Senin 07 Februari 2022, 22:07 WIB

Protes Berkembang atas Larangan Hijab di Sekolah India

Mediaindonesia.com | Internasional
Protes Berkembang atas Larangan Hijab di Sekolah India

AFP/Manjunath Kiran.
Muslimah berdemonstrasi setelah lembaga pendidikan di Karnataka menolak siswa yang mengenakan jilbab, Bangalore, Senin (7/2).

 

LARANGAN jilbab di sekolah memicu protes di kalangan Muslim di India selatan. Kerumunan besar turun ke jalan pada Senin (7/2) untuk memprotes pembatasan tersebut.

Kebuntuan di negara bagian Karnataka telah membangkitkan ketakutan di kalangan komunitas minoritas. Mereka mengatakan peristiwa itu sebagai peningkatan penganiayaan di bawah pemerintahan nasionalis Hindu Perdana Menteri Narendra Modi.

Siswa di sekolah menengah yang dikelola pemerintah diberi tahu untuk tidak mengenakan jilbab pada bulan lalu. Aturan itu segera menyebar ke setidaknya dua lembaga pendidikan lain di negara bagian itu.

"Ini bersifat diskriminatif dan bertentangan dengan hak-hak yang diberikan di bawah konstitusi India," kata Sumayya Roushan, presiden Girls Islamic Organization Karnataka, pada konferensi pers, Senin. "Larangan itu melanggar pilihan pribadi yang menjadi hak siswa dan tidak merugikan orang lain."

Baca juga: Lata Mangeshkar Bernyanyi dalam Seribuan Film dan 27 Ribu Lagu

Rekaman media sosial menunjukkan ratusan orang berkumpul di jalan dan mengibarkan bendera India di setidaknya dua kota di Karnataka. Itu merupakan demonstrasi terbaru dalam beberapa hari yang diadakan untuk mengutuk larangan tersebut.

Salah satu sekolah sejak itu sebagian mengalah dengan mengizinkan siswa perempuan Muslimnya untuk menghadiri kelas dengan jilbab. Akan tetapi sekolah memerintahkan mereka duduk di ruang kelas yang terpisah, menurut media lokal.
Dua sekolah lain yang menerapkan larangan jilbab menyatakan hari libur dan ditutup pada Senin.

Partai Bharatiya Janata sayap kanan Modi memerintah negara bagian Karnataka dan beberapa anggota terkemuka telah memberikan dukungan mereka di balik larangan tersebut. Kebijakan itu dikritik oleh para pemimpin politik lain.

Baca juga: Badan Amal Bunda Teresa di India Peroleh kembali Akses Dana Asing

"Dengan membiarkan hijab dalam pendidikan mereka, kita merampok masa depan putri-putri India," kicau Rahul Gandhi dari partai Kongres oposisi minggu lalu. Pengadilan tinggi negara bagian diperkirakan endengarkan petisi pada Selasa dan memutuskan akan membatalkan larangan tersebut atau tidak. (AFP/OL-14)

Baca Juga

Alexey DRUZHININ / SPUTNIK / AFP

Presiden Jokowi akan Bertemu Zelensky dan Putin, HMI: Langkah Sangat Tepat

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 22:22 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan bertemu dengan dua pemimpin negara yang sedang berperang, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan...
AFP

Hadapi Krisis Global, PBB Siapkan Dana Rp311 Miliar

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 18:22 WIB
Di tengah ancaman krisis pangan hingga keuangan, 70 negara telah mengajukan proposal bantuan kepada PBB, dengan 69 negara di antaranya...
Eva Marie UZCATEGUI / AFP

NASA tunjuk 3 Perusahaan untuk Desain Sistem Tenaga Nuklir di Bulan

👤Mediaindonesia 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 15:00 WIB
Ketiga perusahaan tersebut antara lain Lockheed Martin dari Maryland, Westinghouse dari Cranberry Township, Pennsylvania serta IX dari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya