, seorang peneliti Prancis di lembaga pemikir Washington, Dewan Atlantik, mengatakan intensitas pertempuran, tetapi juga risiko eskalasi kengerian (perang) dalam beberapa minggu mendatang kemungkinan akan memperkuat tekad dari front anti-Kremlin. (France24/Cah/OL-09)
Ia menjelaskan bahwa gempabumi tektonik tersebut terjadi pada 22 Januari 2026 pukul 19.42 WIB berdasarkan hasil analisis parameter terkini.
MEMASUKI awal 2026, dunia dikejutkan oleh tindakan unilateral Amerika Serikat yang sangat drastis di kawasan Karibia.
Rusia menegaskan tidak memiliki rencana merebut Greenland. Menlu Sergei Lavrov menyatakan AS memahami Moskow dan Beijing tak mengancam wilayah tersebut.
Menlu Rusia Sergei Lavrov menyebut Greenland bukan bagian alami dari Denmark. Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan AS dan Eropa terkait rencana Donald Trump.
Di balik ketegangan NATO, media pemerintah Rusia justru memuji rencana Donald Trump mencaplok Greenland. Apakah ini taktik pecah belah Barat?
PENGAMAT militer Khairul Fahmi, mencurigai adanya jalur klandestin atau perantara yang memfasilitasi rekrutmen eks personel Brimob Bripda Rio menjadi tentara bayaran Rusia
Menurut Donald Trump, satu-satunya faktor yang membuat posisi Ukraina tetap bertahan hingga saat ini adalah peran dirinya.
Namun pada 3 Januari, Rusia hanya berdiri dan menyaksikan ketika Amerika Serikat (AS) secara paksa membawa Maduro dan istrinya ke New York.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky resmi menunjuk Kyrylo Budanov sebagai Kepala Staf Presiden di tengah skandal korupsi dan perombakan kabinet besar-besaran.
Pejabat keamanan nasional AS menyatakan Ukraina tidak menargetkan Presiden Rusia Vladimir Putin atau kediamannya dalam serangan drone baru-baru ini
Para pihak juga saling bertukar pandangan mengenai paket kemakmuran untuk Ukraina.
PRESIDEN Rusia Vladimir Putin menyatakan keyakinannya bahwa negaranya akan keluar sebagai pemenang dalam perang di Ukraina.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved