Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Brexit Dihantui Resesi

(AFP/I-1)
24/5/2016 01:00
Brexit Dihantui Resesi
(AFP PHOTO / POOL / PETER NICHOLLS)

BULAN depan, rakyat Inggris akan mengikuti referendum untuk menentukan masa depan keanggotaan mereka di Uni Eropa (UE). Sejauh ini, di antara mereka yang pro-UE dan yang menginginkan negeri itu keluar dari organisasi tersebut relatif seimbang. Namun, kemarin, Menteri Keuangan Inggris George Osborne kembali mengingatkan bahwa meninggalkan keanggotaan UE atau disebut juga dengan Brexit (Britain Exit) dapat membuat negeri itu jatuh ke jurang resesi.
"Satu bulan menjelang referendum, warga Inggris harus bertanya kepada diri mereka sendiri, apakah kami memilih resesi?" tutur Osborne seperti dikutip AFP, Senin (23/5).

Menurut Osborne, Brexit dapat membuat harga perumahan anjlok dan harga bahan pokok meroket. Sementara itu, Gubernur Bank Inggris Mark Carney dan Dana Moneter Internasional (IMF) mengingatkan konsekuensi buruk dari Brexit terhadap perekonomian Inggris. Namun, kubu yang mendukung Brexit menuding semua pernyataan itu hanya untuk menakut-nakuti warga. Anggota senior dari Partai Konservatif Inggris Ian Duncan Smith menyebut analisis Kemenkeu cuma dibuat-buat. "Kemenkeu sudah sering salah di masa lalu. Dokumen kali ini juga tidak dibuat secara jujur dan memiliki pandangan bias terhadap masa depan Inggris," kata dia.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya